Kej 31 (MAD2T*11 Juli*Tahun 1)
Kejadian 31
Penjelasan Singkat
Kepergian Yakub
Isi Pasal
Ketetapan hati Yakub untuk kembali. Pengejaran Laban yang hebat; pertengkaran mereka dan kesepakatan akhir.
Judul Perikop
Yakub lari meninggalkan Laban (31:1-21)
Laban mengejar Yakub (31:22-42)
Perjanjian antara Yakub dan Laban (31:43-55)
Tafsiran: Jika Anda adalah Yakub yang mengalami empat belas tahun masa sulit dalam kerja keras tanpa upah, apa yang akan Anda pikirkan tentang Allah? Percayakah Anda bahwa segala yang terjadi di masa itu merupakan penyertaan Allah?
Sesudah empat belas tahun Yakub jadi pekerja keras berintegritas, barulah dibukakan bahwa selama itu Allah terus menerus menyertai dia. Hasil kerja Yakub yang menguntungkan Laban pun sebenarnya adalah bukti penyertaan dan berkat Allah. Penyertaan dan berkat Allah paling berharga adalah berbagai pelajaran yang harus Yakub terima, yang berpengaruh pada perubahan drastis dalam karakter dan tindak tanduknya. Sungguh penyertaan dan berkat terbesar Allah bagi umatNya adalah ketika Ia memecah dan menggosok kita dari batu rongsokan jadi batu berharga yang gemerlapan.
Ada saat Allah menyertai diam-diam seperti Yakub alami empat belas tahun. Ada saat Allah membuat penyertaan-Nya nyata, yaitu saat Ia mengintervensi sampai sepuluh kali dengan mementahkan upaya Laban untuk tidak berbagi anak ternak kepada Yakub. Jelas bahwa "trik" bodoh yang terpikir oleh Yakub sesungguhnya adalah cara intervensi Tuhan. Di bolak-balik bagaimana pun oleh Laban, berkat Allah tetap jatuh ke Yakub. Dari kejadian ini terlihat kontras orang dunia yang terikat harta dengan umat yang mengandalkan Tuhan.
Di puncak episode ini, Allah menjelaskan apa yang telah Ia lakukan kepada Yakub; mengokohkan panggilan dan berkat-Nya kepada Yakub sebagai penerus kakek dan ayahnya. Sangat mengharukan ketika Allah menegaskan bahwa Dialah Allah yang menyatakan diri kepada Yakub di Betel. Empat belas tahun Allah mengikuti Yakub, tetapi sampai detik genting itu belum juga keluar pengakuan Yakub bahwa Allah kakek dan ayahnya adalah juga Allahnya pribadi. Allah mengejar Yakub dan menunggu sampai pengakuan itu lahir, tanda bahwa relasi sedang terjalin!
Dalam rencana Allah, berkat sesungguhnya adalah relasi dengan Allah, bukan sekadar berkat moral atau material.
Bagaimana kita harus menghadapi tuduhan dan tekanan dari orang yang membuat banyak masalah agar kita tidak terprovokasi? Sejauh mana kita patut memaparkan kebenaran kita kepada orang yang telah bersalah kepada kita?
Tanpa Yakub berbuat apa pun, Allah sendiri membela dia. Allah menampakkan diri kepada Laban dan memberi peringatan keras agar tidak bersikap macam-macam dan mengucapkan perkataan yang tidak pantas kepada Yakub. Bisa kita simpulkan bahwa peringatan keras ini harus Allah tegaskan karena Laban adalah tipe orang yang keras dan berkata seenak perut sendiri. Bahkan sesudah mendapat peringatan pun, semua tuduhan yang ia lancarkan kepada Yakub masih terasa menekan. Melalui peristiwa ini Yakub sekali lagi mengalami bagaimana Allah memihak dia. Sebab Allah punya rencana agung melalui dia, dan Allah ingin agar Yakub masuk dalam relasi yang hidup dengan-Nya.
Ada tiga tuduhan Laban. Pertama, Yakub melarikan diri. Kedua, ia lari diam-diam. Tersirat bahwa Yakub dianggap melarikan harta yang masih dianggap milik Laban. Ketiga, Yakub mencuri sesembahannya. Semua tuduhan itu tidak benar kecuali yang ketiga, tetapi yang mencuri pun bukan Yakub melainkan Rahel. Yakub sudah meminta izin untuk kembali ke tanah leluhurnya, maka tuduhan bahwa ia lari tidak benar. Yakub memang merancang kepergian diam-diam sebab Laban menunjukkan gelagat tidak rela melepas.
Menghadapi tuduhan ini Yakub, yang sebetulnya berwatak lembut dan sudah berubah karena pembentukan Ilahi, terpancing membela diri dengan nada marah. Ada tempat untuk membela diri dan marah karena alasan yang benar, maka Yakub menelanjangi ketidakadilan Laban. Yang indah, di bagian akhir pembelaannya secara tersamar Yakub mengakui campur tangan Allah membela dan memelihara dirinya.
Tuduhan tidak adil yang harus Yakub tanggung, dan mungkin kita alami juga, dapat menjadi alat Allah untuk membimbing ke dalam relasi yang hidup yang Ia inginkan.
Jika dalam relasi sosial Anda semisal dalam hubungan dengan ipar atau mertua, bawahan dan atasan terjadi ketidaksetaraan, apa yang Anda lakukan? Berjuang atau memercayai karya anugerah Allah sampai terjadi pengakuan?
Jangankan setara, selama ini Yakub diperlakukan secara tidak manusiawi oleh Laban, mertuanya sendiri. Puncaknya terjadi ketika ia berhasil mengejar Yakub, lalu menekan Yakub dengan berbagai perkataan pedas. Namun oleh pembelaan Allah dan pengungkapan fakta dari Yakub, Laban terpaksa berubah sikap dan perlakuan. Ia melontarkan perkataan manis yang sebelumnya tak pernah ia lakukan, bahkan kepada anak-anaknya sendiri. Tentu kita tidak dapat mengharapkan perubahan yang menyeluruh dan mendasar. Sebab meski ia memanggil mesra mereka sebagai anak-anak dan cucu-cucunya (Kejadian 31:43), tetapi sebenarnya ia hanya menjadikan mereka perantara untuk memeras tenaga Yakub. Namun dengan mengusulkan agar ia dan Yakub mengadakan perjanjian, tampak bagaimana Laban terpaksa memperlakukan Yakub secara berbeda. Dari budak dan pencuri, kemudian sebagai manusia setara yang punya hak dan mampu bertanggung jawab!
Sesuai adat kebiasaan saat itu, pihak-pihak yang mengikat perjanjian membuat upacara perjanjian dengan memotong kurban. Timbunan batu tempat menaruh kurban perjanjian mereka namai Timbunan Kesaksian, dan oleh Laban disebut juga sebagai Menara Pengawas (Mizpa). Laban memaparkan isi perjanjian. Pertama, agar Yakub setia dalam ikatan nikah dengan anak-anak Laban. Kedua, agar mereka menghormati batas-batas wilayah kewenangan mereka (Kejadian 31:51-53). Isi perjanjian menunjukkan Laban mengakui Yakub setara, yang terhormat dan layak dipercaya.
Agar dihormati dan diperlakukan setara, kita tak perlu bertindak keras atau balas bersikap licik. Bersikaplah sebagai orang yang terhormat dan terpercaya, oleh anugerah-Nya. Kelak sikap kita membuahkan hasil. Orang selicik apa pun akan mengakui bahwa kita ada dalam anugerah-Nya.