Wahyu 10 (MAD2T*Pagi*29 Mei*Tahun 1)

Wahyu 10

Penjelasan Singkat
Kitab yang dimakan

Isi Pasal
Penjelasan sisipan (sampai Wahyu 11:14). Malaikat dan kitab kecil. Kitab dimakan.

Judul Perikop
Kitab terbuka (10:1-11)

Tafsiran: Setelah enam malapetaka yang merupakan pembalasan sekaligus peringatan terhadap umat manusia, tampillah malaikat dalam sosok raksasa yang merepresentasikan pemberlakuan kekudusan, keadilan, belas kasihan dan kesetiaan perjanjian serta pimpinan Allah atas umat-Nya. Sifat dan sikap Allah tersebut berlaku universal dan tersimpul dalam firman-Nya, yakni Injil (gulungan kitab yang terbuka). Seruan pemberlakuan karakter Allah di seluruh muka bumi itu dahsyat dan mengundang gema mengenai masa depan yang akan dicapai melalui pemberlakuan karakter Allah secara universal. Namun demikian, ketika Yohanes sang pelihat bermaksud menuliskan hal tersebut, ia dilarang (ayat 4). Dengan demikian, gambaran tentang masa depan belum saatnya dikemukakan.Meskipun begitu, suatu kepastian dikemukakan bahwa masa toleransi Ilahi atas respons umat manusia yang terus-menerus menolak Allah dan Kristus-Nya serta memusuhi umat-Nya tidak akan berlaku selamanya. Saat murka dan penghukuman terakhir akan tiba dan tidak akan ditunda, meskipun untuk itu pemberontakan manusia harus terlebih dulu mencapai puncaknya.

Menjelang kedatangan saat yang paling menentukan itu, si pelihat menerima titah untuk menyampaikan Firman Allah kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa. Perlambangannya adalah memakan gulungan kitab tersebut, yang terasa manis di mulut namun pahit di perut. Maksudnya, keindahan firman Allah, yakni Injil itu, sebanding pula dengan konsekuensi yang dituntut bagi para pemberita dan orang-orang yang setia padanya. Injil seperti kata Paulus, "adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya" (Rom. 1:16), tetapi juga, karena kesaksiannya yang tuntas tentang Kristus dan karya-Nya, menuntut kesetiaan yang total yang tidak jarang harus dibayar dengan kepahitan penderitaan.

Renungkan:
Di tengah dunia yang sarat dengan kebobrokan moral dan perlawanan terhadap Kerajaan Allah, ternyata Allah terus berkarya menyatakan karakter-Nya. Bersama dengan itu, tersedia jugalah hukuman setimpal bagi keberdosaan umat manusia yang enggan bertobat.

Malaikat dengan Kitab Kecil (10:1-11).
Pasal sepuluh membahas suatu masa antara yang menyenangkan. Seorang malaikat lain yang kuat turun dari surga membawa kitab kecil di tangannya, dan ketika Yohanes akan mencatat apa yang baru saja dilihat olehnya, dia mendengar suara dari surga mengatakan, "Meteraikanlah apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan jangan menuliskannya" (ay. 4; bdg. Dan. 12:9). Rupanya Yohanes memang tidak mencatat apa yang dikatakan ketujuh guruh tersebut sehingga kita tidak mengetahui apa yang mereka katakan. Malaikat tersebut mengutarakan suatu pernyataan yang terkenal, dan sedikit banyak membingungkan - Tidak akan ada penundaan lagi, atau, bisa berarti: tidak akan ada waktu lagi. Swete menerjemahkan pernyataan ini sebagai berikut, "Tidak akan ada waktu antara lagi, tidak akan ada penundaan lagi." Pernyataan ini, dipadukan dengan pernyataan yang mengikutinya, "Akan genaplah keputusan rahasia Allah," meyakinkan kita bahwa tujuan dari penglihatan ini ialah mempersiapkan kita untuk menghadapi pencurahan penghukuman Allah yang terakhir, saat berakhirnya akhir zaman, dan saat musuh-musuh Anak Domba dihancurkan. Kitab kecil (ay. 8) yang harus diterima dan dimakan oleh Yohanes (bdg. Yeh. 3:1-3; Mzm. 19:11, 12; Yer. 15:16) tidak pernah dibuka sehingga isinya pasti menjadi bahan perdebatan. Tetapi Dusterdieck cukup benar, menurut hemat saya, ketika mengatakan bahwa isi dari kitab itu "tampaknya merupakan petunjuk dan penafsiran untuk pribadi yang diberikan kepada sang pelihat tentang berbagai penglihatan yang masih akan terjadi, dan yang masih akan berlanjut hingga kesudahan yang sempurna. Makin penting pokok-pokok dari nubuat berikutnya, makin wajarlah bahwa sang nabi memperoleh persiapan khusus"

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)