Kel 2 (MAD2T*Mlm*31 Juli*Tahun 1)
Keluaran 2
Penjelasan Singkat
Musa lahir
Isi Pasal
Pembebas dipersiapkan bagi Israel. Kelahiran, masa kanak-kanak, dan pernikahan Musa.
Judul Perikop
Musa lahir dan diselamatkan (2:1-10)
Musa membela bangsanyaIa lari ke tanah Midian (2:11-22)
Musa diutus TUHAN (2:23--4:17)
Tafsiran: Orang tua adalah figur penting dalam keluarga, juga dalam rencana Allah bagi umat. Ini kita lihat dalam hidup Musa.
Ketika rencananya gagal, Firaun memerintahkan untuk membunuh bayi laki-laki Israel dengan membuang mereka ke sungai Nil. Pada waktu itulah Musa lahir. Ibu Musa melihat anak itu baik dan sehat. Namun, Stefanus memberikan gambaran bahwa Musa itu elok di mata Allah (Kis. 7:20). Jelas ibu Musa tidak dapat menyerahkan anaknya kepada tentara Mesir. Lalu ia menyembunyikan Musa selama tiga bulan (Keluaran 2:2). Tampaknya masa itu dipakai si ibu untuk memikirkan cara menyelamatkan bayinya. Karena sesudah masa tiga bulan ia meletakkan bayinya dalam peti dan menghanyutkannya di sungai Nil. Tentu bukan kebetulan jika si bayi hanyut dengan melewati tempat puteri Firaun mandi. Bukan kebetulan pula jika sang putri memutuskan untuk memelihara bayi itu, meski ia memperkirakan bayi itu adalah bayi orang Israel. Tidak tersirat kekhawatiran mengenai perintah sang raja menyangkut bayi orang Israel.
Kakak Musa yang mengikuti "perjalanan" bayi Musa di sungai, langsung mendatangi putri Firaun dan menawarkan diri untuk mencarikan inang penyusu. Menurut Anda sebijak itukah kakak si bayi? Tentu ibu mereka pegang peranan dalam hal ini. Si ibu tidak mau kehilangan anak laki-lakinya sehingga ia mempersiapkan kakak si bayi untuk memantau si adik dan kemudian berbicara seperti itu kepada sang putri. Suatu strategi yang cemerlang!
Dari rangkaian peristiwa ini, kita melihat Allah yang memakai si ibu untuk menyelamatkan bayinya, bukan hanya demi hidup si bayi melainkan bagi kepentingan besar di masa mendatang. Dan Allah memberikan kehormatan kepada orang tua Musa untuk mempersiapkan anaknya dalam menggenapi rencana Allah. Sejalan dengan itu, tentu ada tanggung jawab besar dalam mendidik anak untuk memahami rencana Tuhan bagi diri mereka. Maka orang tua harus melihat pentingnya peran yang diberikan Tuhan kepada mereka. Peran itu harus dijalankan dengan serius, peka terhadap tuntunan Tuhan, serta dengan mengandalkan kekuatan yang dari Tuhan.
Sebagian orang berpikir bahwa mereka dapat menolong Tuhan dalam melaksanakan dan menggenapi rencana-Nya. Misalnya, Sara memberikan Hagar kepada Abraham untuk menolong Allah menggenapi janji-Nya pada Abraham (Kej. 16:1-3). Tanpa sadar Musa melakukan hal serupa untuk melaksanakan rencana Allah menyelamatkan orang Israel. Walau oleh penulis kitab Ibrani, Musa dipuji imannya karena "lebih suka menderita sengsara dengan umat Israel daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa" (Ibr. 11:25), tetapi Musa gagal! Mengapa? Karena Musa tidak mengandalkan Tuhan. Ia lebih mengandalkan hikmat dan pengetahuan yang ia peroleh di Mesir sebagai anak angkat putri Firaun (Kis. 7:22). Dengan kepandaiannya, ia merasa sudah mampu untuk menolong orang Israel dengan kekuatan sendiri. Maka, ketika melihat saudara sebangsanya dianiaya oleh orang Mesir, tanpa pikir panjang Musa memukul dan membunuh orang tersebut. Tidak diduga, persoalan itu jadi berbuntut panjang. Musa, bukan hanya ditolak oleh orang sebangsanya (ayat 14), bahkan Firaun sendiri berikhtiar untuk menyingkirkan "cucunya" itu (ayat 15).
Musa gagal, tetapi Tuhan tidak gagal. Pelarian Musa ke Midian merupakan kesempatan Tuhan untuk membentuk dan mendidik dirinya. Ambisi orang muda yang penuh dengan idealisme dan revolusioner diredam dengan menetap dan membina keluarga serta bekerja sebagai gembala ternak bagi mertuanya. Musa belajar untuk tidak tergesa-gesa dan menonjolkan diri sendiri. Sebaliknya ia belajar menantikan waktu Tuhan dan menyesuaikan diri dengan cara-Nya.
Tuhan mempunyai rencana besar untuk anak-anak-Nya dan melalui mereka untuk keselamatan banyak orang. Namun, Ia tidak dapat memakai orang yang mengandalkan diri sendiri. Kita harus belajar mengikuti rencana dan cara Allah, bukan mengandalkan kemampuan dan hikmat kita. Karena itu, belajarlah firman Tuhan agar dapat memahami rencana-Nya dan menaati sepenuhnya petunjuk firman-Nya.
Hal apa yang penting dipahami oleh seorang hamba Tuhan, agar ia dapat menjadi rekan kerja Tuhan dalam melayani sesama? Bukan hanya memahami hakikat dan sifat Allah, tetapi yang terutama adalah menyelami isi hati-Nya terhadap umat manusia ciptaan-Nya.
Sebelum Musa dapat Tuhan pakai sebagai rekan kerja-Nya untuk menjadi alat anugerah-Nya bagi umat-Nya, terlebih dahulu ia harus mengerti isi hati Allah bagi umat-Nya. Penulis kitab Keluaran telah mengungkapkan bahwa Allah tidak melupakan umat-Nya. Dulu Israel ada di Mesir karena pemeliharaan Tuhan lewat Yusuf (Kej. 46). Namun situasi berubah. Kini mereka dalam keadaan menderita oleh karena penindasan dan perbudakan bangsa Mesir atas mereka (ayat 2:23). Allah yang mendengar keluhan mereka tidak berdiam diri. Ia bertindak dengan memanggil Musa.
Pertama, Allah menyatakan kekudusan-Nya kepada Musa (ayat 4-5). Dengan demikian Musa belajar menyadari bahwa melayani Allah berarti menjaga kekudusan hidup. Kedua, Ia memperkenalkan diri kepada Musa sebagai Allah nenek moyang Israel (ayat 6). Kepada mereka, Tuhan telah mengikatkan diri untuk memelihara mereka. Ketiga, Ia adalah Allah yang mendengar dan peduli penderitaan umat-Nya (ayat 7-9). Oleh karena itu, Ia telah memutuskan untuk menolong Israel lepas dari perbudakan Mesir dan membawa mereka, sesuai dengan janji-Nya kepada nenek moyang mereka, ke Tanah Perjanjian yang permai (Kej. 15:18-21).
Bagaimana agar kita bisa dipakai Tuhan untuk melaksanakan rencana-Nya, kalau kita tidak mengenal isi hati-Nya? Kita perlu mengenal hati Tuhan yang mengasihi dan peduli pada penderitaan manusia yang sedang diperbudak dosa. Dengan demikian kita, dengan kasih Allah, dapat menjadi alat anugerah-Nya untuk melepaskan mereka dari belenggu dosa tersebut. Apalagi kita yang sudah mengalami sendiri kasih Allah, tentu akan menjadi alat-Nya yang efektif untuk memenangkan mereka.