Kej 48 (MAD2T*28 Juli*Tahun 1)

Kejadian 48

Penjelasan Singkat
Yusuf menjumpai ayahnya

Isi Pasal
Yakub di tempat tidur kematiannya memberkati anak-anak Yusuf.

Judul Perikop
Yakub memberkati Manasye dan Efraim (48:1-22)

Tafsiran: Ketika Yusuf mendengar Yakub sakit, ia segera membawa kedua putranya, Manasye dan Efraim, ke hadapan ayahnya. Israel yang menyadari hari-hari akhirnya semakin mendekat berusaha bangkit dan memberi berkat terakhir (Kejadian 48:1-2). Berkat terakhir sangatlah penting, sebanding dengan surat wasiat yang menentukan warisan yang akan diterima.

Berkat yang diberikan oleh Yakub kepada Manasye dan Efraim didasarkan pada janji dari Allah Yang Mahakuasa, yaitu Allah Abraham dan Ishak, yang telah berjanji akan memberikan kepadanya keturunan sebanyak debu tanah dan akan menganugerahkan tanah Kanaan menjadi milik abadi (Kejadian 48:3; 28:13-15; 35:11-12).

Menariknya, hal itu dimulai dengan mengangkat Manasye dan Efraim menjadi anak-anaknya sendiri (Kejadian 48:5-6), sehingga kedudukan mereka setara dengan Ruben dan Simeon (Kejadian 48:5). Pembagian warisan kepada keturunan Yusuf akan dilakukan menurut status Manasye dan Efraim sebagai anak-anak Yakub. Kelak keturunan Yusuf mendapat warisan sebagai dua suku ketika dilakukan pembagian tanah Kanaan (Yos 16:17-18).

Di usia lanjutnya mata Yakub sudah rabun sehingga tidak dapat melihat. Itu sebabnya ia tidak langsung mengenali kedua putra Yusuf (Kejadian 48:9-10). Di Pniel Yakub telah melihat "wajah Allah" (Kej. 32:30). Lalu ia melihat wajah Esau bagaikan melihat wajah Allah sendiri (Kej. 33:10). Kini ketika matanya tidak dapat melihat lagi, ternyata ia masih dianugerahi kesempatan untuk "melihat" wajah Yusuf dan keturunannya (Kejadian 48:11).

"Melihat" di sini ada kaitannya dengan janji pemeliharaan Allah pada Yakub. Jadi, bukan dengan sembarangan Yakub menyilangkan tangannya untuk memberkati Efraim dan Manasye (Kejadian 48:13-14), tetapi karena Yakub telah belajar "melihat" melampaui penglihatan mata biasa. Kemampuan untuk "melihat" seperti ini adalah anugerah dari Tuhan. Bukan mata biasa yang memampukan kita melihat, tetapi mata rohani kitalah yang dicerahkan oleh Tuhan. Kita perlu senantiasa memohon kepekaan untuk melihat rencana Allah dalam hidup kita.

Kita telah melihat betapa Yakub mengubah posisi tangannya untuk memberkati kedua putra Yusuf. Menurut pertimbangan budaya Ibrani kuno, semestinya Manasye yang sulung diberkati dengan tangan kanan Yakub (Kej. 48:13-14). Sisi kanan lazimnya melambangkan kehormatan, kekuasaan, dan perlindungan (Mzm. 110:1; 80:18). Melihat "kejanggalan" tersebut, Yusuf berniat untuk mengoreksinya. Tangan Yakub yang berada di atas kepala Efraim dipindahkannya ke atas kepala Manasye (Kejadian 48:17). Yusuf bahkan juga mengungkapkan keberatannya dengan kata-kata (Kejadian 48:18). Mungkin Yakub dianggap keliru karena matanya yang sudah sedemikian rabun (Kej. 48:10). Namun, tanggapan Yakub menepis kemungkinan itu.

Tindakannya yang membalikkan urutan Efraim dan Manasye memang disengaja. Sampai dua kali dikatakannya, "Aku tahu." (Kejadian 48:19). Keduanya sama-sama akan menjadi bangsa yang besar, tetapi Efraim sebagai adik akan mengungguli Manasye. Lagi-lagi, kita melihat pola yang terjadi dalam hidup para leluhur Israel. Bukan anak sulung melainkan anak bungsu yang dipilih Tuhan untuk mewujudkan rencana-Nya. Dalam hidup Yakub pun, anak bungsu yang menerima berkat sulung dari Ishak (Kej. 27:27-28). Apakah kelebihan Efraim dari Manasye? Tidak ada petunjuk apa pun dalam bacaan kita mengenai kualitas atau kualifikasi khusus Efraim. Pilihan ini sungguh-sungguh merupakan pilihan bebas berdasarkan anugerah.

Manusia kerap mengukur berdasarkan pertimbangan manusiawi, seperti urutan kelahiran. Namun, pemilihan dan berkat Allah tidak terikat pada kriteria kita. Efraim dan Manasye sama-sama diberkati Allah. Kepada mereka, Ia menjanjikan penyertaan-Nya sampai ke Tanah Perjanjian.

Sebagai keturunan Abraham berdasarkan iman kepada Kristus, pemberian Tuhan atas kita pun tidak didasarkan pada kriteria yang serba "masuk akal". Daripada membanding-bandingkan berkat Allah yang diterima secara berbeda-beda, lebih baik kita tahu diri dan mensyukuri kemurahan-Nya atas panggilan kita menjadi umat-Nya (Rm. 9:16-18)!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)