Kej 29 (MAD2T*09 Juli*Tahun 1)

Kejadian 29

Penjelasan Singkat
Yakub menikahi Rahel

Isi Pasal
Yakub dan Laban, dua persetujuan dibuat.

Judul Perikop
Yakub di rumah Laban (29:1-30)
Anak-anak Yakub (29:31--30:24)

Tafsiran: Pemeliharaan Allah sering kali kelihatan begitu sederhana, tetapi dalam kesederhanaan tersebut justru terlihat keindahannya. Ketika tiba di sumur, Yakub segera berjumpa Rahel. Ini mengingatkan kita pada hamba Abraham yang juga langsung bertemu Ribka di sumur tersebut (Kej. 24). Meskipun dalam peristiwa hamba Abraham, ia datang dengan membawa banyak barang berharga di atas unta-untanya dan Yakub datang hanya dengan tangan kosong, pemeliharaan Allah pada kedua hamba-Nya itu tetaplah sama.

Istilah "batu" penutup sumur di nas ini yang muncul 4 kali (Kejadian 29:2, 3 [2x], 10), berkaitan dengan istilah "batu" di Betel (Kejadian 28:11, 18, 22). Kedua batu tersebut mengingatkan kita pada janji Allah untuk menyertai dan melindungi Yakub (Kejadian 28:15). Penekanan pada Rahel sebagai anak Laban, saudara ibunya (Kejadian 29:10), mengingatkan kita pada nasihat Ribka dan Ishak (Kejadian 27:43 dan 28:2). Hal ini memberi petunjuk bahwa gadis ini akan menjadi istri Yakub. Sungguh menakjubkan pemeliharaan Tuhan, sama seperti hamba Abraham yang langsung bertemu dengan calon istri Ishak, Yakub pun langsung bertemu dengan calon istrinya di tempat yang sama, yaitu sumur.

Perjumpaan Yakub, Rahel, dan Laban yang berkata "engkau sedarah sedaging dengan aku" (Kejadian 29:14), menunjukkan bahwa Yakub telah diterima sebagai saudara. Di sini terlihat betapa Tuhan memelihara keturunan Abraham, yaitu melalui pertolongan-Nya dalam mencarikan mereka pasangan hidup.

Kita sering tidak sadar betapa Allah kita adalah Pribadi yang melimpahkan kasih setia-Nya dari generasi ke generasi. Bukankah Tuhan pernah berkata: "Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku" (Kel. 20:6). Kata "beribu-ribu orang" dalam ayat ini dapat dipahami sebagai "dari generasi ke generasi." Marilah kita beriman bahwa Allah yang telah memelihara gereja-Nya selama ribuan tahun akan tetap melimpahkan kesetiaan-Nya pada generasi kita dan seterusnya.

Alkitab tidak secara langsung mengatakan bahwa Yakub yang menipu ayahnya mendapat hukuman dari Allah. Namun sebenarnya Allah telah menghukum Yakub secara "mata ganti mata, " yaitu prinsip keadilan Allah dalam penerapan hukuman terhadap pelanggaran umat-Nya. Kita mungkin berpikir bahwa konsep tersebut merupakan hukum balas dendam. Namun sesungguhnya ini adalah konsep keadilan Allah untuk menghukum orang yang salah sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya (Ul. 19:15-21). Namun sayangnya, pada zaman Tuhan Yesus banyak orang Yahudi telah keliru menafsirkan hukum ini dan menganggapnya sebagai hukum balas dendam. Itu sebabnya Tuhan Yesus menentang tafsiran mereka (Mat. 5:38-42). Hukum ini sesungguhnya sama dengan hukum tabur tuai yang Tuhan Yesus ajarkan.

Yakub yang jatuh cinta kepada Rahel ternyata dikelabui oleh Laban dengan memberikan Lea, kakak Rahel, sebagai ganti Rahel. Jika dahulu Yakub menggunakan taktik untuk menipu Ishak guna mendapatkan hak kesulungan, saat itu Yakub dikelabui oleh Laban guna mendapatkan suami bagi putri sulungnya. Jika dulu Yakub menipu Ishak yang buta maka kini ia pun ditipu Laban dalam kegelapan malam. Ketika Yakub sadar bahwa ia telah ditipu, ia bertanya kepada Laban "Mengapa engkau menipu aku?" Kata "menipu" yang dipakai di sini merupakan kata kerja yang kata bendanya muncul dalam Kej. 27:35 di mana Ishak berkata kepada Esau "Adikmu telah datang dengan tipu daya." Jelas bahwa penulis mau mengatakan bahwa Allah menghukum Yakub sesuai dengan perbuatannya. Si penipu pun kini tertipu. Seperti Yakub telah menipu ayahnya, sekarang dengan cara yang sangat mirip ia ditipu oleh ayah mertuanya.

Kita harus sadar bahwa Allah kita adalah Allah yang adil dan kudus, sehingga Ia akan menghukum orang yang berdosa, tetapi Ia tidak lupa untuk memberikan berkat kepada yang taat dan bersandar kepada-Nya. Karenanya marilah kita dengan giat terus belajar untuk taat kepada Tuhan sehingga kita pun akan menuai berkat sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya.

31-35. Pada mulanya baik Rahel maupun Lea tidak dapat memberikan anak kepada Yakub. Pada waktu itu keadaan mandul merupakan suatu peristiwa yang menyedihkan. Akan tetapi, pada waktunya, Yehovah datang menolong Lea dan menyembuhkan kemandulannya sehingga Lea menjadi seorang ibu. Satu demi satu anak laki-lakinya lahir sehingga dia mempunyai enam anak laki-laki. Seorang anak perempuan, Dina, kemudian ditambahkan. Dengan kepedihan yang terus-menerus Lea melahirkan seorang anak laki-laki dengan mengatakan, "Sekarang tentulah aku akan dicintai oleh suamiku." Tetapi Yakub tidak memberikan ucapan penghargaan. Kata yang diterjemahkan menjadi tidak dicintai berarti "tidak diperhatikan seperti satunya." Kata ini tidak menunjukkan suatu kebencian.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)