Wahyu 1 (MAD2T*Pagi*20Mei*Tahun 1)

Wahyu 1

Penjelasan Singkat
Hal mengenai kedatangan Kristus

Isi Pasal
Penglihatan Yohanes di Patmos dan Perintah untuk menulis.

Judul Perikop
Judul (1:1-3)
Salam kepada ketujuh jemaat (1:4-8)
Penglihatan Yohanes di Patmos (1:9-20)

Tafsiran: Mengapa bukan kitab pengajaran doktrin akhir zaman yang sistematis dengan poin-poin yang lugas, dibantu peta waktu yang lengkap detil kronologisnya.  Mengapa kitab Wahyu ada dalam bentuk seperti yang kita temukan sekarang? Alasan utamanya sederhana saja: Allah di dalam Kristus yang membuatnya seperti demikian; Ia memilih untuk mengaruniakan-Nya dalam bentuk seperti ini (ayat 1). Lalu apa maksudnya? Atau yang lebih penting, apa maksud-Nya?

Kitab Wahyu bukanlah bahan kursus tertulis jarak jauh bagi Kristen yang kebetulan punya waktu luang lebih dan tertarik (bila bukan terobsesi) dengan hal-hal akhir/eskatologi. Yohanes mencatatnya, dan Kristus mengaruniakannya bagi jemaat Kristen yang sedang menderita yaitu Kristen yang terperangah menyaksikan (dan mengalami!) kuasa dunia yang jahat dan dahsyat! Intipati dari apa yang ada di dalam kitab Wahyu telah digemakan pada ayat-ayat yang kita baca sekarang. Kitab ini ditulis agar Kristen mengetahui hal-hal yang akan segera terjadi (ayat 1); sebab, apa yang akan terjadi itu adalah penghiburan bagi mereka (ayat 3). Jati diri Yesus, Tuhan mereka pun menjadi penghiburan dan teladan bagi mereka. Kristus adalah Sang Saksi yang setia dan terus mengasihi kita (ayat 5). Kuasa-Nya yang dahsyat telah nyata dari karya-Nya menyelamatkan Kristen dari dosa (ayat 5), dan akan terus nyata melalui segala sesuatu yang ia sedang dan akan kerjakan selanjutnya (ayat 7-8).

Mengapa Allah kini mengaruniakan Anda kesempatan untuk membaca, menggali, dan merenungkan kitab Wahyu? Agar iman Anda makin teguh, hati Anda makin berserah, dan karya kesaksian Anda makin nyata dalam dunia. Semua ini adalah demi Tuhan kita, yang bagi-Nya “kemuliaan dan kuasa sampai selama-lama-Nya” (ayat 6).

Renungkan: Taatilah Tuhan dalam segala sesuatu, karena hanya dalam ketaatan berita kitab Wahyu menjadi kabar bahagia bagi kita.

Kita tidak asing dengan kata 'Imanuel' yang berarti 'Allah menyertai kita, ' karena berkaitan dengan pribadi Yesus sendiri (bdk. Mat. 1:23). Penyertaan Yesus di dalam hidup kita bukan hanya pada waktu senang tetapi juga dalam keadaan sulit. Firman-Nya, "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat. 28:20). Namun beratnya tantangan dan pergumulan bisa membuat kita bertanya, "Di manakah Tuhan?"

Itulah yang sedang dihadapi gereja perdana. Pemerintahan kekaisaran Romawi yang keji dan semena-mena telah merampas hak azasi mereka. Karena penderitaan yang berlarut-larut banyak yang mulai meragukan kehadiran dan penyertaan Tuhan. Di tengah situasi seperti itu, Yesus menguatkan gereja-gereja-Nya: Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia dan Laodikia (Wahyu 1:9-11), yang mewakili gereja Tuhan dari segala abad dan tempat. Yesus memberikan penglihatan kepada Yohanes di pulau Patmos. Sebagai pernyataan bahwa Dia selalu hadir dan menyertai umat-Nya.

Kehadiran Yesus menyertai gereja-Nya dilukiskan sebagai Anak Manusia dengan segala kuasa dan kemuliaan-Nya di tengah-tengah tujuh kaki dian emas (Wahyu 1:12-16). Sebutan Anak Manusia menunjuk kepada pribadi Mesias, penguasa alam semesta, yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan kekal sebagai Raja dan kerajaan-Nya tidak akan musnah (bdk. Dan. 7:13-14). Kepada Yohanes yang juga mengalami penderitaan karena kesaksiannya (Wahyu 1:9), Yesus berfirman, "Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut." (Wahyu 1:17b-18). Sekali lagi Yesus menegaskan kemuliaan, kekuasaan dan kedaulatan-Nya.

Secara kasat mata kita tidak dapat melihat kehadiran Tuhan. Namun sesuai firman-Nya kita mengimani bahwa Dia selalu hadir dan tidak pernah meninggalkan kita. Jangan pernah sekalipun meragukan penyertaan-Nya, betapa pun berat pergumulan dan tantangan hidup. Kita harus percaya kepada-Nya selalu dan berpegang pada firman-Nya.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)