Kel 15 (MAD2T*Pagi*07 Ogos*Tahun 1)

Keluaran 15

Penjelasan Singkat
Nyanyian Musa

Isi Pasal
Nyanyian orang-orang yang ditebus.

Judul Perikop
Nyanyian Musa dan Israel (15:1-21)
Di Mara dan di Elim (15:22-27)

Tafsiran: Seberapa dahsyat demonstrasi kekuasaan Tuhan dinyatakan lewat Laut Teberau? Kedahsyatan itu diungkapkan dalam nyanyian pujian yang agung yang dicatat dalam Keluaran 15 ini. Pujian yang keluar dari hati kagum sekaligus bersyukur. Kagum dan bersyukur karena keperkasaan Tuhan itulah yang menyelamatkan umat-Nya sekaligus memastikan penggenapan janji-Nya membawa mereka ke tanah Perjanjian.

Bagaimana kedahsyatan Allah digambarkan lewat pujian ini? Lewat gelar-gelar yang disandang Allah, seperti Ia tinggi luhur (ayat 1), Pahlawan perang (ayat 3), nama-Nya TUHAN (ayat 3b), juga Allah adalah kekuatan dan keselamatan (ayat 2). Bukan hanya gelar-Nya agung, tindakan-Nya pun luar biasa. Dia menyatakan kuasa-Nya mengendalikan laut untuk menenggelamkan Firaun dan pasukannya (ayat 4-10). Dalam mitologi Kanaan, laut melambangkan kuasa (dewa) kejahatan. Dewa-dewa digambarkan berperang untuk saling mengalahkan. Namun di tangan kanan Allah, (dewa) laut menjadi senjata-Nya untuk mengalahkan musuh-Nya yang lain. Tidak ada ilah lain yang seperti Allah Israel (ayat 11). Tindakan dahsyat Allah tidak berhenti di situ saja. Dia pun dipuji karena kesetiaan-Nya membawa umat-Nya seperti dalam arak-arakan kemenangan melintasi bangsa-bangsa menuju gunung-Nya yang kudus (ayat 13-17). Bagaikan Raja yang menang perang yang memamerkan jarahan-Nya, demikian Tuhan menuntun umat-Nya sendiri untuk menikmati pemerintahan-Nya yang kekal (ayat 18).

Apa yang Israel alami, yang membuat mereka tak putus-putusnya memuji Tuhan, juga dialami oleh kita yang percaya Yesus. Dia sudah membimbing kita keluar dari perbudakan dosa, mengalahkan kuasa dosa dan maut. Ia membimbing kita tangguh dalam perjalanan mengarungi padang gurun dunia berdosa. Satu hari kelak kita akan masuk ke tanah Perjanjian kekal, menikmati Kristus sebagai Raja bersama semua orang percaya dari segala abad dan tempat.

Mengapa kita begitu gampang bersungut-sungut tatkala menghadapi berbagai masalah dalam hidup, seakan-akan Tuhan tidak menyertai kita? Mungkin karena kita memiliki konsep yang salah mengenai penyertaan dan pemeliharaan Tuhan.

Bacaan hari ini menolong kita memahami konsep yang benar tentang penyertaan dan pemeliharaan Tuhan. Disertai Tuhan tidak berarti bahwa segala sesuatu dalam hidup akan berjalan lancar tanpa masalah. Mungkin bila segala sesuatu berjalan lancar kita justru tidak akan belajar apapun tentang Tuhan. Sebaliknya saat masalah datang, umat Tuhan diajar untuk memercayai pemeliharaan Tuhan. Tuhan mampu menolong umat keluar dari krisis. Itulah yang umat Israel alami saat krisis air minum melanda mereka. Di padang gurun, krisis seperti itu dengan cepat berubah menjadi sesuatu yang kritis. Bayangkan keletihan dan dehidrasi yang mereka alami, terutama kaum wanita dan anak-anak. Justru pada saat seperti itu mereka belajar mengandalkan Tuhan. Sungut-sungut tidak dapat menolong, bahkan bisa menimbulkan murka Tuhan. Namun dengan memandang kepada Tuhan, mereka menyaksikan kuasa-Nya yang kreatif, yang mengubah air pahit menjadi air manis (band. Yesus mengubah air menjadi anggur di Yoh. 2:1-10). Penyertaan Tuhan menuntut penyerahan total dan ketaatan penuh pada perintah-Nya. Hanya saat mereka bersandar penuh pada-Nya, Ia membukakan mata air berkat-Nya yang melimpah (ayat 27).

Tidak selalu hidup umat Tuhan berjalan lancar tanpa masalah. Ada waktunya Tuhan mengizinkan krisis melanda hidup dan menguji. Maka krisis seharusnya mendekatkan kita pada Tuhan. Sebab itu jangan pernah mencoba menyelesaikan sendiri masalah kita tanpa mengikutsertakan Tuhan, apalagi sampai mempersalahkan bahkan meninggalkan Dia untuk kompromi dengan dosa. Melalui krisis yang bahkan bisa memuncak menjadi kritis, Tuhan dapat menyatakan pertolongan-Nya secara ajaib dan kreatif.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)