Ibrani 5 (MAD2T*Pagi*02 Mei*Tahun 1)

Ibrani 5

Penjelasan Singkat
Keimaman Kristus

Isi Pasal
Kristus, Imam Besar kita yang Agung menurut peraturan Melkisedek.

Judul Perikop
Peringatan supaya jangan murtad (5:11--6:8)

Tafsiran: Setia seperti Kristus
Dengan kekuatan diri sendiri, tidak seorang pun sanggup setia kepada Allah. Tantangan dan godaan yang berat dapat menyebabkan seseorang tidak setia. Itu juga yang dialami oleh umat Israel. Oleh karena itu, Allah menyediakan perangkat keimaman dan seorang imam besar untuk menolong umat-Nya bertahan setia baik dalam perjalanan mereka menuju Tanah Perjanjian maupun ketika mereka sudah tiba di sana. Imam besar berfungsi mewakili umat manusia yang lemah dan berdosa untuk mendapatkan pendamaian dari Allah (ayat 5:1-2). Seorang imam besar harus mendamaikan dirinya terlebih dahulu dengan Allah sebelum ia menjadi pengantara bagi umat Allah (ayat 2-3). Meski memiliki kelemahan, oleh pemeliharaan Allah imam besar itu telah berperan memberikan andil yang besar bagi umat Israel sehingga mereka tetap setia kepada-Nya.

Penulis surat Ibrani kini memperkenalkan Kristus sebagai Imam Besar Agung yang melebihi para imam besar yang pernah memimpin kehidupan rohani umat Israel. Jauh melampaui Harun dan keturunannya yang ditetapkan Allah untuk menjadi imam besar, Kristus telah dipilih Allah untuk menjadi pengantara umat manusia dengan Allah. Dalam segala hal, Ia mampu menyelami dan mengerti penuh pergumulan umat Israel dan kelemahan mereka (ayat 4:15), bahkan Ia ikut menangis dan berdoa syafaat kepada Allah bersama dengan umat Israel dalam penderitaan mereka (ayat 5:7). Keunggulan Kristus adalah Ia tidak berdosa dalam ketaatan-Nya menjalankan kehendak Allah (ayat 4:15b; 5:8) sehingga permohonan-Nya didengar dan dikabulkan Allah (ayat 7-10).

Pendamaian telah berhasil dilakukan Kristus bagi kita di hadapan Allah. Sekarang, Ia mendampingi kita dalam menghadapi segala persoalan hidup ini. Hal ini merupakan jaminan keselamatan kita, penghiburan, serta kekuatan bagi kita untuk setia sampai akhir kepada-Nya.

Renungkan: Ketika Kristus bersama denganku, tidak ada hambatan yang dapat mengugurkan imanku.

11-14. Sebuah teguran yang keras. Penulis dengan jelas mengemukakan bahwa para pembacanya tidak berada dalam keadaan yang siap untuk menerima ajaran yang ia yakin harus diajarkan kepada mereka. Dia menyebut mereka sebagai lamban dalam hal mendengarkan. Akibat berada di dalam keadaan ini, tipologi mengenai Melkisedek mungkin ada di luar jangkauan pemahaman mereka. Jonathan Edwards pernah berkhotbah berdasarkan 5:12 dan diberinya judul Kepentingan dan Keuntungan dari Pengetahuan yang Menyeluruh Tentang Kebenaran Ilahi. Dia mencatat bahwa teguran ini tampaknya mencakup semua pembaca yang disapa di dalam surat ini, bahwa rupanya mereka tidak berkembang baik dalam hal doktrin maupun pengalaman, bahwa mereka tidak mengerti tentang Melkisedek, dan terlebih lagi, tidak memahami apa yang seharusnya sudah mereka pahami (The Works of President Edwards, IV, 1-15).

Kesimpulan penulis bahwa mereka belum memenuhi syarat untuk menjadi guru bagi orang lain sudah jelas. Selanjutnya, mereka sesungguhnya hanya memenuhi syarat untuk menerima kebenaran dasar atau susu saja. Sebagai anak kecil (nepios, bayi yang menyusu) mereka tidak mampu mencerna makanan yang lebih keras; selanjutnya, mereka bukan hanya tidak memiliki pemahaman akan kebenaran, namun mereka juga tidak berpengalaman dengan kebenaran. Tetapi mereka yang dewasa (teloi) mempunyai panca indera yang terlatih (gegymnasmena, olahragawan yang siap untuk bertanding). Mereka yang sudah demikian terlatih secara rohani memiliki kepekaan rohani sehingga mampu membedakan di antara yang benar dengan yang salah ketika memperoleh pembinaan. (Sepanjang seluruh nas ini, gambaran yang dipakai berubah-ubah; lihat Alf, IV, 103).

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)