1 Yoh 4 (MAD2T*Mlm*16 Mei*Tahun 1)
1 Yohanes 4
Penjelasan Singkat
Ujilah roh
Isi Pasal
Orang Kristen diperingatkan terhadap ajaran palsu tentang pribadi dan karya Kristus. Ujian terhadap yang benar.
Judul Perikop
Roh Allah dan roh antikristus (4:1-6)
Allah adalah kasih (4:7-21)
Tafsiran: Bagai kehadiran orang ketiga di antara sepasang kekasih, begitulah kehadiran antikristus di dalam persekutuan orang percaya dengan Kristus. Bersifat mengacaukan dan berniat memisahkan!
Sebelumnya, Yohanes telah membahas masalah ajaran sesat (ayat 2:15-17, 22-33). Ia mengulang pokok ini dengan tujuan agar pembacanya tidak tertipu. Ia memperingatkan jemaat agar tidak percaya begitu saja kepada setiap roh (ayat 1). Jangan pernah berasumsi bahwa tiap pengalaman spiritual atau tiap penyataan kekuatan spiritual adalah dari Allah. Kita harus menguji tiap pengalaman dan fenomena spiritual, apakah berasal dari Allah. Sering terjadi, respons orang yang berhadapan dengan realitas dunia spiritual adalah terheran-heran, bukan bertanya-tanya apakah itu datang dari Allah. Akibatnya kita mudah tertipu. Karena itu ujilah roh. Ini adalah tanggung jawab kita sebagai pengikut Kristus (ayat 29, 1Tes. 5:20-21).
Pengajar yang benar hanya akan menyampaikan kebenaran tentang Yesus, bahwa Ia adalah Tuhan dan manusia (ayat 2). Orang yang menolak kebenaran tentang Yesus adalah antikristus (ayat 3). Itu sebabnya, cara terbaik untuk bertumbuh dalam kemampuan membedakan pengajaran adalah dengan tinggal di dalam Yesus dan bertumbuh di dalam pengetahuan kita tentang Dia. Bila kita tidak aktif di dalam Yesus dan belajar tentang Dia, kita akan lebih rentan saat mendengar pengajaran lain. Walau demikian, sebagai anak-anak Allah, kita tidak perlu takut pada roh antikristus karena ada Roh Allah yang berdiam di dalam kita (ayat 3:24). Musuh rohani kita tidak ada yang lebih besar dari Roh Allah (ayat 4). Sebab itu siapa yang berjalan di dalam kebenaran akan sanggup mengatasi roh-roh itu. Maka yang penting adalah pelajari Firman-Nya dan taati! Allah akan melindungi umat-Nya melalui pengetahuan dan pemahaman akan kebenaran. Hidup kita akan dijaga dan diberi kepekaan untuk membedakan roh, mana yang dari Allah dan mana yang bukan.
Ini pernyataan luar biasa tentang Allah. Harus jelas dipahami bahwa kasih bukan Allah. Kasih adalah salah satu karakter Allah. Yang benar Allah adalah kasih. Relasi Allah dan manusia ditandai dan dibentuk oleh kasih. Berbagai perbuatan Allah bagi manusia adalah tindakan kasih. Namun dalam bagian ini Yohanes menunjuk kepada puncak pernyataan dan wujud kasih Allah kepada manusia.
Kedatangan Yesus ke dunia adalah bukti kasih Allah (ayat 9). Yesus datang ke dunia untuk menggantikan manusia. Kematian-Nya memberi hidup kepada manusia yang percaya pada-Nya, dan ini bukan karena manusia mengasihi Allah. Oleh sebab itu kita tidak dapat memahami kasih Allah jika itu dilepaskan dari kematian Yesus di kayu salib. Penjelasan tentang kasih Allah di luar salib Kristus adalah pengertian kasih yang tidak sempurna. Sebab itu kini kita yang telah menerima kasih Allah harus merespons dan mewujudkan kasih itu di dalam kehidupan kita (ayat 7,11). Jika tidak, maka tidak ada bukti bahwa kita telah mengalami kasih Allah dan sekarang sedang berelasi dengan-Nya (ayat 7). Relasi kepada Allah dan kepada sesama harus kita demonstrasikan dalam kehidupan kita. Hidup dalam kasih merupakan bukti hidup bersama Allah (ayat 13,15).
Manusia sebagai ciptaan Allah memiliki kemampuan untuk mengasihi. Tetapi kasih yang mereka miliki dan wujudkan akan sempurna jika kasih itu menunjuk pada salib Kristus. Sekali lagi Yohanes menegaskan bahwa tidak mungkin manusia mengenal kasih Allah lepas dari Kristus. Jika ingin memiliki kasih maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah percaya pada Yesus (ayat 15,16). Tetapi tidak mungkin manusia menjadi percaya Yesus tanpa mendengar kesaksian orang percaya (ayat 14). Setiap yang percaya kepada-Nya dikaruniakan Roh Kudus (ayat 13).
Renungkan: Kasih bersedia berkurban diri karena orang membutuhkan kurban diri tersebut.
Membuat kita memiliki keberanian pada hari penghakiman (4:17).
Kasih Allah sempurna di dalam kita. Yang dimaksudkan ialah kasih yang oleh Allah, yang adalah kasih itu, dihasilkan di dalam diri kita ketika melahirkan kita secara rohani dan menempatkan roh-Nya di dalam kita. Mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman. Orang percaya yang telah disempurnakan oleh kasih Allah di dalam hidupnya di dunia ini akan mampu berhadapan dengan penghakiman Kristus tanpa malu. Keyakinan ini bukanlah suatu perkiraan, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. Dasar dari keberanian ialah adanya kesamaan kita saat ini dengan Kristus di dalam kehidupan di dunia, dan khususnya, sesuai dengan konteks, kesamaan di dalam kasih.
Mengusir ketakutan (4:18).
Ide tentang keberanian menimbulkan ingatan tentang lawannya, yaitu ketakutan. Karena kasih senantiasa mengusahakan hal terbaik untuk sesama manusia, maka ketakutan yang adalah menjauhkan diri dari sesama, tidak mungkin merupakan bagian dari kasih.
4: 19 Kita mengasihi. Kata kerjanya berbentuk pengandaian.
4:20, 21. Kasih kita kepada sesama saudara, sesuatu yang tampak, membuktikan kasih kita kepada Allah, sesuatu yang tidak tampak. Mudah sekali untuk mengatakan, "Aku mengasihi Allah": Yohanes mengatakan bahwa kesalehan sejati tampak di dalam kasih kepada sesama saudara. Kenyataan ini ditegaskan lebih lanjut olehnya dalam ayat 21 bahwa ini adalah perintah Kristus (bdg. Yoh. 13:34).