Wahyu 21 (MAD2T*09 Jun*Tahun 1)

Wahyu 21

Penjelasan Singkat
Gambaran tentang Yerusalem yang baru

Isi Pasal
Tujuh hal baru di masa Kerajaan bumi, orang-orang, Yerusalem, bait suci, cahaya, Surga (Pasal 22.).

Judul Perikop
Langit yang baru dan bumi yang baru (21:1-8)
Yerusalem yang baru (21:9--22:5)

Tafsiran: Kemenangan mutlak Kristus yang mengakhiri segala musuh Allah memuncak dalam langit dan bumi yang baru. Bukan sekadar diperbarui, atau edisi baru melainkan baru total. Transformasi total ini meliputi berbagai aspek. Bumi baru berarti kemanusiaan tak lagi dibelenggu dosa, penderitaan, dan maut (Wahyu 21:3-4). Langit baru berarti tak ada lagi penghalang komunikasi umat dan Allah. Yerusalem baru yang turun dari surga adalah umat yang telah ditebus oleh darah Kristus sehingga layak menjadi mempelai perempuan-Nya.

Dalam kesempurnaan surgawi, laut yang melambangkan perubahan dan kuasa kekacauan tidak akan ada lagi. Dengan dikalahkannya semua kuasa kekacauan itu, laut yang di dalam penglihatan Yohanes ini adalah tempat keluarnya binatang buas penyesat itu (lih. 13:1) telah takluk tuntas. Artinya, semua aspek bentuk kejahatan dan kekuatan pengancam kemanusiaan sudah dipunahkan selama-lamanya. Bersama dengan laut, demikian juga maut, perkabungan, ratap tangis, dukacita (Wahyu 21:3-4), laknat (Wahyu 22:3), dan malam (Wahyu 21:5) sirna oleh karena langit dan bumi dipersatukan. Oleh karena itu, penghuni surgawi pun tidak mungkin terdiri dari banyak orang yang masih hidup dalam kekejian, ketakutan, ketidakpercayaan, dan berbagai dosa lainnya (Wahyu 21:8)

Siapakah yang dapat menikmati surga mulia dengan segala kesempurnaannya? Hanya mereka yang telah datang untuk minum air kehidupan yang diberikan Kristus. Mereka yang menang atas bujuk rayu Iblis dan para pengikutnya untuk berpaling dari Allah dan menyembah dia (Wahyu 21:6-7). Hanya kita yang oleh anugerah Allah dalam Kristus diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12). Hanya kitalah yang setia menyembah Dia, bertekun menyaksikan Injil-Nya, dan bertahan sampai kesudahan segala sesuatu, akan menikmati kegenapan dan kepenuhan janji Ilahi surga.

Nyanyikan: Bila sangkakala menggegap dan zaman berhenti, fajar baru yang abadi merekah; bila nanti dibacakan nama orang tertebus, pada saat itu aku pun serta (KJ No. 278).

Bila Babel melambangkan manusia-manusia yang terbelenggu dan dimurkai Allah, maka Yerusalem baru adalah manusia umat yang sudah ditebus Kristus, milik Allah sendiri. Perikop terdahulu (Wahyu 21:1-8) menggambarkan lingkungan baru yang menjadi tempat umat Tuhan menikmati kekekalan, maka perikop ini menguraikan seperti apakah kehidupan umat Tuhan dalam langit dan bumi baru kelak.

Pertama, umat Tuhan penuh kemuliaan Allah (Wahyu 21:11-14). "Yerusalem", temboknya, pintu-pintu gerbangnya, bahkan batu-batu fondasinya memancarkan cahaya kemuliaan Allah yang tidak bisa dibandingkan dengan permata terindah sekalipun. Kedua, umat Tuhan penuh kekudusan Allah (Wahyu 21:15-21). Kota itu berbentuk kubus, sama seperti ruang maha kudus, tempat Allah bersemayam di bait Allah. Tempat yang dulu, hanya boleh dimasuki oleh Imam Besar, kini menjadi tempat persekutuan Allah-umat. Ketiga, semua umat tebusan akan masuk dalam jaminan keamanan pemerintahan Allah seperti dilambangkan dengan pengukuran kota Allah (Wahyu 21:15).

Keempat, kehadiran Allah nyata pada umat-Nya seperti berhadapan muka dengan muka (Wahyu 21:22-27), melampaui kemegahan bait suci yang pernah didirikan oleh Salomo. Terang Allah sendiri menerangi dan menjamin penuh segenap milik-Nya (Wahyu 21:25; 22:5). Hanya mereka yang sudah disucikan Kristus yang bisa masuk di kota suci ini (Wahyu 21:27). Kelima, inilah kehidupan sejati dan kekal yang dilambangkan oleh sungai air kehidupan yang mengalir dalam kota suci ini sehingga menumbuhsuburkan pohon-pohon kehidupan dengan buah dan daun yang berkhasiat (Wahyu 22:1-2). Inilah Taman Eden yang baru (band. Kej. ps. 2). Semua ini bukan impian, namun telah dan boleh kita cicipi lewat berbagai kesempatan beribadah, bersaat teduh, serta melayani Tuhan dan sesama.

Renungkan: Kesetiaan kita dalam iman membukakan nikmat surgawi yang mendorong kita semakin rindu berjumpa Tuhan dan mengalami saat Ia datang menjemput kita.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)