Wahyu 9 (MAD2T*Pagi*28 Mei*Tahun 1)
Wahyu 9
Penjelasan Singkat
Bintang yang jatuh dari langit
Isi Pasal
Penghakiman dari terompet kelima dan keenam.
Judul Perikop
Sangkakala yang kelima (9:1-12)
Sangkakala yang keenam (9:13-21)
Tafsiran: Penghakiman Allah atas bumi sebagai bagian dari kesulitan besar masih berlanjut. Yohanes melihat bintang yang jatuh ke atas bumi, yang menerima anak kunci lubang jurang maut (Wahyu 9:1). Dari lubang jurang maut itulah keluar belalang-belalang.
Belalang-belalang itu ditugaskan bukan untuk merusak tumbuhan maupun pepohonan. Bagai sebuah gerombolan, belalang-belalang itu bertugas menyiksa manusia selama lima bulan. Namun belalang-belalang itu tidak diberikan otoritas untuk membinasakan orang (Wahyu 9:5).
Tidak seorang pun dapat menghindarkan diri dari penghakiman itu, tetapi orang-orang kudus yang memiliki meterai Allah di dahinya akan terlindung dari penghakiman tersebut (Wahyu 9:4). Meterai Allah memang merupakan tanda kepemilikan dan perlindungan Allah.
Walau tidak berakibat fatal atau mematikan, sengat belalang-belalang itu akan menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat. Rasa sakit itu sedemikian rupa sampai membuat orang-orang yang terkena sengat merasa ingin mati, tetapi tidak bisa (Wahyu 9:6).
Sungguh ironis respons manusia yang tidak percaya kepada Allah. Allah telah memberikan masa lima bulan sebagai batas waktu berlangsungnya siksaan itu. Ini memperlihatkan bahwa Allah belum bermaksud menghukum manusia untuk selama-lamanya. Itu berarti kehadiran belalang-belalang dalam waktu lima bulan merupakan alat untuk memperingatkan manusia, dengan tujuan agar manusia bertobat dan berbalik kepada Allah. Namun sayang, manusia malah merespons dengan keinginan untuk melepaskan diri dari penghakiman Tuhan dengan cara mati. Waktu lima bulan adalah waktu untuk bertobat dan bukan untuk mati.
Penglihatan Yohanes ini menjadi sebuah peringatan keras bagi kita untuk peka terhadap segala sesuatu yang mungkin saja merupakan teguran Tuhan. Kepekaan kita dapat terbentuk bila kita memiliki kedekatan dengan Dia. Karena itu jalinlah persekutuan dengan Dia hari lepas hari melalui dengar-dengarkan akan firman-Nya. Maka bacalah Alkitab tiap- tiap hari.
Yohanes menyaksikan bagaimana kekuatan jahat yang dilepaskan atas seizin Allah itu begitu mengerikan. Kekuatan jahat itu adalah empat malaikat yang sebelumnya diikat (Wahyu 9:14), kemungkinan besar karena dihukum Allah. Keempat malaikat itu dilepaskan untuk menjalankan suatu tugas khusus, yaitu untuk membunuh sepertiga jumlah manusia (Wahyu 9:15). Selain itu ada juga dua ratus juta pasukan berkuda, yang dari mulutnya keluar api, asap, dan belerang (Wahyu 9:17-18).
Kalau kita perhatikan maka bala ini akan jauh lebih hebat bila dibandingkan dengan bala yang dalam bacaan kemarin, yaitu belalang. Pada ekor belalang terdapat kuasa untuk menyakiti manusia (Why. 9:10), tetapi kuda-kuda dalam bacaan hari ini punya kuasa untuk membunuh manusia (Wahyu 9:18).
Meski bala ini sedemikian hebat, ternyata masih saja ada manusia yang tidak mati akibat bala ini, tetapi tetap mengeraskan hati. Mereka tidak bertobat dan masih terus berbuat dosa dengan menyembah roh jahat dan berhala, membunuh, berbuat cabul, dan mencuri (Wahyu 9:20-21). Sungguh bebal! Padahal Tuhan masih memberikan kesempatan bagi mereka untuk hidup, karena hanya sepertiga jumlah manusia saja yang mati. Dan kesempatan itu sesungguhnya merupakan kesempatan untuk menikmati kasih karunia Tuhan bila mereka mau bertobat dan berbalik kepada Tuhan. Namun mereka memakai kesempatan itu untuk terus menerus berkubang dalam dosa.
Ternyata bukan Tuhan yang kurang sabar terhadap manusia yang berdosa, melainkan manusialah yang terus menerus mengeraskan hati terhadap teguran, peringatan, dan kesempatan untuk bertobat yang telah diberikan Tuhan. Setelah mengalami penderitaan dan kehancuran pun, manusia masih saja hidup membelakangi Tuhan. Betapa gelapnya hati manusia yang tidak mau percaya kepada Tuhan.
Karena itu pekalah terhadap setiap teguran Tuhan yang kita dengar. Jangan pernah mengeraskan hati, karena lama-lama kita bisa jadi bebal. Doakan juga orang-orang yang masih mengeraskan hati terhadap Tuhan, agar terbuka dan mau menerima Tuhan.