Wahyu 14 (MAD2T*02 Jun*Tahun 1)

Wahyu 14

Penjelasan Singkat
Tuaian di bumi

Isi Pasal
Penglihatan tentang Anak Domba dan 144.000 orang Israel yang dimeterai. Malaikat dengan Injil yang kekal. Kehancuran Babel. Ajal para penyembah binatang. Kebahagiaan orang mati yang kudus. Penglihatan tentang Harmagedon.

Judul Perikop
Anak Domba dan pengikut-Nya yang ditebus-Nya (14:1-5)
Pemberitahuan tentang penghakiman (14:6-13)
Tuaian di bumi (14:14-20)

Tafsiran: Tekanan penderitaan dan tipu muslihat Iblis berhasil membuat orang berpaling dari Tuhan kepada penyembahan berhala, tetapi tidak berhasil memengaruhi umat Allah sejati. Sebaliknya dari menyembah ilah-ilah palsu dan tertipu oleh tanda ajaib yang datang dari Iblis, umat Allah memelihara diri mereka murni dalam iman. Mereka menyadari benar jatidiri mereka sebagai pengantin Kristus. Wahyu menggambarkan bujuk rayu Iblis seumpama rayuan para pelacur yang ingin bertujuan menodai keperjakaan para pahlawan iman milik Kristus (ayat 4). Akan tetapi dengan menanamkan dalam-dalam kesadaran bahwa mereka telah ditebus dengan kurban darah Yesus sendiri, mereka pun hidup sebagai kurban-kurban pujian bagi sang Penebus.

Para saleh itu berjumlah 144.000 orang, suatu jumlah simbolis yang menekankan kelengkapan semua umat terdiri dari umat PL dan PB. Mereka tidak termakan oleh hujatan yang keluar dari para pengikut Iblis. Mulut mereka tidak berdusta; hidup mereka tidak bercela sebab hati dan kelakuan mereka sepenuhnya dikuduskan untuk memuliakan Allah (ayat 5). Hanya mereka yang telah mengalami keselamatan dari kurban Yesus, yang tahu dan mampu menaikkan nyanyian baru kepada Allah. Ketika mereka menyanyi, pujian itu terdengar bagaikan desau air bah dan deru guruh yang dahsyat (ayat 2a) dan juga seperti bunyi kecapi yang indah (ayat 2b).

Puji-pujian umat Allah seperti halnya firman dari Kristus berdampak ganda. Hal yang intinya adalah memuji meninggikan Allah berdampak menjadi suara-suara penghukuman ngeri bagi orang yang melawan mereka. Tanpa perlu membalas kejahatan, hal memelihara kemurnian iman dan terus meninggikan Allah cukup untuk membuat orang jahat terhukum di hadapan Allah. Orang Kristen sejati berjuang mematutkan diri agar menjadi kurban sulung bagi Dia yang lebih dulu telah berkurban bagi kita.

Dari bukit Sion, penglihatan beralih ke bumi. Ketiga malaikat muncul. Malaikat pertama, mengumandangkan seruan pertobatan seraya membentangkan Injil kepada umat manusia. Malaikat kedua, mengumumkan keruntuhan Babel, simbol perikehidupan yang rusak moral, yang telah meracuni bangsa-bangsa dengan ketidakbermoralan. Malaikat ketiga, mengumumkan nasib akhir para pengikut dan penyembah sang binatang, yakni siksa neraka di hadapan Anak Domba dan malaikat-malaikat-Nya. Pengumuman itu merupakan suatu penghiburan bagi orang-orang kudus yang sedang berjuang di muka bumi karena iman mereka (ayat 13).Menyusul, penglihatan mengenai penuaian di bumi. Muncul dua sosok. Yang pertama seperti Anak Manusia bermahkota emas—yang dimaksud adalah Kristus—bersabit tajam, dan menurut waktu yang telah ditentukan Allah, Ia menuai. Artinya, masa dispensasi Ilahi telah berakhir. Sang Anak Manusia mengumpulkan orang-orang yang memiliki tanda nama-Nya dan nama Bapa-Nya di dahi mereka.

Sosok yang kedua, yakni malaikat, memiliki corak peran yang agak berbeda dalam penuaian itu. Muncul dari Bait Suci sorgawi dan bersabit tajam. Ia memotong buah-buah anggur yang sudah masak dan melemparkannya ke dalam kilangan besar yang merupakan lambang murka Allah. Itulah murka Allah sepenuhnya, bukan lagi sekadar malapetaka peringatan. Kali ini meliputi segenap umat manusia yang tidak termasuk milik Sang Anak Manusia.

Renungkan:
Bagi para pengikut setia Kristus, kematian maupun perjumpaan dengan Kristus pada kedatangan-Nya kembali merupakan penghiburan besar.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)