2 Pet 1 (MAD2T*Pagi*13 Mei*Tahun 1)
2 Petrus 1
Penjelasan Singkat
Seruan untuk bertanggung jawab
Isi Pasal
Nilai agung Kekristenan. Firman Allah ditinggikan.
Judul Perikop
Salam (1:1-2)
Panggilan dan pilihan Allah (1:3-15)
Nubuat tentang kemuliaan Kristus telah digenapi (1:16-21)
Tafsiran: Menjelang akhir hidupnya, Petrus menyempatkan diri menulis surat kepada jemaat Tuhan. Tujuan-nya adalah memberikan kekuatan sekaligus mengingatkan status rohani mereka sebagai orang-orang yang telah mengenal Kristus. Saat itu jemaat Tuhan sedang berada dalam bahaya yang serius dan nyata, yaitu berkembangnya banyak ajaran palsu yang jahat. Para pengajar tersebut mengatakan diri kristen, tetapi cara hidup mereka bertentangan dengan hal-hal yang diajarkan Yesus. Untuk meneguhkan iman percaya mereka kepada Kristus, Petrus memaparkan ulang keadaan dirinya ketika ia belum mengenal Kristus dan sesudah ia menerima dan mengenal Kristus. Simon Petrus, adalah dirinya ketika hidup di luar Kristus dan belum mengenal Kristus. Petrus adalah orang Yahudi yang setia pada Perjanjian Lama. Hamba Yesus Kristus, adalah status Petrus sejak hidup di dalam Kristus dan mengenal Kristus. Pada tahapan ini tubuh, jiwa, dan pikirannya menjadi milik Kristus. Karena itu Petrus harus taat dan tunduk pada perintah Allah. Rasul Yesus Kristus, menunjukkan bahwa dirinya diberi kuasa untuk menyaksikan kasih karunia Allah yang melimpah melalui pemberitaan firman Tuhan kepada setiap orang.
Pemaparan diri Petrus ini sebenarnya merupakan peng-identifikasian jemaat Tuhan masa itu dan masa sekarang. Jemaat yang semula tidak mengenal dan beriman kepada Kristus menjadi kenal dan beriman karena kasih karunia Allah. Melalui pengenalan akan Kristus, Allah menganugerahkan kuasa Illahi yang dikerjakan-Nya di dalam kita dan menyediakan bagi kita janji-janji-Nya yang besar.
Bila kita memahami landasan hidup Kristen yang dipaparkan di atas, hanya ada dua pilihan dalam hidup kita. Pertama, memilih untuk terus mengenal dan aktif menjalin persekutuan dengan-Nya, dan dikaruniai kemampuan untuk memancarkan kodrat Illahi dalam kehidupan setiap hari. Kedua, memilih untuk pasif bersekutu dengan Allah tapi terlibat aktif dalam kegiatan nafsu duniawi. Pilihan yang paling tepat adalah pilihan yang dari saat ke saat membawa kita pada pertumbuhan yang sehat terhadap pengenalan dan iman kepada Yesus Kristus.
Renungkan: Melalui pengenalan akan Kristus, Kristen dimampukan untuk terus maju dan bertumbuh. Sebab itu mustahil bagi Kristen memiliki kodrat Illahi dan menerima kuasa-Nya tanpa mengenal-Nya.
Kita harus bertumbuh menjadi semakin serupa dengan Yesus karena Dia telah tinggal di dalam diri kita. Jangan lagi kita hidup seperti saat kita belum mengenal Kristus.
Sayangnya tidak setiap orang yang telah lahir baru mengalami hal itu. Memang ada orang yang bertumbuh dalam pengetahuan yang benar akan Kristus dan memiliki kehidupan yang berbuah. Namun ada juga yang malah menjadi batu sandungan. Orang-orang seperti ini kelihatannya tak pernah beranjak dari pengalaman ketika mereka pertama kali bertemu dengan Kristus. Mereka tak pernah bertumbuh dan tentu saja tidak berbuah. Oleh karena itu, Petrus menasihati orang-orang yang sudah lahir baru untuk bertumbuh. Orang beriman harus berusaha mengembangkan kualitas dan citra Kristus di dalam dirinya. Sebab itu, seharusnya tidak ada istilah 'jalan di tempat' dalam perjalanan iman seorang percaya. Orang beriman harus menghasilkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih terhadap saudara-saudara seiman, dan kasih terhadap semua orang (ayat 5-7). Itulah bukti iman. Jika semua itu ada di dalam diri kita dan bertumbuh, niscaya hidup kita akan berbuah (ayat 8) dan kita tidak akan tersandung (ayat 10).
Orang yang tak peduli dan tidak bergumul untuk menghasilkan buah roh berarti ia buta. Ketika ia melihat ke depan, semua janji Allah terlihat kabur. Ketika ia melihat ke belakang, pengampunan yang semula membawa kesukaan seolah terlupakan. Kebutaan untuk melihat kuasa Allah di masa lalu dan sekarang, akan merintangi kuasa ajaib itu bekerja di dalam diri kita. Akhirnya kebutaan itu menenggelamkan kita. Kiranya hal semacam itu tidak terjadi pada diri kita.
Saat kita beriman kepada Kristus, itu berarti kita masuk ke dalam gelanggang pertandingan iman. Meski berat, jangan pernah mundur! Ingatlah bahwa bagi kita tersedia kuasa Ilahi yang memampukan kita untuk melakukan kebenaran.
Meski tahu bahwa masa hidupnya tidak lama lagi, Petrus tetap memerhatikan orang-orang yang telah dia layani. Melihat situasi dan kondisi mereka, Petrus berkesimpulan bahwa mereka tetap harus diingatkan (ayat 12), didorong (ayat 13-14), dan diberitahu ulang mengenai kebenaran dasar yang telah dia ajarkan pada mereka (ayat 15).
Mengapa Petrus merasa perlu melakukan semua itu? Karena mereka mulai meninggalkan kebenaran. Guru-guru palsu dan para pengejek berusaha menarik mereka dari damai sejahtera dan penyerahan pada Kristus. Maka Petrus mengingatkan bahwa mereka telah ambil bagian dalam keilahian Kristus. Itulah yang akan memampukan mereka menghadapi segala sesuatu yang berusaha merebut mereka dari Kristus. Setelah mengalami kelahiran kembali, mereka harus melangkah ke arah kedewasaan rohani dan memiliki hidup yang berbuah. Mereka juga harus menggunakan Alkitab sebagai cermin untuk mengevaluasi perjalanan iman mereka.
Mengapa Petrus punya keyakinan yang begitu mendalam pada Yesus? Sebab ia telah mendengar sendiri suara Allah yang menyatakan perkenan-Nya atas Yesus, saat Ia dimuliakan di atas gunung (Mat. 17:1-13; Mrk. 9:2-13; Luk. 9:28-36). Saat itu, ia menyaksikan tubuh dan pakaian Yesus jadi berkemilau. Namun Petrus juga menyatakan bahwa para nabi sebelumnya juga telah memberikan kesaksian tentang kedatangan Kristus yang kedua kali. Jadi jika Petrus telah menyaksikan sendiri bahwa para nabi, bahkan Allah sendiri pun telah menyatakan kesaksian mereka, adakah lagi alasan untuk tidak percaya bahwa Yesus akan datang untuk kedua kali?
Kita memang tidak punya pengalaman menakjubkan seperti Petrus. Namun itu bukan alasan untuk membenarkan ketidakpercayaan kita. Sebab kita memiliki kesaksian nabi dalam Alkitab. Semua nubuat mengenai kelahiran, hidup, pelayanan, kematian, dan kebangkitan Yesus, telah terbukti. Jadi tidak ada alasan untuk tidak percaya bahwa Tuhan Yesus suatu hari kelak akan datang dalam kemuliaan.