Kej 50 (MAD2T*30 Juli*Tahun 1)

Kejadian 50

Penjelasan Singkat
Kematian Yusuf

Isi Pasal
Penguburan Yakub. Kematian Yusuf.

Judul Perikop
Yusuf menghiburkan hati saudara-saudaranya (50:15-21)
Yusuf meninggal (50:22-26)

Tafsiran: Untuk kedua kalinya, Yakub berpesan mengenai tempat pemakamannya (32; bdk. Kej. 47:29-30), karena ia tidak ingin menetap di tanah asing dan ingin dikumpulkan bersama dengan leluhurnya di tanah Kanaan. Gua yang telah dibeli Abraham dari Efron orang Het telah menjadi makam keluarga (Kej. 23:3-20). Di situlah dimakamkan Sara, Abraham, Ishak, Ribka, dan istri Yakub sendiri, Lea.

Bagi kita yang hidup dalam dunia yang semakin pragmatis ini keinginan terakhir untuk dipersatukan dengan para leluhur dalam satu makam bisa saja terkesan berlebihan. Namun, bagi manusia Ibrani kuno seperti Yakub, ini bukanlah hanya soal "selera" pribadi. Makam bukan cuma tempat membaringkan mayat. Makam adalah lambang kasat mata yang mengingatkan kita kepada rentetan hubungan dan peristiwa yang pernah dialami dan dijalani bersama orang-orang yang kita kasihi, termasuk jejak-jejak iman yang mereka wariskan.

Banyak suku bangsa di dunia menganggap pemakaman sebagai peristiwa religius penting yang bahkan harus diadakan secara besar-besaran. Tidak terbatas hanya pada tokoh terkemuka ataupun seisi keluarganya, tetapi juga rakyat biasa. Yakub, ayah seorang pejabat tinggi Mesir, juga diberi penghormatan terakhir yang setinggi-tingginya. Jenazahnya dijadikan mumi dan diratapi sampai tujuh puluh hari (Kejadian 50:2-3).

Akan tetapi, di balik segala penghormatan terakhir itu, kita menyimak kembali hidupnya janji Tuhan yang tak pernah mati! Dengan izin Firaun, perkabungan ini dilanjutkan dengan perjalanan panjang untuk memakamkan Yakub di Tanah Perjanjian (Kejadian 50:4-11). Meninggal secara terhormat tidak cukup bagi seorang Yakub yang telah kenyang makan asam garam dunia ini (Kejadian 50:11). Lebih dari segala penghormatan kasat mata itu, yang terpenting adalah iman dan pengharapannya akan janji Tuhan yang akan diwujudkan bagi anak-anaknya.

Kelak, nama Yakub disebut di antara saksi-saksi iman bagi umat Tuhan. Sungguh, iman seperti itulah yang merupakan dasar pengharapan kita dan "bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat" (Ibr. 11:1).

Bagaimana kita dapat memiliki hidup yang terus menerus konsisten menjadi berkat bagi keluarga dan sesama kita? Prinsip apa saja yang harus kita hidupi?

Sesudah kematian Yakub para saudara Yusuf jadi takut. Mereka khawatir bila pengampunan Yusuf hanya berlaku semasa ayah mereka hidup. Mereka takut bila Yusuf mendendam dan akan melakukan pembalasan. Maka mereka mengutus orang menyatakan bahwa Yakub pernah berpesan agar Yusuf mengampuni mereka (Kejadian 50:17). Padahal dalam narasi sebelum ini kita tidak menemukan pesan demikian. Sebenarnya bukan hanya Yusuf, Yakub pun seharusnya marah atas kejahatan mereka. Namun bahwa dalam berkat profetisnya ia tak pernah mengaitkan dengan perbuatan jahat itu, memperlihatkan bahwa Yakub sudah mengampuni.

Namun melalui sikap para saudaranya, Yusuf diperhadapkan pada fakta dahsyatnya akibat dosa pada mereka yang berdosa. Untuk ketujuh kalinya Yusuf menangis, tangis kasih sempurna. Yusuf lalu menyuarakan pengampunan Ilahi kepada para saudaranya. Betapa mulia hati Yusuf dan betapa ajaib kasih Ilahi dalam dirinya. "Janganlah takut, aku inikah pengganti Allah?" (Kejadian 50:19). Itulah prinsip yang membuat Yusuf rajin, hidup benar, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, menanti waktu Allah, tidak berani berbuat dosa, dan mengampuni dengan konsisten! Ia bukan Allah, tetapi ia tunduk pada kehendak Allah. Peneguhan kedua ialah pengakuan iman menakjubkan: "kamu mereka-rekakan kejahatan, tetapi Allah mereka-rekakan kebaikan" (Kejadian 50:20). Allah bukan saja mengizinkan, Ia juga hadir dan merencanakan hal baik di dalam dan melalui kejahatan itu! Hal teramat dalam ini berdampak pada konsistensi Yusuf dalam mengampuni dan memberkati!

Yusuf tak termasuk bapak leluhur, tetapi hidupnya lebih luhur dari mereka. Ia mencerminkan hidup, mati, kasih, pengurbanan, dan penyelamatan Tuhan Yesus Kristus. Kiranya Roh Allah memakai teladan ini dalam memberdayakan kita agar konsisten mencerminkan Kristus sampai akhir hayat!

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)