Kel 14 (MAD2T*Mlm*06 Ogos*Tahun 1)
Keluaran 14
Penjelasan Singkat
Orang Mesir tenggelam
Isi Pasal
Kuasa Allah digunakan untuk menebus Israel. Menyeberangi Laut Merah.
Judul Perikop
Firaun bertindak untuk penghabisan kali (14:1-14)
Menyeberangi Laut Teberau (14:15-31)
Tafsiran: Melihat berbagai krisis yang terjadi di berbagai tempat di muka bumi ini, juga termasuk yang melanda bumi tercinta, Indonesia, apa yang dapat menjadi dasar pengharapan kita? Belum lagi dengan kebencian dan kedengkian sekelompok orang terhadap kekristenan. Masihkah kita percaya akan Tuhan yang berdaulat dan berkuasa?
Nas Alkitab yang kita renungkan hari ini menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat dan mengontrol sejarah dunia serta sejarah keselamatan umat-Nya. Dalam hikmat-Nya, Ia memperdaya Firaun yang melihat pasukan Israel berbalik arah seakan Allah Israel tidak sanggup menuntun umat-Nya ke tempat tujuan (ayat 2-4). Dalam kedaulatan-Nya, Ia mengeraskan hati Firaun sehingga dengan sombong Firaun memanfaatkan kesempatan itu dan merasa sanggup untuk sekali lagi memaksa Israel kembali ke perbudakan Mesir. Ia telah melupakan keperkasaan Allah Israel yang dengan tulah-tulah-Nya sudah menghancurkan bangsanya. Terhadap umat yang ketakutan karena dikejar oleh Firaun dan pasukannya, sementara mereka sendiri terhadang laut Teberau, Tuhan menyatakan sekali lagi kuat kuasa-Nya. Seruan Musa mewakili Allah, "Jangan takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari Tuhan yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu..." (ayat 13). Mereka disuruh menyaksikan kehancuran Firaun oleh kuat kuasa Tuhan: "Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
Krisis yang sedang terjadi dan melanda dunia ini menyatakan dua hal penting. Pertama, kebebalan manusia yang mencoba mengatur hidup mereka sendiri di luar bahkan melawan Tuhan. Kedua, Tuhan berdaulat atas hidup ini. Semua upaya manusia di luar Tuhan pasti akan hancur, apalagi bila didirikan dalam kesombongan dan ketakaburan. Oleh karena itu, apapun krisis yang sedang melanda dunia ini, tidak ada satupun yang sanggup menghancurkan iman orang percaya karena iman itu disandarkan pada Allah, Sang Penguasa Dunia dan Sang Penebus umat-Nya.
Pernahkah Anda merasa bahwa Tuhan terlambat menolong, saat krisis melanda? Mungkin saat itu Anda bertanya-tanya, apakah Tuhan tidak sanggup menolong atau Dia sudah tidak perduli.
Mungkin itulah yang dirasakan oleh umat Israel saat melihat pasukan Firaun mendekat. Mereka menghadapi jalan buntu karena di hadapan mereka membentang Laut Teberau yang tak terseberangi. Musa memang sudah memberikan janji dan jaminan Tuhan bahwa mereka tidak akan ditangkap lagi oleh Firaun. Kenyataannya Firaun semakin dekat, sementara belum ada tindakan sama sekali, baik dari Musa maupun dari Tuhan. Namun justru pada saat itu Tuhan menyatakan kedaulatan-Nya. Ia tidak terlambat bertindak. Ia tidak tinggal diam (band. ay. 13, orang Israel akan diam saja), melainkan campur tangan dengan melakukan mukjizat yang besar, yang pertama kali mereka saksikan seumur hidup mereka.
Tuhan bertindak tepat pada waktunya dalam kebuntuan, ketegangan, dan ketakutan yang sedang dihadapi manusia dengan memberikan jalan keluar kepada mereka. Dia menyatakan kuasa-Nya. Pertama-tama dengan tiang awan-Nya yang membuat malam menjadi sangat gelap sehingga pasukan Mesir tidak dapat mendekati umat Israel semalam-malaman (ayat 19-20). Dengan memakai tongkat Musa yang diulurkan ke laut Teberau, Tuhan membelah laut tersebut sehingga terbentuk tanah kering untuk dilalui umat Israel ke seberang. Umat pun menyeberang dengan selamat. Dan akhirnya, dengan kuasa dahsyat-Nya atas alam, Ia menenggelamkan pasukan Firaun di laut Teberau hingga binasa.
Tuhan tidak pernah terlambat bertindak, kuasa-Nya yang dahsyat sanggup menyelesaikan masalah sebesar apapun. Karena itu jangan pernah kehilangan iman kita kepada Tuhan. Ia peduli dan akan bertindak dalam kuasa dan kedaulatan-Nya. Entah Dia akan melalukan krisis itu secepatnya atau Dia akan meningkatkan kekuatan anak-anak-Nya dalam menghadapi krisis tersebut.