Ibrani 13 (MAD2T*Pagi*06 Mei*Tahun 1)

Ibrani 13

Penjelasan Singkat
Ketaatan kepada aturan-aturan rohani

Isi Pasal
Nasihat-nasihat kepada orang Kristen. Pemisahan dan penyembahan. Doa ucapan syukur kerasulan.

Judul Perikop
Nasihat dan doa selamat (13:1-25)

Tafsiran: Penulis Ibrani mengakhiri suratnya dengan nasihat-nasihat yang berisi dorongan-dorongan agar pembaca surat Ibrani mempunyai kehidupan yang berpadanan dengan doktrin tersebut. Hal pertama dan yang utama yang harus ada dalam kehidupan kristen adalah kasih. Namun di sini, Kristen tidak sekadar dinasihati untuk saling mengasihi, melainkan menekankan pemeliharaan kasih. Penekanan ini sangat penting, karena ketika seseorang semakin mengenal diri orang lain, maka semakin banyak kekurangan orang tersebut akan terlihat. Sehingga ia akan kecewa dan akhirnya kasihnya akan luntur. Namun Kristen harus kebal terhadap kekecewaan seperti itu. Semakin mengenal pribadi orang lain dengan segala kekurangannya, Kristen harus tetap mengasihinya.

Memberi tumpangan merupakan bentuk kebaikan yang wajar bagi setiap orang termasuk Kristen karena pada zaman itu belum ada hotel maupun losmen. Orang yang lelah dan lapar banyak ditemui di kota-kota ataupun di pintu rumah seseorang yang berharap diizinkan tinggal. Kristen tidak hanya harus mendemonstrasikan kebaikan itu, namun kebaikan yang didemonstrasikan itu harus melebihi kebaikan yang dilakukan oleh orang non Kristen, itulah hal yang kedua. Karena itu, kristen harus memberi tumpangan kepada orang, yang berarti tidak hanya orang kristen namun semua orang yang pantas menerima kebaikan itu. Lebih dari itu, Kristen pun harus menunjukkan kasihnya kepada orang-orang hukuman karena mereka tidak mempunyai kebebasan untuk datang meminta belas kasihan. Kristen harus berinisiatif dan mendatangi orang-orang yang membutuhkan.

Yang ketiga, Kristen harus menjaga kekudusan pernikahannya. Manusia tidak pernah berubah sejak era para rasul hingga era globalisasi kini, kekudusan pernikahan dapat dikatakan sebagai barang langka. Kristen harus menunjukkan kehidupan yang mulia melalui pernikahan yang kudus. Kemuliaan kehidupan Kristen juga harus nyata dalam kesederhanaan hidup. Hal ini diungkapkan dengan perkataan 'janganlah menjadi hamba uang dan cukupkan dirimu dengan apa yang ada padamu' (Ibrani 13:5).

Renungkan: Ingatlah bahwa di dalam Allah kita memiliki segala sesuatu. Allah adalah pencipta langit dan bumi, yang empunya segala sesuatu. Tidak ada apa pun atau siapa pun yang dapat mengancam kehidupan kristen yang berjalan di dalam tangan-Nya.

Selain mendorong para pembaca kitab Ibrani untuk menerima ajaran yang benar, yang telah dipaparkan di tulisannya ini, penulis Ibrani juga mendorong mereka untuk menghormati dan meneladani pemimpin gereja mereka. Yaitu, pemimpin yang melayani dan melindungi mereka dari ajaran-ajaran sesat yang tidak berpusatkan Kristus (ayat 9).

Penulis Ibrani mengingatkan para pembacanya bahwa Kristus adalah persembahan kurban kepada Allah (ayat 10) yang meniadakan semua mezbah buatan manusia. Jadi, mereka seharusnya tidak lagi terjebak kepada ritual PL karena semua sudah digenapi oleh Kristus melalui pengurbanan-Nya di kayu salib (ayat 12). Oleh karena itu, setiap anak Tuhan harus setia mengiring-Nya walaupun harus menanggung risiko menderita (ayat 13). Godaan untuk balik kepada ibadah Perjanjian Lama harus ditolak. Selama mereka masih beribadah dalam kemah suci dengan menerapkan segala ritualnya, mereka masih tinggal di padang gurun dosa. Sebaliknya, orang Kristen menantikan kota Allah yang akan datang dengan menganggap hidup saat ini hanya sementara (ayat 14). Oleh karena tempat ibadah dan pola ibadah yang lama sudah tidak dipraktikkan lagi maka sebagai gantinya umat Kristen dipanggil untuk mempersembahkan kurban syukur berupa puji-pujian dan sikap hidup yang baik kepada sesama (ayat 15-16). Itulah ibadah yang berkenan kepada Allah.

Kita wajib menghormati pemimpin kita yang pengajarannya Alkitabiah dan hidupnya mempraktikkan firman Tuhan. Jangan sekadar menerima ajaran-ajaran populer yang menjerat kita dengan rupa-rupa ritual, yang pada dasarnya memuaskan keinginan daging kita karena menekankan perbuatan manusia lebih daripada karya Kristus. Karya Yesus Kristus satu-satunya yang memuaskan tuntutan Allah. Gantungkan seluruh iman dan harap Anda kepada Dia saja.

Tekadku: Aku mau belajar dari pemimpinku tentang kebenaran firman Tuhan dan bersama dengan dia mempraktikkannya agar aku bertumbuh menjadi dewasa rohani.

Penulis Ibrani bukan hanya peduli pengajarannya yang benar dapat diterima dan diterapkan dalam gereja para pembaca surat Ibrani, ia juga peduli dengan kehidupan doa dan kerohanian mereka. Kelihatannya penulis Ibrani ini mengenal dari dekat, bahkan mungkin pernah menjadi pemimpin gereja mereka. Oleh sebab itu, ia berbagi beban kerinduannya untuk melihat mereka bertumbuh dan kerinduannya untuk kembali berada di antara mereka agar mereka mendoakannya (ayat 18-19).

Kerohanian yang dipelihara dalam firman dan doa akan menumbuhkan kepedulian tinggi dari anak-anak Tuhan, baik terhadap pelayanan gereja maupun terhadap para pemimpin dan pengajar mereka. Penulis Ibrani yakin bahwa Tuhan Yesus, Gembala Agung gereja, akan memperlengkapi para pembaca suratnya dengan segala hal yang akan memampukan mereka menjadi berkat untuk orang lain (ayat 21). Tuhan Yesus akan berkarya dalam hidup mereka sehingga mereka akan memuliakan nama-Nya dengan hidup yang berkenan kepada-Nya, gereja pun akan bertumbuh. Oleh karena itu, penulis Ibrani tidak bosan-bosan menasihati mereka agar sikap mereka selalu terbuka untuk diajar. Hati mereka hangat untuk menyambut kedatangannya kelak bukan semata sebagai pengajar kebenaran, tetapi lebih lagi sebagai orang yang mengasihi mereka (ayat 22-23).

Sikap dan kepedulian pemimpin seperti penulis Ibrani ini harus kita hormati. Kita perlu belajar menjadi umat Tuhan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap gereja dan para pemimpinnya. Para pemimpin kita membutuhkan doa-doa kita agar mereka tetap setia mengajarkan kebenaran, meneladankan praktik-praktik hidup yang baik, dan berani menegur kesalahan dan dosa kita dengan hati yang penuh kasih. Mari kita mulai peduli terhadap para pemimpin gereja dengan mengindahkan pengajaran mereka.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)