Wahyu 19 (MAD2T*07 Jun*Tahun 1)

Wahyu 19

Penjelasan Singkat
Perjamuan Kawin Anak Domba

Isi Pasal
Pasal yang disisipkan tentang apa yang sedang terjadi di surga sementara Kesengsaraan mengamuk. Haleluya, perkawinan Anak Domba, kedatangan kedua dalam kemuliaan, Armageddon, akhir dari binatang, Nabi Palsu, dan raja-raja.

Judul Perikop
Nyanyian atas jatuhnya Babel (19:1-5)
Perjamuan kawin Anak Domba (19:6-10)
Firman Allah (19:11-16)
Binatang serta nabinya dikalahkan (19:17-21)

Tafsiran: Bila di bumi, ketakutan dan kengerian menimpa semua orang yang tertuduh bersekongkol dengan Babel durjana, maka di surga sebaliknya. Di surga, yang terdengar adalah mazmur pujian melimpah dengan sukacita dan syukur. Hanya di perikop inilah di PB, ungkapan "haleluya" membahana memenuhi tingkap-tingkap langit surgawi, memuja-muja Allah (Wahyu 19:1, 3, 4, 6).

Tindakan Allah menghukum pelacur besar itu adalah tindakan keadilan dan keselamatan. Keadilan adalah bagi para martir, yang telah menjadi korban kekejian Babel (Wahyu 19:2). Keselamatan adalah bagi semua orang yang percaya dan berharap pada keadilan Allah. Sama seperti sorak sorai gembira para makhluk surgawi melihat satu jiwa diselamatkan (Lukas 15:7), tidak kalah gempitanya mereka menyaksikan dibungkamkannya untuk selamanya para penyesat jiwa-jiwa tersebut.

Kemenangan atas para musuh Allah adalah kemenangan bagi gereja. Sorak sorai kegembiraan itu kini diarahkan menyambut pengantin perempuan Anak Domba, yaitu Gereja yang telah tekun setia tidak menyangkali iman. Mereka dikaruniai kain lenan halus putih, yang melambangkan kesalehan orang benar (Wahyu 19:8). Inilah saat keselamatan mencapai penggenapan puncaknya. Tak ada lagi teror godaan dosa, ancaman penderitaan, dan kengerian maut karena bersama dengan Sang Anak Domba, Gereja bagaikan mempelai wanita yang aman menikmati kasih mesra cinta mempelai pria.

Berbahagialah kita yang tidak kehilangan iman dan menyangkal Tuhan saat penderitaan datang menerpa dalam dunia yang melawan Allah. Saatnya akan tiba, Kristus menjemput Gereja. Kita adalah para undangan terhormat dalam perjamuan kawin yang kekal (Wahyu 19:9).

Renungkan: Di surga, air mata kepedihan sebab bergumul dengan dosa dan kefanaan dalam dunia akan diganti dengan air mata haru karena rengkuhan kasih dari anak Domba, Sang Juruselamat.

Paparan tentang Kristus dan kemenangan-Nya menjadi sangat jelas, lengkap, dan penuh. Dia adalah Panglima perang pasukan Allah yang telah menang perang melawan semua musuh Allah. Kuda putih melambangkan kemenangan. Panglima perang (Wahyu 19:11) dan seluruh pasukan (Wahyu 19:14) mengendarai kuda putih menyatakan kemenangan mutlak! Kristus menang atas semua musuh Allah. Ini adalah bukti bahwa Dialah "Yang Setia dan Yang Benar." Dialah Firman Allah yang hidup yang kekuasaan firman-Nya menghakimi dengan adil bagaikan pedang tajam (Wahyu 19:13-15). Kedahsyatan kuasa, kemuliaan, dan kekudusan-Nya tampil seperti yang Yohanes saksikan di ps. 1. Kristus setara dengan Allah sehingga nama-Nya tidak diketahui siapa pun (Wahyu 19:12). Kristus adalah pusat kasih Allah terhadap semua orang yang percaya kepada-Nya. Kristus adalah satu-satunya yang berhak atas mahkota kemuliaan (Wahyu 19:12). Dialah "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan" (Wahyu 19:16).

Semua musuh telah kalah mutlak. Hal ini digambarkan dalam dua ilustrasi. Pertama, ajakan kepada para burung pemakan daging untuk berpesta pora atas mayat-mayat musuh dari semua golongan (Wahyu 19:17-18). Kedua, ditangkap dan dibuangnya ke lautan api belerang yang menyala-nyala para pemimpin musuh yang ada di bumi (Wahyu 19:20). Tak ada musuh Allah yang luput dari pedang Kristus (Wahyu 19:21). Kemenangan Kristus diperoleh melalui curahan darah-Nya (Wahyu 19:13). Dialah penggenap firman Allah penuh dan sejati. Orang yang meski menderita karena bersetia iman dan berteguh dalam kebenaran adalah penunggang-penunggang kuda pasukan Kristus yang menang! Akan menjadi pecundangkah kita terhadap dunia, atau pemenang karena mengikut Sang Raja Pahlawan yang menang?

Nyanyikan: Dia nobatkanlah Sang Raja Penebus. Bahana surga bergema, memuji Dia t’rus. Hai bangun jiwaku, bernyanyilah serta. Memuji Jurus’lamatmu, kekal selamanya. (KJ No. 226)

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)