Kel 22 (MAD2T*Mlm*10 Ogos*Tahun 1)

Keluaran 22

Penjelasan Singkat
Hukum mengenai pencurian

Isi Pasal
Peraturan tentang hak atas kepemilikan; kejahatan menentang kemanusiaan.

Judul Perikop
Peraturan tentang jaminan harta sesama manusia (22:1-17)
Peraturan tentang dosa yang keji (22:18-20)
Peraturan tentang orang-orang yang tidak mampu (22:21-27)
Berbagai-bagai peraturan (22:28-31)

Tafsiran: Manusia memerlukan berbagai kebutuhan seperti uang, makanan, rumah, pekerjaan, dll. Semuanya itu penting, namun hanya sebagai sarana dan alat untuk menunjang kehidupan. Kehidupan itu sendiri jauh lebih penting. Itu sebabnya, peraturan-peraturan Allah bagi umat-Nya sangat menekankan harkat manusia dan memandang pelecehan terhadap harkat manusia itu adalah pelanggaran hukum Allah.

Peraturan Allah pada nas ini, berkonsentrasi pada kerugian yang dialami seseorang dan kompensasi materi yang harus ia terima. Seseorang yang merugikan orang lain secara materi, dendanya haruslah materi juga. Ia tidak boleh mendapat hukuman secara fisik apalagi dengan menghilangkan nyawanya. Dalam kasus pembelaan diri ketika rumah seseorang dimasuki maling maka pembunuhan yang terjadi tidak dianggap melanggar Hukum Taurat (ayat 2). Terhadap perbuatan yang merugikan harta sesama, hukuman dengan menjatuhkan ganti rugi sepadan/sepenuhnya (ayat 1, 3, 5-6, 12), atau denda dua kali lipat (ayat 4, 7, 9) adalah wujud pertanggungjawaban pelaku kesalahan tersebut. Sekali lagi, peraturan-peraturan ini dibuat agar setiap anggota umat Tuhan belajar peduli dan bertanggung jawab terhadap harta milik sesamanya. Sikap demikian menunjukkan bahwa ia menghormati sesamanya sebagai anggota umat Tuhan yang mendapatkan kasih karunia Allah yang sama.

Peraturan-peraturan ini sebenarnya menjabarkan dua hukum Tuhan, "jangan mencuri," dan "jangan menginginkan harta sesamamu" (Kel. 20:15, 17). Di balik semua peraturan tersebut, Tuhan menginginkan kita menjaga motivasi diri dari rasa iri terhadap perbedaan berkat Tuhan bagi sesama kita. Sikap puas terhadap segala anugerah Tuhan akan memampukan kita mensyukuri hidup ini serta bersukacita bersama dengan saudara seiman yang juga diberkati-Nya.

Camkan: Percaya kepada hikmat pemeliharaan Allah membuat kita puas terhadap apa yang kita miliki dan hormat terhadap apa yang orang lain miliki.

Hidup yang Tuhan berikan bagi kita penting dan berharga. Oleh karena itu, kita berkewajiban memelihara hidup dalam kesucian. Namun, bukan hanya menjaga dan memelihara hidup kita sendiri melainkan juga menjaga dan memelihara hidup sesama.

Tuntutan agar seorang pria menikahi gadis yang telah ditidurinya adalah wujud pertanggungjawabannya karena telah membuat gadis itu tercemar (ayat 16). Ia harus melindungi gadis itu sebagai istrinya atau membayar kompensasi bila gadis itu mungkin sudah memiliki calon suami (ayat 17). Umat Tuhan dipanggil untuk menjaga kekudusan hidup dengan tidak membiarkan hal-hal jahat masuk dan merasuki kehidupan mereka seperti sihir, persetubuhan dengan binatang, dan penyembahan berhala (ayat 18-20). Saling mengingatkan di antara umat Allah untuk tidak melakukan hal demikian adalah tanggung jawab mereka bersama. Kepedulian ini bukan hanya dilakukan kepada sesama bangsa Israel melainkan juga kepada orang asing (ayat 21). Tindakan peduli bukan hanya dinyatakan dengan tidak menindas para janda dan anak-anak yatim (ayat 22), tetapi juga dengan memperlakukan mereka dengan baik (ayat 25) sambil tetap mengindahkan kehormatan mereka (ayat 26-27a). Sebab Tuhan sendiri yang akan membalas setiap orang yang memperlakukan sesamanya dengan buruk (ayat 23-24). Ia adalah Allah Pengasih dan Pemurah terhadap semua orang tanpa membeda-bedakan (ayat 27b). Mengenal dan mengakui otoritas dalam hidup bermasyarakat merupakan sikap penting dalam hidup keumatan. Bentuknya berupa hormat kepada Tuhan dan para pemimpin (ayat 28), memberikan persembahan sesuai tuntutan Hukum Taurat (ayat 29-30), sambil menjaga diri dari hal-hal najis (ayat 31).

Inti peraturan-peraturan ini adalah menghargai hidup pemberian Tuhan dengan menjaga diri dari dosa dan saling mengingatkan dalam kasih dan kekudusan.

Renungkan: Apa wujud peduli kita bagi sesama? Sudahkah kita mewujudkan kepedulian itu dalam suatu tindakan?

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)