1 Pet 5 (MAD2T*Pagi*12 Mei*Tahun 1)

1 Petrus 5

Penjelasan Singkat
Tugas penatua

Isi Pasal
Pelayanan orang Kristen dalam terang Kristus yang segera datang.

Judul Perikop
Gembalakanlah kawanan domba Allah (5:1-11)
Salam (5:12-14)

Tafsiran: Kalau kita ditanya, "Seperti apakah pemimpin yang ideal itu?", tentu jawabannya akan bermacam-macam. Namun menurut opini umum, pemimpin ideal itu bermoral baik dan tidak mementingkan diri sendiri. Ia juga tulus hati, ramah, bukan pemarah, tidak melakukan kekerasan, sabar, bertanggung jawab, dan tidak bertentangan dengan kebenaran.

Dalam firman Tuhan, berbagai kriteria di atas dirangkum di dalam diri seorang pemimpin yang disebut gembala. Rasul Petrus adalah satu dari 12 murid Yesus. Ia adalah satu dari tiga orang yang menyaksikan Kristus dimuliakan (Mrk. 9:1-13; 2Ptr. 1:16-18). Dalam kehidupan sehari-hari, ia sering kali berperan sebagai juru bicara para rasul. Petrus juga menyaksikan peristiwa kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Firman Tuhan mencatat pula bahwa Petruslah yang berkhotbah di hari Pentakosta dan menjadi soko guru jemaat di Yerusalem. Namun ketika ia menulis surat kepada para pemimpin, ia menyebut dirinya sebagai teman penatua (1 Petrus 5:1). Itu artinya dia tidak lebih berkuasa dibandingkan mereka. Ia mengingatkan para penatua atau pemimpin agar menjadi gembala bagi kawan domba Allah. Dalam ayat 2-5, Petrus memaparkan karakteristik seorang pemimpin/gembala yang baik. Karakteristik pemimpin rohani yang baik antara lain: menyadari bahwa mereka sedang menggembalakan kawanan domba Allah dan bukan miliknya sendiri, melakukannya karena dorongan yang kuat untuk melayani dan bukan karena upah, fokus pada apa yang dapat diberikan dan bukan pada apa yang akan mereka dapatkan, serta memimpin dengan memberi teladan, bukan memerintah.

Setiap orang percaya sesungguhnya menjadi seorang pemimpin bagi sesamanya di dalam konteks yang berbeda. Oleh sebab itu apa pun bentuk peraturan yang kita buat, hendaklah kepemimpinan kita senantiasa sejalan dengan kriteria di atas. Jangan sampai kepemimpinan yang kita jalankan tidak menjadi berkat dan tidak membangun mereka yang kita pimpin. Mari menjadi pemimpin yang memiliki kriteria Kristus.

Seseorang yang sedang menderita biasanya merasa bahwa ia sendirian, menganggap tidak ada seorang pun yang dapat menolongnya. Ia menjauhkan diri dari persekutuan dengan Tuhan dan sesama. Kondisi seperti ini sangatlah berbahaya bagi hidup orang percaya karena ia merupakan "makanan empuk" bagi Iblis.

Ketika kita sedang mengalami penderitaan, itulah saatnya kita harus lebih waspada dan siaga terhadap serangan Iblis. Karena Iblis akan menyerang kita ibarat singa sedang mengincar dan siap menerkam serta memangsa kita ketika kita lengah (ayat 8). Bisa terbayangkan betapa bahayanya kondisi ini. Bila kondisi kita seperti demikian, maka hidup kita dapat diumpamakan seperti dalam sebuah pertandingan tinju yaitu kita atau Iblis yang kalah (ayat 9). Iblis menginginkan orang percaya yang sedang menderita menyangkali Tuhan, meragukan janji firman-Nya, dan tidak lagi menaati perintah Tuhan. Firman ini menegaskan bahwa peperangan rohani boleh dahsyat, iman boleh menerima serangan sengit, tetapi tidak ada alasan bagi kita untuk kalah. Kita dapat kuat dalam iman karena yang kita hadapi juga dihadapi oleh semua orang beriman (ayat 9b, bdk. 1Kor. 10:13). Kita boleh lemah, tetapi iman tidak boleh lemah, sebab iman tidak bertumpu pada sumber-sumber kodrati, tetapi pada Allah dalam Yesus Kristus (ayat 10-11,12b).

Petrus bukan sekadar menasihati kita untuk menjadikan anugerah Tuhan sebagai perisai tatkala penderitaan menghadang, tetapi ia juga menerapkannya. Hal ini dibuktikannya saat ia mati sebagai martir karena imannya tak tergoyahkan kepada Tuhan (menurut cerita tradisi di kalangan orang percaya zaman gereja mula-mula ia disalibkan dalam posisi tubuh terbalik). Sudahkah Anda menang atas penderitaan dengan iman yang tak goyah? Banyak kesaksian mengokohkan ajaran firman bahwa justru penderitaan bukan melemahkan, tetapi menguatkan dan memurnikan iman. Itu sebabnya Tuhan mengizinkan hal ini dalam pengalaman hidup anak-anak-Nya.

Renungkan: Tidak ada zona damai dan aman dalam dunia ini, kecuali dalam lindungan anugerah Tuhan.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)