Kej 19 (MAD2T*29 Jun*Tahun 1)

Kejadian 19

Penjelasan Singkat
Musnahnya Sodom

Isi Pasal
Kehancuran Sodom dan Gomora. Lot kembali melakukan perbuatan yang tercela dan melarikan diri.

Judul Perikop
Sodom dan Gomora dimusnahkanLot diselamatkan (19:1-29)
Lot dan kedua anaknya perempuan (19:30-38)

Tafsiran: Secara logika seharusnya orang benar jangan hidup bersama-sama dengan orang fasik (bdk. Mzm. 1:1). Kenyataannya, daya pikat dunia dan kehidupan orang fasik begitu menarik sehingga banyak orang benar yang tertarik untuk bergaul dengan mereka. Padahal seharusnya orang benar tidak tahan dengan kejahatan yang mereka lihat setiap hari.

Lot adalah orang benar yang hidup di tengah orang fasik, walaupun jiwanya tersiksa (Kejadian 19:2Ptr. 2:6-8). Nas kita dimulai dengan informasi tentang Lot yang duduk di pintu gerbang Sodom. Dalam dunia kuno, kota dikelilingi oleh tembok sehingga ada pintu gerbang. Itu adalah tempat yang paling penting di kota karena semua transaksi biasanya dilakukan di situ. Para penatua juga duduk di situ. Bila Lot duduk di situ berarti ia sudah menjadi bagian dalam kehidupan Sodom.

Saat Lot melihat dua orang asing datang, ia sujud kepada mereka dengan mukanya sampai ke tanah (bdk. Kej. 18:2). Ia memohon supaya mereka mau menginap di rumahnya. Dalam dunia kuno, orang wajib menyediakan tempat bermalam bagi para musafir, keselamatan orang-orang asing tersebut sangat tergantung kepada keramahan penduduk setempat. Undangan Lot agar orang asing tersebut menginap di rumahnya dan meninggalkan kota sampai pagi bertujuan supaya orang Sodom tidak mengetahui kedatangan mereka (Kejadian 19:2).

Namun orang Sodom sempat tahu dan memaksa Lot menyerahkan kedua orang itu. Sayangnya Lot tidak memiliki pengaruh di Sodom sehingga ia pun dihina saat mencoba melindungi tamunya (Kejadian 19:9). Kedua orang yang adalah malaikat itu lalu membutakan mata semua orang hingga mereka berdua pun selamat (Kejadian 19:10-11).

Kehidupan orang benar di tengah orang fasik adalah dilema yang banyak dihadapi orang percaya. Memang baik jika orang benar memberikan pengaruh positif di lingkungannya. Namun bila situasi sekitar begitu kuat dipengaruhi dosa, jangan sampai terbawa kefasikan mereka. Bila membahayakan, kita harus minta pimpinan Tuhan tentang apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya.

Allah kita adalah Allah yang adil dalam menghakimi dosa seperti yang digambarkan oleh pernyataan bahwa Allah akan turun untuk melihat kejahatan Sodom sebelum menjatuhkan hukuman (Kej. 18:21). Selain adil, Allah juga penuh anugerah dan dalam murka-Nya Ia tetap mengingat kasih sayang kepada orang-orang yang Dia kasihi.

Nas hari ini menunjukkan bahwa dalam anugerah-Nya, Allah berinisiatif untuk menyelamatkan Lot dan keluarganya. Ini jelas merupakan kemurahan Allah karena dalam negosiasi-Nya dengan Abraham, Ia tidak menyatakan bahwa sebelum menghancurkan Sodom, orang benar perlu diselamatkan. Dalam kota tersebut hanya Lot dan mungkin kedua anak perempuannya yang dapat dikategorikan sebagai orang benar, sehingga kurang dari sepuluh orang benar yang menjadi persyaratan agar Sodom tidak dihancurkan (Kej. 18:32).

Lot tidak memiliki pengaruh apa pun di Sodom. Ia pun tidak berkuasa membujuk kedua calon menantunya untuk melarikan diri bersama dia. Istrinya pun menjadi tiang garam karena tak rela meninggalkan Sodom (Kejadian 19:14, 26). Bahkan Lot pun seperti tidak rela meninggalkan Sodom sehingga malaikat harus menarik tangannya dan keluarganya untuk meninggalkan Sodom (Kejadian 19:16). Bukan hanya enggan melepaskan hartanya, Lot juga terus memikirkan kenyamanan dirinya sehingga ketika disuruh untuk lari ke pegunungan (Kejadian 19:17), ia meminta supaya ia boleh lari ke kota yang dekat saja (Kejadian 19:20). Kita melihat bahwa kesabaran Tuhan sungguh luar biasa dalam menghadapi Lot yang masih memikirkan harta dunia dan kenyamanan. Tuhan tetap memberikan pertolongan dan kasih karunia-Nya.

Sungguh Allah kita berlimpah dalam kasih karunia dan kesabaran yang begitu berlimpah. Begitu besar kasih-Nya sehingga dalam murka-Nya pun Ia selalu mengingat umat-Nya. Oleh karena itu, jika Allah sedang mendisiplinkan kita karena kesalahan kita, janganlah takut untuk memohon ampun dan anugerah-Nya karena dalam murka-Nya pun, Ia mengingat kita dengan kasih sayang (bdk. Hab. 3:2).

Alkitab menunjukkan bahwa tidak semua umat Allah akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga (bdk. Mat. 7:21-23), karena memang tidak semua umat Allah sungguh-sungguh beriman kepada Tuhan (bdk. dengan istilah "Kristen KTP"). Generasi pertama yang keluar dari Mesir misalnya adalah generasi yang secara umum tidak beriman (bdk. Bil. 14:11), dan karenanya Allah bersumpah bahwa mereka tidak akan masuk ke dalam perhentian Allah (Mzm. 95:8-11).

Sayang, umat yang sungguh-sungguh beriman juga belum tentu dapat menyelesaikan hidup ini dengan baik. Lot adalah contoh orang benar yang tidak menyelesaikan pertandingannya dengan baik. Petrus berkata bahwa Lot adalah orang benar (Kejadian 19:2Ptr. 2:6-8), tetapi nas kita menunjukkan catatan terakhir mengenai Lot, yaitu ia tidak mempunyai pengaruh positif bagi masyarakat Sodom, bahkan bagi keluarganya sendiri.

Semua orang kota Sodom menghina Lot ketika ia mencoba mencegah mereka menganiaya tamunya (Kejadian 19:9). Kedua calon menantunya juga menganggap dia berolok-olok (Kejadian 19:14), istrinya tidak rela meninggalkan harta mereka (Kejadian 19:26), dan dalam catatan terakhir mengenai Lot, kedua puterinya membuat Lot mabuk supaya mereka dapat tidur dengan ayah mereka untuk mendapatkan keturunan (Kejadian 19:31-35) yang kelak menjadi dua bangsa yang tidak mengenal Tuhan, yaitu Moab dan Amon (Kejadian 19:35-38). Kedua bangsa ini tidak mau bersahabat, bahkan selalu menjadi musuh bagi bangsa Israel, bangsa sepupu mereka.

Orang benar adalah garam dan terang yang seharusnya memberikan pengaruh yang positif, menerangi dunia yang penuh kegelapan ini, di mana pun ia berada. Orang benar yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya menjadi tidak berguna selain dibuang dan diinjak orang (Mat. 5:13). Sayang tidak semua orang benar menjalankan hidup sesuai panggilannya hingga dapat mengakhiri hidup dengan benar. Karena itu marilah kita terus mengingat dan melakukan apa yang Paulus katakan "Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar" (Flp. 2:12) supaya kita dapat seperti Paulus, mengakhiri pertandingan kita dengan baik (Kejadian 19:2Tim. 4:7).

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)