Ibrani 6 (MAD2T*Mlm*02 Mei*Tahun 1)
Ibrani 6
Penjelasan Singkat
Bahaya dari kemurtadan
Isi Pasal
Peringatan terhadap percampuran hukum taurat dan kasih karunia. Bahaya dari mengecap karya Roh Kudus di dalam kasih karunia dan kemudian kembali pada upacara-upacara.
Judul Perikop
Berpegang teguh pada pengharapan (6:9-20)
Tafsiran: 6:1-3. Nasihat dilanjutkan. Sesudah memahami beberapa prinsip dasar mengenai Kristus, mereka dinasihati untuk tidak berhenti di situ saja tetapi melanjutkan terus untuk memperoleh perkembangan yang penuh dan kedewasaan untuk menampilkan pertumbuhan rohani yang sempurna. Mereka harus terus membedakan kebenaran yang hidup dengan bentuk-bentuk yang mati sebagaimana dijumpai di dalam aneka peraturan mengenai pembasuhan, pembaptisan dan ritual Yudaisme. Pada ayat 3 penulis mengindentifikasi dirinya dengan para pembaca dan mengungkapkan ketergantungan dirinya sendiri kepada Allah.
4-8. Beberapa di antara mereka sudah bergerak menuju kepada kedewasaan; yang lain telah murtad. Mereka inilah yang kini dikemukakan untuk memperkuat peringatan yang baru saja diberikan - agar berjalan terus menuju kedewasaan. Nas ini hendaknya tidak dipahami menurut sistem theologi tertentu, tetapi menurut konteksnya sendiri. Prinsip-prinsip pertama yang dipelajari adalah subjeknya. Kini penulis berbicara mengenai orang -orang yang setelah memperoleh pengajaran tentang prinsip-prinsip dasar tersebut kemudian berbalik meninggalkan Kristus. Sekarang mereka merupakan musuh Kristus dan musuh keselamatan yang terdapat di dalam Dia.
Penulis memang bermaksud untuk melukiskan sebuah kebinasaan yang sangat parah supaya mereka yang tergoda oleh kemurtadan memperoleh contoh yang paling kuat. Persoalannya jelas: Kristus atau bukan Kristus, iman yang menyelamatkan atau ketidakpercayaan, menderita hajaran-Nya atau ikut bergabung dengan orang-orang yang mengkhianati dan membunuh Dia. Kata-kata yang dipakai merupakan istilah-istilah yang kuat. Hapas photisthentas berarti sekali dan untuk selamanya diterangi hatinya (bdg. pernah diterangi hatinya). Mengecap di dalam leksikon-leksikon yang baru diterjemahkan sebagai menjadi kenal. Mendapat bagian, terjemahan dari metochous, berarti semua yang memperoleh bagian (Alf, IV, 109). Semua istilah ini menunjukkan adanya pengetahuan dan keterlibatan yang cukup luas dari mereka yang pernah diterangi. Bahkan mukjizat cukup dikenal oleh mereka yang kini ditampilkan sebagai menentang Kristus.
Pandangan yang agak berbeda mengenai nas ini juga bisa saja. Ayat 6 dapat diterjemahkan menjadi jika mereka murtad. Di dalam hal ini penulis tidak berpikir mengenai tindakan murtad tertentu, apalagi di antara pembacanya (ay. 9). tetapi mengingatkan bahwa ketidaksediaan untuk bertumbuh di dalam kehidupan Kristen berarti kemunduran, yang ujungnya mungkin adalah kemurtadan. Jika seseorang sampai menjadi murtad sesudah mengecap karunia surgawi, maka kemurtadan tersebut tidak mungkin digolongkan sebagai dosa biasa sebab mencakup di dalamnya suatu penolakan terhadap yang disediakan Allah di dalam Kristus (kembali menyalibkan Anak Allah). Oleh karena itu baginya harapan untuk bisa dibaharui kembali menjadi lenyap, sebab Allah tidak memiliki jalan yang lain jika Kalvari sudah ditolak.
Di dalam memilih untuk menolak Kristus, seseorang yang murtad sangat mirip dengan ladang yang hanya menghasilkan duri dan rumput berduri sekalipun tanah tersebut menerima curahan hujan yang memadai dan diolah sedemikian rupa karena diharapkan dapat memberikan hasil yang memuaskan. Seseorang tidak mungkin salah di dalam melihat peringatan yang langsung dan kuat kepada pembaca yang tergoda untuk meninggalkan Kristus ini. Sesungguhnya, apa yang berlaku bagi orang-orang percaya abad pertama ini masih berlaku hingga sekarang.
Jikalau saudara merasa kuatir atau gelisah mengenai apa yang dibaca dalam pasal 6:4-8 kemarin, maka firman Tuhan hari ini diberikan juga oleh Tuhan kepada Saudara! Peganglah sesuatu yang tidak dapat diubah atau digeser! Kalau memang janji keselamatan yang diberikan oleh Allah menjadi sauh kita, maka kita sepenuhnya selamat. Keselamatan memiliki dua dimensi: kini dan kelak. Dalam perjalanan hidup Kristen, masih banyak menghadapi tantangan dan pencobaan. Kita harus terus bertumbuh dan mengembangkan diri dalam kerja dan pelayanan kita
Janji kepada Abraham dan kita. Setelah Allah memberi perintah kepada Abraham untuk jangan membunuh anaknya Ishak dan sebagai penggantinya menyediakan seekor domba jantan (Kej. 22:11-14), maka Allah memberi janji kepada hamba-Nya yang dikutip dalam ayat 14 ini, yang berarti bahwa keturunan Abraham akan menerima dan membagi berkat keselamatan. Supaya janji tersebut diperkuat dua kali lipat, Allah tidak hanya bersumpah, tetapi bersumpah demi diri-Nya sendiri, Allah yang kekal dan yang tidak mungkin berubah!
Renungkan: Banyak orang berusaha mendapat jaminan bagi hidupnya, jangan cari di tempat lain. Sebab janji dan firman Allah dapat