Kej 30 (MAD2T*10 Juli*Tahun 1)
Kejadian 30
Penjelasan Singkat
Kelahiran Yusuf
Isi Pasal
Anak cucu Yakub di Padan-aram. Persetujuan lain antara Yakub dengan Laban.
Judul Perikop
Yakub memperoleh ternak (30:25-43)
Tafsiran: 30:1-13. Rahel juga menderita sebab kemandulannya tidak kunjung sembuh sehingga ia tidak bisa melahirkan anak untuk Yakub. Kata Ibrani qãnè, cemburu mengandung arti perasaan orang yang sudah kehilangan kesabarannya. Kecemburuan, ketidakpuasan, dan suka marah tampak pada suara, bahasa dan ekspresi wajahnya. Lea, Rahel dan Yakub semuanya tidak berbahagia. Kesulitan dan sakit hati dalam rumah tangga mereka menimbulkan kata-kata dan tindakan yang benar-benar tidak layak, tidak perlu dan tidak sepatutnya. Usaha manusia untuk mengatasi keadaan ternyata tidak memuaskan. Pemberian Bilha dan Zilpa sebagai gundik untuk membantu membangun keluarga itu ternyata hanya menambah perasaan terluka. Memang beberapa anak laki-laki dilahirkan, tetapi hati masih tetap tidak cocok dan tidak bahagia. Di samping enam putra dan satu putri (setidak-tidaknya) dari Lea, Bitha melahirkan dua anak laki-laki dan Zilpa juga melahirkan dua anak laki-laki.
14-24. Rahel kemudian berusaha untuk hamil dengan makan buah dudaim. Buah ini secara populer dikenal dengan nama apel cinta. Ryle mengatakan, "Buah dudaim merupakan sebuah tanaman berbentuk lonjong seperti pipa dengan buah kuning yang seperti buah kurma. Buah ini dianggap dapat menjadi obat perangsang. Buah ini matang pada bulan Mei, sehingga cocok dengan saat menuai gandum (ay. 14)" (Cambridge Bible, in. loco). Rahel tetap mandul sekalipun memakan buah takhyul itu. Situasi itu ada di dalam kendali Tuhan, dan Dia tidak akan menghormati usaha manusia untuk mengubahnya. Akhirnya, ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya. Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki ... ia menamai anak itu Yusuf (ay. 22-24). Pada waktunya sendiri Yehovah memberikan jawaban-Nya. Dia mengangkat aib Rahel dan memenuhinya dengan sukacita dan pujian.
25-30. Berkatalah Yakub kepada Laban, "Izinkanlah aku pergi, supaya aku pulang ... ke negeriku. Ketika Yusuf lahir, Yakub telah melunasi seluruh hutangnya kepada Laban sehingga dia siap untuk pulang ke Kanaan. Seandainya dia pulang ketika itu, dia pasti hanya bisa membawa keluarganya saja sebab dia tidak memiliki apa-apa. Dia meminta kepada pamannya untuk mengizinkannya pulang. Laban mengatakan bahwa dia telah menerima suatu petunjuk (telah nyata kepadaku), melalui wangsit dari dewa-dewa keluarganya bahwa dia harus tetap mempertahankan Yakub untuk menjamin keberhasilan dan kekayaan.
31-36. Dia menawarkan kepada Yakub untuk menyebutkan upah yang diminta. Dapat dibayangkan bahwa Laban terkejut ketika keponakannya mengajukan sebuah tawaran yang tampaknya sangat menguntungkan Laban. Di Siria domba berwarna putih dan kambing berwarna hitam, dengan sedikit sekali perkecualian. Yakub meminta untuk segera mulai bekerja dengan menerima sebagai miliknya domba-domba yang tidak putih dan kambing-kambing yang tidak hitam, dan menyerahkan sisanya kepada Laban. Dengan demikian keduanya mempunyai harta masing-masing. Laban langsung menerima tawaran tersebut.
Pada hari itu juga dia memindahkan ke tempat yang jauh semua domba dan kambing yang warnanya tidak biasa supaya Yakub tidak punya apa-apa untuk memulai. Hewan-hewan yang diamankan tersebut ditempatkan di bawah pengawasan putra-putranya. Tindakan itu merupakan suatu penipuan yang rendah. Laban yakin bahwa dengan demikian dia telah berhasil membuat Yakub tidak mungkin menang, karena semua modal Yakub sudah dibawa pergi sebelum lomba itu dimulai.
37-42. Tetapi Yakub tidak bisa dikalahkan dengan semudah itu. Dia membuat tiga buah alat untuk mengalahkan pamannya. Dia menaruh beberapa dahan pohon yang sudah dikupasnya menjadi belang-belang di dalam tempat minum sehingga letaknya tepat di depan kambing domba itu supaya warna anak hewan-hewan itu akan mengalami pengaruh sebelum lahir. Yang dilakukan Yakub tersebut, menurut Delitzsch (New Commentary on Genesis, in. loco) merupakan kenyataan yang sudah terbukti. Yakub juga memisahkan anak-anak domba yang bernoda dan bergaris dari kawanannya, lalu menaruh mereka dalam jarak yang dapat dilihat oleh yang betina sehingga terpengaruh. Cara yang ketiga ialah memanfaatkan pengaruh tersebut terhadap domba-domba betina yang kuat sehingga yang nanti dilahirkan merupakan hewan-hewan kuat pula. Yakub cukup cerdik untuk memanfaatkan cara mempengaruhi anak domba sebelum lahir sehingga menguntungkan dirinya.
43. Hasil dari pemakaian akal ini telah membuat Yakub sangat kaya dengan domba dan kambing dalam waktu hanya beberapa tahun. Sekalipun dia memakai otaknya dalam melakukan semua itu, dia akan merupakan orang pertama yang akan menyatakan bahwa Tuhanlah yang telah campur tangan memberikan kemenangan itu kepadanya. Yehovah telah memungkinkan sang leluhur kembali ke negeri yang dijanjikan dengan kekayaan, dan menjadi seorang tokoh yang dipakai Allah karena melaksanakan kehendak-Nya.