Wahyu 11 (MAD2T*Pagi*30 Mei*Tahun 1)

Wahyu 11

Penjelasan Singkat
Dua Saksi

Isi Pasal
Masa ketika orang bukan Yahudi sampai di akhir masa empat puluh dua bulan. Dua saksi dari surga akan bernubuat di bumi. Penghakiman terompet yang ketujuh.

Judul Perikop
Dua saksi Allah (11:1-14)
Sangkakala yang ketujuhNyanyian puji-pujian para tua-tua (11:15-19)

Tafsiran: Gereja yaitu umat Allah sejati dari segala zaman memiliki jaminan pasti dari Allah dan peran khusus Allah di tengah dunia yang jahat ini. Jaminan itu dilambangkan dengan perintah Allah agar Yohanes mengukur Bait Allah, tanda kepemilikan dan perlindungan Allah atas semua umat-Nya (ayat 1). Jaminan itu diberikan terutama terhadap kenyataan bahwa bangsa-bangsa yang tetap mengeraskan hati menolak Injil akan menganiaya umat Tuhan dan dengan demikian berarti juga menghina Tuhan (ayat 2).

Justru di tengah kesulitan dan tekanan aniaya yang keji itu Gereja dilengkapi menjalankan dua peran, yaitu keimamatan dan kenabian yang dilambangkan sebagai dua saksi (ayat 4-5). Kuasa Allah akan menyertai mereka sehingga tanda-tanda penghukuman Allah melalui mereka terjadi terhadap orang yang melawan mereka (ayat 4-6). Seperti halnya Yesus mati kemudian bangkit, Gereja yang menderita pun mengalami kegetiran derita dan kegelapan maut, tetapi bersama Yesus, umat Allah terjamin kekal bersama Allah (ayat 11). Apabila Gereja sejati diukur untuk masuk dalam pemeliharaan Allah, dunia yang berontak dibatasi lingkup kejahatan mereka (42 bulan saja ayat 2) dan ditentukan untuk binasa (ayat 13). Fakta tersebut kelak akan menjadi topik utama liturgi sorgawi dalam kekekalan (ayat 15-19).

Kisah penderitaan umat Allah karena iman kepada Yesus sedang terjadi juga di beberapa tempat di Indonesia. Menderita karena beriman kepada Yesus dan karena memberlakukan kebenaran firman adalah kehormatan bagi orang Kristen. Penderitaan demikian justru menunjukkan orang Kristen sedang ambil bagian dalam prinsip "hancur-tumbuh/mati-bangkit" yang sudah Yesus jalani. Kita perlu kreatif menemukan peluang menjalankan panggilan keimamatan dan kenabian justru dalam situasi-situasi sulit.

Prinsip: Inilah waktu berharga Allah bagi Gereja untuk menyaksikan Injil dan menegaskan bahwa hukuman-Nya akan jatuh bagi mereka yang menolak kebenaran.

Dua Orang Saksi di Yerusalem (11:1-12).
Pasal 11 merupakan pasal yang senantiasa paling menarik bagi saya. Pemandangan ini jelas terjadi di Yerusalem, yang sekalipun secara rohani disebut sebagai Sodom dan Mesir (ay. 8; bdg. Yes. 1:9, 10) secara khusus disebut sebagai tempat di mana juga Tuhan mereka disalibkan. Rangkaian peristiwa yang terjadi di sini belum pernah terjadi, namun akan terjadi secara harfiah "di kota suci ini" pada akhir zaman.

13, 14. Pada saat kenaikan kedua saksi tersebut, di Yerusalem terjadi gempa bumi yang dahsyat sehingga menewaskan tujuh ribu orang, dan orang-orang lain sangat ketakutan lalu memuliakan Allah yang di sorga (ay. 13). Kita tidak menemukan adanya tanda-tanda pertobatan di sini, hanya suatu ketakutan yang segera berlalu.

Sangkakala Ketujuh dan Pemandangan di Surga (11:15-18).
Seperti dengan pembukaan meterai, pada saat malaikat meniup sangkakala yang ketujuh, tidak ada peristiwa tertentu yang langsung terjadi sesudahnya dan tidak diumumkan adanya penghukuman tertentu. Dengan ditiupnya sangkakala ini kita menyaksikan sebuah pemandangan di surga dan Salah satu pernyataan yang paling megah tentang Kristus di dalam Alkitab, "Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapi-Nya, dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya" (ay. 15). Perhatikan bahwa di sini disebutkan pemerintahan (bentuk tunggal) sehingga dunia berada di bawah satu pemerintahan yang kuat.

Pengumuman ini diikuti dengan sebuah nyanyian pujian yang dinyanyikan oleh kedua puluh empat tua-tua yang dilukiskan tersungkur di hadapan Allah. Dengan pengumuman bahwa pemerintahan Allah melalui Kristus sudah dekat, kepada kita disajikan sebuah rangkuman yang jelas (ay. 18) mengenai rangkaian peristiwa yang akan terjadi: (1) bangsa-bangsa akan murka; maksudnya: akan terdapat sebuah usaha untuk menyerang Kristus dan umat-Nya; (2) murka Allah akan dicurahkan sesaat lagi: (3) orang-orang mati akan dihakimi; (4) orang-orang percaya yang di sini dibagi menjadi tiga kelompok - para nabi, orang-orang kudus dan orang-orang yang takut akan nama-Nya, akan memperoleh pahala; (5) para perusak kini akan dihancurkan. Dari semua ini orang dapat menyimpulkan dengan pasti bahwa pada saat Kristus akan mengambil alih kepemimpinan di bumi selaku Raja, kebencian bangsa-bangsa di dunia terhadap umat Allah akan meningkat dan perlawanan terhadap Injil juga demikian.

11:19. Sebagian besar penafsir akan setuju bahwa 11:19 sebaiknya dianggap sebagai pendahuluan dari apa yang akan disingkapkan pada pasal 12. Kembali di sini, seperti pada permulaan nas tentang tujuh meterai (4:5) dan tujuh sangkakala (8:5), terdapat kilat, suara, guntur dan gempa bumi. Apa yang sekarang dilihat oleh Yohanes di surga - sebuah Bait Suci Allah dan sebuah tabut perjanjian - menimbulkan masalah penafsiran. Yang dimaksudkan tidak mungkin tabut sesungguhnya yang dibawa Israel ketika mengembara di padang gurun (sebagaimana ditandaskan beberapa penafsir): sebab tabut tersebut sudah tidak ada bahkan pada zaman Kristus sekalipun. Kata yang diterjemahkan dengan Bait Suci di sini ialah naos, yang artinya "ruang maha kudus," bagian yang paling dalam dari Bait Suci. Ketika Kota Kudus turun dari surga, dikatakan bahwa tidak akan ada Bait Suci di sana (21:22).

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)