Kej 35 (MAD2T*15Juli*Tahun 1)

Kejadian 35

Penjelasan Singkat
Mezbah Yakub di Betel

Isi Pasal
Kembalinya Yakub ke Betel dan persekutuan yang diperbaharui. Kematian Rahel. Kelahiran Benyamin. Kematian Ishak.

Judul Perikop
Yakub di Betel untuk kedua kalinya (35:1-15)
Kelahiran Benyamin -- Rahel mati (35:16-22)
Anak-anak Yakub -- Ishak mati (35:22-29)

Tafsiran: Setelah peristiwa yang terjadi di kota Sikhem, Yakub khawatir akan adanya serangan balik dari perhimpunan orang Kanaan dan orang Feris terhadap keluarganya (Kej. 34:30). Allah yang mengetahui isi hati Yakub, menyuruhnya pergi ke Betel. Perintah untuk pergi adalah inisiatif Allah yang sekaligus mengingatkan Yakub pada tujuan panggilannya semula untuk kembali ke tanah leluhurnya bersama kaum keluarganya, bukan menetap di tanah orang asing.

Di Betel ini dulu Yakub berjumpa dengan Tuhan melalui mimpi dalam pelariannya. Yakub bernazar akan beribadah hanya kepada Yahweh apabila Ia menyertai dan mencukupkan segala kebutuhannya sampai ia kembali pulang ke rumah orang tuanya dengan selamat (Kej. 28:20). Namun sayangnya, Yakub lalai memenuhi nazar tersebut. Ia tidak juga mentahirkan diri dan keluarganya dari praktik pemberhalaan. Dewa-dewa asing masih ada di tengah-tengah rumah tangganya (Kejadian 35:2). Hingga Tuhan menyuruh dia kembali ke Betel dan mendirikan mezbah di sana, barulah Yakub ingat pada nazar tersebut. Yakub selama ini kurang menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya yang ia sembah (Kejadian 35:3). Yakub pun menyuruh seluruh anggota keluarganya serta semua orang yang mengikut dia untuk membuang berbagai bentuk berhala milik mereka. Perjalanan kedua menuju Betel juga diawali dengan pengudusan diri.

Ketika manusia berserah, Allah akan bertindak. Demikian halnya dengan Yakub, ia dan keluarganya selamat tiba di Betel tanpa satupun dari bangsa-bangsa asing yang berani mengusik perjalanan mereka (Kejadian 35:5). Bahkan berkat Tuhan juga dinyatakan kepadanya yang ditandai dengan ditegaskannya kembali nama baru Yakub menjadi Israel. Ia yang memulai perjalanan hidupnya dengan ketidakjujuran, ketakutan, dan pemberhalaan, tetap mengalami kasih Tuhan dan bahkan dipilih sebagai alat untuk menggenapi janji keselamatan-Nya.

Karena itu jadikan Tuhan sebagai satu-satunya Pribadi yang bertakhta di dalam hidup kita, maka segala yang kacau dalam hidup kita, dibarui-Nya.

Mengikut Tuhan tidak serta merta membuat kita bebas dari masalah. Masalah adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup. Namun, orang yang akrab dengan Tuhan berusaha melihat suatu masalah bukan dari sudut pandang dirinya, melainkan mencari tahu maksud Tuhan yang tersembunyi di balik masalah tersebut.

Hidup Yakub berubah sejak perjumpaan kembali dirinya dengan Tuhan di Betel. Persoalan tetap ada, tetapi tidak lagi memengaruhi jalan hidupnya. Hal itu nampak ketika Rahel, istrinya, melahirkan putra bungsu mereka. Kesusahan yang luar biasa yang dialami Rahel pada saat proses persalinan, membuatnya memberi nama Ben-oni "putra kesusahanku" untuk bayi yang baru dilahirkannya itu (Kejadian 35:17). Namun Yakub menggantinya menjadi Benyamin, "putra tangan kanan" (Kejadian 35:18). Perubahan nama tersebut menunjukkan bahwa sudut pandang Yakub dalam menghadapi masalah telah berubah. Kehadiran Benyamin merupakan suatu anugerah, karena itu Yakub memberinya nama yang bermakna positif.

Selain kematian Rahel, Yakub juga menghadapi masalah perselingkuhan anaknya, Ruben dengan Bilha, gundiknya. Alkitab tidak menjelaskan sikap Yakub terhadap persoalan tersebut, melainkan melanjutkan kisah hidup Yakub dengan mencatat daftar keturunannya. Hal itu menandakan bahwa, sungguh pun hidup Yakub dipenuhi dengan berbagai permasalahan, tetapi tidak sedikit pun membatalkan pilihan Tuhan atas dirinya sebagai penggenapan janji Tuhan kepada Abraham. Perjalanannya terus dipimpin Tuhan hingga ia tiba di Mamre dan bertemu ayahnya, Ishak. Cerita singkat kematian Ishak memperlihatkan hubungan kakak-beradik, Esau dan Yakub, yang sudah membaik.

Persoalan demi persoalan datang menghampiri kita. Ada yang bisa diselesaikan, ada pula yang terlalu rumit hingga kadang-kadang menguap begitu saja. Yang terpenting dari semuanya itu bukanlah selesai atau tidaknya persoalan-persoalan itu, melainkan kepekaan kita dalam menyaksikan penyertaan dan kesetiaan Tuhan.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)