Kej 45 (MAD2T*25 Juli*Tahun 1)
Kejadian 45
Penjelasan Singkat
Yusuf memperkenalkan diri kepada saudara-saudaranya
Isi Pasal
Yusuf menyatakan dirinya kepada saudara-saudaranya yang dia berkati dan kirim kembali ke Mesir.
Judul Perikop
Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya (45:1-28)
Tafsiran: Nas hari ini secara tegas menyatakan bagaimana Allah memelihara bangsa Israel. Pemeliharaan ini dimulai dengan dijualnya Yusuf oleh saudara-saudaranya ke pedagang Midian, yang nantinya menjual Yusuf ke tanah Mesir. Meskipun saudara-saudara Yusuf ingin menyingkirkannya, Allah memakai tindakan itu untuk menggenapi rencana besar-Nya. Dia telah mengirim Yusuf lebih awal untuk menjamin kehidupan keluarganya (Kejadian 45:5-7), menyelamatkan Mesir (Kejadian 45:8), dan mempersiapkan jalan bagi cikal bakal bangsa Israel (Kejadian 45:9-11).
Hal inilah yang Yusuf nyatakan dalam pidato perkenalannya kepada saudara-saudaranya (Kejadian 45:3-13). Yusuf tidak menyalahkan saudara-saudaranya tentang apa yang telah mereka perbuat. Yusuf menyatakan bahwa Allahlah yang telah mengatur semuanya (Kejadian 45:8). Pernyataan ini oleh Yusuf akan diulangi lagi ketika saudara-saudaranya datang untuk menyatakan rasa bersalah mereka atas apa yang telah mereka lakukan, setelah kematian ayah mereka (Kej. 50:20). Yusuf menyatakan bahwa pemeliharaan Allah telah bekerja melampaui dosa mereka (Kejadian 45:5).
Pemahaman Yusuf akan pemeliharaan Allah membuat Yusuf tidak dendam atas apa yang telah mereka lakukan terhadap dirinya. Yusuf tidak membiarkan para saudaranya takut dan gentar. Ia bahkan menghibur saudara-saudaranya. Hal itu ia nyatakan dengan menggunakan nama Ibraninya -Yusuf- ketika ia memperkenal dirinya kepada mereka (Kejadian 45:3), bukan -Zafnat Paaneah- nama Mesirnya (Kej. 41:45).
Pemeliharaan Allah sungguh nyata dalam bentuk campur tangan-Nya dalam hidup kita. Rencana-Nya tidak ditentukan oleh tindakan manusia. Allah dapat bekerja melalui segala tindakan apa pun. Apa yang terjadi pada Yusuf dapat pula terjadi dalam kehidupan kita! Allah punya rencana yang indah ketika orang lain berniat jahat terhadap kita. Ingatlah bahwa mereka hanya alat Tuhan. Kedaulatan Allah dan pemeliharaan Allah berada di atas dan melampaui tindakan-tindakan mereka terhadap kita. Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi kita umat-Nya.
Yusuf tahu bahwa ia tidak dapat melupakan apa yang telah dilakukan saudara-saudaranya. Tidak mudah baginya untuk mengampuni mereka, tetapi kasih dan pertolongan Allah yang ia alami telah mendorong dirinya untuk mengampuni orang yang telah bersalah padanya. Ia sadar bahwa jalan perdamaian dengan saudara-saudaranya adalah melalui pengampunan yang ia berikan kepada mereka. Yusuf mau berdamai dan bersedia mengampuni saudara-saudaranya itu.
Pengampunan Yusuf dinyatakan ketika ia dengan murah hati mau memaafkan mereka dan berbagi hartanya meskipun saudara-saudaranya itu tidak setia kepadanya (Kejadian 45:22). Yusuf memberikan kepada mereka masing-masing sepotong pesalin untuk dipakai sebagai ganti baju mereka yang lama. Pada masa perjanjian lama, penggantian pakaian atau baju melambangkan terjadinya perdamaian (Kej. 35:1-7; 41:14). Pemberian pesalin dari Yusuf kepada masing-masing saudaranya menunjukkan bahwa Yusuf telah mengampuni mereka. Yusuf berharap, melalui pendamaian ini, kesebelas saudaranya dapat memusatkan perhatian untuk mengurus perpindahan keluarga mereka dan menjemput ayah mereka ke tanah Mesir agar mereka semua selamat dari bahaya kelaparan. Hal ini ia nyatakan sewaktu mengantar mereka pulang dengan menasihati mereka untuk tidak bertengkar di jalan (Kejadian 45:24), karena Yusuf tahu watak dari kesebelas saudaranya (Kej. 42:21-22).
Tindakan Yusuf kepada saudara-saudaranya itu merupakan suatu gambaran kasih karunia sebagaimana yang Allah tunjukkan melalui Yesus Kristus kepada kita. Allah telah mengampuni dosa dan kesalahan kita dan Ia telah bersedia untuk mencurahkan kebaikan-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus. Sebenarnya kita tidak pantas untuk menerima pengampunan itu, tetapi karena anugerah Tuhan kita dapat memperolehnya. Oleh karena itu mengucap syukurlah atas keselamatan yang telah kita terima dengan cuma-cuma dan peganglah keselamatan itu erat-erat dengan cara menjalani hidup kita dengan tidak bermain-main lagi dengan dosa.