Kej 28 (MAD2T*08 Juli*Tahun 1)
Kejadian 28
Penjelasan Singkat
Mimpi Yakun dan nazarnya
Isi Pasal
Yakub di Betel dan perjanjian Abraham diteguhkan kepadanya melalui sebuah mimpi.
Judul Perikop
Mimpi Yakub di Betel (28:10-22)
Tafsiran: Apabila kita "terbawa" masuk ke dalam alur kisah ini, kita bisa merasakan tegangnya Yakub yang harus menipu ayahnya. Was-was takut ketahuan, gentar pada Esau, dan lain lagi. Kita bisa merasakan kemarahan Esau yang tertipu berulang kali, yang berubah menjadi keputusasaan karena kehilangan hak, dan segera bercampur kebencian. Kita bisa menyelami kebingungan Ishak akan apa yang sebenarnya terjadi, lalu berangsur harus merubah perasaan sayangnya kepada Esau untuk akhirnya menerima bahwa di balik itu ada pengaturan Ilahi. Dan kita bisa heran, kagum, atau jengkel melihat Ribka yang hanya berwenang mengatur dapur, kini menjadi master mind ("otak") yang memutarbalikkan jalan hidup keluarganya bahkan jalan sejarah dunia ke depan.
"Nasi sudah menjadi bubur, " inilah gambaran keadaan Esau dan Ishak. Sayang, Esau yang menyesal tidak belajar dari kesalahannya. Esau hanya ingin mengejar berkat, tetapi tidak menyerahkan diri kepada Tuhan. Akibat dari pilihannya sudah ia dapat. Bahkan ketika "berkat" sampingan keluar dari mulut Ishak (Kejadian 27:29-30), itu hanya meneguhkan sifat liar Esau yang mengandalkan otot dan pedang ketimbang tunduk pada jalan Allah. Ishak yang menyadari keadaan sudah di luar kendali, akhirnya mengikuti kehendak Allah. Dari memberi berkat karena tertipu, kini dalam ujaran perpisahan kepada Yakub, dari hatinya ia mengalirkan berkat Abraham. Di balik semua ini kita berhadapan dengan misteri penyelenggaraan Ilahi. Sungguh tak terselami jalan Allah.
Ada banyak hal yang harus kita akui bahwa lebih baik kita berdiam diri, daripada mengandalkan logika atau perasaan keadilan manusiawi kita yang cemar. Karena Esau (mirip kisah Kain) tetap berkeras hati, ia malah merencanakan pembunuhan, dan sengaja mencari istri tambahan untuk tambah melukai hati orangtuanya. Sebaliknya si penipu, juga ibu dan ayahnya, harus maju memulai perjalanan yang masih gelap di depannya. Melangkah dalam pimpinan sang Master Mind (Perencana) sejati atas segala lakon kehidupan di dunia ini.
Yakub adalah anak kesayangan ibunya. Ia seorang anak yang tenang dan senang tinggal di kemah (Kej. 25:27-28). Hari ini kita membaca bahwa untuk pertama kalinya Yakub harus keluar seorang diri dari zona nyamannya dan menempuh perjalanan jauh yang berat dan melelahkan. Semua itu harus ia tanggung sebagai akibat kesalahannya kepada Esau sehubungan berkat kesulungan yang sudah ia peroleh. Ia juga harus menanggung persoalan kedua orang tuanya bahkan termasuk juga alasan untuk pergi mencari istri yang berasal dari kaum keluarganya.
Bukan hal yang mudah bagi Yakub untuk menanggung semua itu. Suatu situasi yang bertolak belakang dari keadaannya semula. Sudah tentu kumpulan perasaan berkecamuk dalam dirinya mengiringi langkah-langkahnya. Darimana ia mendapat kasih dan pertolongan di tengah-tengah perjalanannya? Inilah awal karya Allah atas hidup Yakub secara pribadi. Suatu penjanjian yang pernah Allah sampaikan kepada Abraham, neneknya, yang diwariskan kepada Ishak, ayahnya, lalu kepada dirinya kembali dinyatakan (Kejadian 28:13-14). Sebelum Yakub mengenal Tuhan lebih dalam, Tuhan memperkenalkan diri-Nya dan memberikan janji-Nya untuk menyertai, melindungi, dan akan membawa ia kembali ke negerinya. Tuhan tidak akan meninggalkannya serta tetap melakukan apa yang dijanjikan-Nya (Kejadian 28:15).
Secara fisik Yakub kelelahan tetapi secara rohani ia mendapat kasih dan pertolongan Tuhan. Rasa takut Yakub berganti menjadi rasa takut (hormat) akan kehadiran Allah. Tanda hormat akan Tuhan dinyatakan Yakub dengan mendirikan tugu, menuang minyak, dan bernazar.
Kehadiran Tuhan akan membawa kita lebih menghargai dan menghormati Dia. Ini bisa terjadi karena adanya momentum pertemuan kita secara pribadi dengan Tuhan. Mungkin perjalanan hidup kita saat ini berat dan melelahkan, tetapi sebagai orang percaya kita mendapat kesempatan bertemu Tuhan melalui firman-Nya setiap hari yang melaluinya, kita mendapat kesegaran dan kekuatan.