3 Yohanes 1 (MAD2T*Pagi*18 Mei*Tahun 1)

3 Yohanes 1

Penjelasan Singkat
Kesalehan Gayus dipuji

Isi Pasal
Nasihat mengenai melayani saudara-saudara seiman. Diotrefes yang menguasai dan Demetrius yang baik.

Judul Perikop
Salam (1:1-4)
Saling menolong dan perlawanan (1:5-12)
Penutup (1:13-14)

Tafsiran: Dukacita seorang gembala jemaat. Ajaran sesat mengakibatkan perpecahan dalam jemaat. Ini dialami oleh jemaat penerima surat 2 dan 3 Yohanes. Meskipun demikian, sang penatua bersukacita karena mendengar bahwa dalam kondisi memprihatinkan ini, ada anggota-anggota jemaat yang setia pada kebenaran dan hidup dalam kebenaran. Gayus adalah salah satu dari mereka.

Siapakah Gayus? Perjanjian Baru menyebutkan tiga orang bernama Gayus: (a) Gayus dari Korintus, yang dibaptis oleh Paulus (Rm. 16:23; 1Kor. 1:14) dan menurut tradisi menjadi Uskup (Penilik Jemaat) Tesalonika yang pertama; (b) Gayus dari Makedonia, teman seperjalanan Paulus yang ditangkap dalam kerusuhan di Efesus (Kis. 19:29); (c) Gayus dari Derbe, yang mengikuti Paulus dalam perjalanannya terakhir melalui Makedonia (Kis. 20:4). Karena tidak ada kepastian Gayus yang mana yang menerima surat ini, maka disimpulkan bahwa Gayus di sini adalah seorang pemimpin di salah satu jemaat asuhan Yohanes.

Dalam ungkapan sukacitanya, sang penatua menyebutkan kata "sukacita" dua kali (ayat 3, 4). Beberapa saudara, yang mungkin baru kembali dari kunjungan ke jemaat Gayus, memberikan kesaksian bahwa Gayus "hidup dalam kebenaran" (ayat 3). Maksudnya, Gayus setia pada kebenaran yang dikenalnya dalam Kristus. Bentuk kata kerja yang dipakai di sini menyatakan kesinambungan: Gayus "selalu hidup dalam kebenaran". Penulis mengasihi Gayus (dan jemaat) juga "dalam kebenaran" (ayat 1). Tema kembar ini saling melengkapi: mengenal kebenaran dibuktikan dengan saling mengasihi, dan saling mengasihi dimungkinkan karena mengenal kebenaran. Dua tema ini sangat menonjol dalam surat-surat Yohanes. Mendengar bahwa "anak-anakku hidup dalam kebenaran" membawa sukacita besar bagi sang Penatua (ayat 4). Istilah "anak-anakku" mengungkapkan kasih kebapaan Yohanes terhadap anak-anak rohaninya dan hubungan yang dekat diantara mereka.

Renungkan: Dalam berbagai krisis yang harus dihadapi seorang pemimpin Kristen, kesaksian iman dari mereka yang dipimpin menjadi sumber sukacita yang menyejukkan hati. Bagikanlah kesaksian iman Anda agar pemerintah kita selalu sadar akan sumber kekuasaan mereka, sehingga mereka bisa menjalankan roda pemerintahan berlandaskan takut akan Tuhan.

Hidup selaras dengan kebenaran diperlihatkan Gayus dengan kesediaannya menolong para hamba Tuhan yang sedang dalam perjalanan pelayanan (ayat 5-6). Ia menjadi sahabat bagi mereka dengan bersedia membuka pintu rumahnya, meski ia tidak mengenal mereka. Pertolongan ini dilakukan bukan hanya dengan menyediakan makanan atau tempat tinggal sementara bagi mereka. Termasuk juga di dalamnya adalah memberi dukungan moril dan finansial supaya hamba Tuhan dapat melaksanakan tugas panggilannya. Dukungan semacam ini jelas bukan tanggung jawab orang yang tidak beriman (ayat 7). Melainkan kewajiban orang Kristen sebagai upaya ambil bagian dalam pekerjaan untuk kebenaran (ayat 8), atau dengan kata lain: menjadi partner dalam pelayanan. Tidak semua orang perlu menjadi hamba Tuhan. Orang yang melayani dengan cara seperti yang dilakukan Gayus juga tidak kalah penting. Kita dapat mendukung orang-orang yang melayani Tuhan secara khusus dengan mendoakan mereka atau mendukung mereka secara finansial, juga menjadi sahabat bagi mereka.

Berbeda dengan Diotrefes, yang ingin memegang kendali atas jemaat. Dia tidak mau mengakui keberadaan pemimpin rohani yang lain (ayat 9). Ia memfitnah sang penatua dan melarang orang lain menerima kedatangan saudara seiman (ayat 10). Tindakan Diotrefes ini memperlihatkan kesombongan dan iri hati yang menguasai dirinya. Padahal seorang pemimpin jemaat adalah seorang pelayan, bukan diktator!

Demetrius adalah contoh orang yang melakukan perbuatan baik. Kelakuannya menjadi suatu kesaksian bahwa dia hidup dalam kebenaran. Demikian terpujinya hidupnya sehingga semua memberikan kesaksian baik tentang diri Demetrius. Karakter dan kelakuan memang berbicara dan berpengaruh lebih kuat dari sekadar ucapan lisan. Gayus dan Demetrius adalah murid Kristus yang mempraktekkan kebenaran dan kasih Kristus. Kiranya teladan mereka mendorong kita untuk menjadi pelaku kebenaran.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)