Titus 1 (MAD2T*Pagi*27 April*Tahun 1)

Titus 1

Penjelasan Singkat
Syarat bagi pelayan-pelayan

Isi Pasal
Urutan ilahi untuk gereja lokal.

Judul Perikop
Salam (1:1-4)
Tugas Titus di Kreta -- Syarat-syarat bagi penatua, penilik jemaat (1:5-16)

Tafsiran: Status menentukan tugas dan tanggung jawab. Saya kira Anda akan terheran-heran apabila melihat suatu regu pemadam kebakaran yang walaupun mempunyai peralatan yang lengkap tetapi tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik ketika terjadi suatu musibah kebakaran. Begitu pula jika kita menyaksikan di layar TV para petugas keamanan hanya berdiam diri membiarkaan para perusuh melampiaskaan nafsu jahat yang tidak terkendali. Tentu saja bisa dipahami apabila orang-orang akan menjadi kurang bahkan tidak bersimpati kepada petugas yang demikian. Mengapa? Karena status seseorang menentukan tugas yang harus diembannya.

Rasul Paulus yang dalam setiap suratnya selalu memperkenalkan diri sebagai hamba Allah dan rasul Yesus Kristus, sama sekali tidak mengharapkan pujian atau penghormatan pribadi melalui status tersebut. Bagi dia, setiap orang yang berstatus sebagai hamba Tuhan justru mengemban tugas dan tanggung jawab yang besar yaitu selain mendorong orang-orang pilihan Allah agar kuat dan teguh dalam iman, juga membimbing mereka kepada ajaran yang benar.

Paulus menguraikan tentang hal-hal yang harus dilaksanakan sehubungan dengan status yang diembannya. Pertama, menjalankan fungsi penggembalaan yaitu memelihara iman orang-orang pilihan Allah (ayat 1). Kedua, memberi dan memelihara pengetahuan yang lengkap akan kebenaran. Ketiga, memberitakan Injil. Ketiga hal ini Paulus laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Begitu banyak hal yang Paulus alami: dicemooh, difitnah, dianiaya, dimasukkan ke dalam penjara, mengalami percobaan pembunuhan. Dia rela mengalami ini karena status yang disandangnya, yakni sebagai rasul dan hamba Allah. Melalui kehidupan Paulus kita dapat belajar bagaimana hidup sesuai status kita, baik di hadapan Tuhan maupun di hadapan manusia.

Renungkan: Apakah status Anda saat ini? Sebagai hamba Allah atau kaum awam profesional: guru, polisi, politikus, ekonom? Tahukah Anda bagaimana seharusnya tugas yang harus Anda jalankan sesuai dengan status tersebut? Sudahkah tugas-tugas tersebut Anda jalankan dengan penuh tanggung jawab? Menyandang status dan hidup sesuai dengan status tidak semudah memperkenalkan diri berikut status kita, karena orang lebih menilai bagaimana kita menghidupi status itu.

Keberadaan Titus di Pulau Kreta dimaksudkan untuk membangun jemaat di situ. Masih banyak hal di jemaat Kreta yang memerlukan campur tangan Titus.

Salah satu tugas yang harus diselesaikan oleh Titus adalah menetapkan para penatua (ayat 5). Tentu tidak setiap orang dapat ditempatkan dalam pelayanan itu. Ada kualifikasi yang harus dipenuhi. Karakter dan moral harus berkualitas (ayat 6-7). Orang yang akan dipilih untuk menjadi penatua haruslah orang yang dinilai baik, dari segi perkataan (ayat 9) maupun perbuatan (ayat 8). Ia harus memiliki pemahaman iman yang benar agar dapat mengajar orang lain. Pemahaman itu akan memampukan dia juga untuk mempertanggung-jawabkan iman di hadapan musuh-musuh imannya (ayat 9). Selain kualifikasi diri, kehidupan rumah tangganya pun harus bisa menjadi panutan (ayat 6). Ini akan memperlihatkan bahwa kehidupannya di dalam rumah tangga tidak berbeda dengan kehidupannya di gereja. Pemimpin demikian membuat orang lain tak mungkin dapat mencari celah untuk menggugat dia.

Terkesan berat? Sebenarnya yang diperlukan adalah integritas diri, yakni satunya kata dan perbuatan, satunya hati dan tindakan. Bila Anda dicalonkan untuk menjadi penatua, jangan takut! Ingatlah bahwa banyak orang yang membutuhkan pelayanan Anda. Tuhan, niscaya akan menolong Anda. Bila Anda telah menjadi penatua, tetaplah teguh dalam panggilan Anda.

Bila Anda adalah anggota jemaat, dukunglah tiap penatua di gereja Anda. Mendukung penatua berarti mendukung pekerjaan Allah. Namun bukan berarti bahwa bila kita bukan penatua maka kita bisa hidup seenaknya dan lepas dari semua aturan. Bukankah panggilan hidup tertib sesuai firman Tuhan juga merupakan panggilan hidup orang Kristen secara umum? Orang Kristen yang tidak berstatus penatua juga hanya boleh mempunyai satu pasangan! Sebab itu, apapun peranan Anda di dalam gereja, penting bagi Anda untuk hidup sebagai pelaku kebenaran.

Musuh dalam selimut", begitulah sebutan yang tepat bagi para pengajar sesat yang Paulus sebutkan. Mengapa demikian? Karena mereka berada di tengah-tengah jemaat, tetapi menyesatkan jemaat (ayat 10). Ini berbahaya, karena ajaran mereka hanyalah berisi pendapat mereka sendiri, dan bertentangan dengan firman Tuhan. Mengapa mereka tega melakukan hal itu? Keuntungan diri sendiri, itulah motivasinya (ayat 11, 12). Meski mereka mengaku mengenal Allah, tetapi hidup mereka menunjukkan penyangkalan akan Dia (ayat 16). Karena itu, tidak ada jalan lagi bagi Titus selain membungkam mereka karena telah menimbulkan kekacauan di dalam gereja. Mereka tidak boleh diberi kesempatan untuk menyebarkan pengajaran mereka. Caranya? Titus harus menegur mereka! Mereka tidak boleh lagi mengajarkan dongeng-dongeng dan pengajaran yang bertentangan dengan kebenaran (ayat 14)!

Memang tidak boleh ada kata sungkan dalam menghadapi pengajar sesat. Kegagalan mengkonfrontasi kesesatan memperlihatkan tidak adanya penghargaan terhadap Kitab Suci. Lalu bagaimana cara menangkal mereka? Satu-satunya jawaban adalah: dengan berpaut pada firman Tuhan! Itu sebabnya Paulus menekankan tanggung jawab penatua untuk memahami Kitab Suci dengan benar (Tit. 1:9). Tujuannya, agar mereka dapat mengoreksi ajaran-ajaran tersebut.

Nasihat Paulus itu harus kita pegang juga. Camkan baik-baik, tidak ada jalan lain untuk melawan kesesatan selain dengan berpegang pada firman Tuhan! Bila kita tahu yang benar, maka kita akan memahami mana yang salah. Bila hidup kita tidak dilandaskan pada kebenaran, bagaimana kita dapat mengetahui mana yang sesat? Mungkin saja lambat laun kita akan digeser dari pemahaman kita akan kebenaran kepada kesesatan, tanpa kita sadari! Karena itu, tidak ada jalan lain selain membaca Alkitab tiap-tiap hari. Pelajari kebenaran yang terdapat di dalamnya. Selidiki tiap pengajaran yang kita dengar dan jalani!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)