Kel 29 (MAD2T*Pagi*14 Ogos*Tahun 1)
Keluaran 29
Penjelasan Singkat
Imam-imam ditahbiskan
Isi Pasal
Penahbisan para imam dan korban persembahan.
Judul Perikop
Mengenai pentahbisan Harun dan anak-anaknya (29:1-37)
Mengenai korban pagi dan korban petang (29:38-46)
Tafsiran: Musa bertanggung jawab menguduskan Harun dan anak-anaknya. Tugas itu datang langsung dari Tuhan. Perintah Tuhan untuk menguduskan Harun dan keturunannya itu pun dinyatakan secara terperinci. Perintah ini serius dan tidak dapat ditunda-tunda.
Perintah Tuhan kepada Musa itu terdiri dari 3 bagian, yaitu: pertama, perintah pengudusan Harun dan anak-anak-nya sebelum bertugas. Pengudusan ini dimulai dengan memberikan persembahan bagi Tuhan sebagai lambang Tuhan menguduskan dan melayakkan mereka (ayat 1-3). Dilanjutkan dengan menguduskan baju efod mereka menjadi baju yang akan terus dipakai oleh para imam Israel. Akhirnya, menguduskan mezbah sebagai tempat pembakaran kurban di hadapan Tuhan (ayat 29-36). Kedua, menahbiskan mereka selama tujuh hari menjadi imam bagi Israel (ayat 35). Penahbisan mereka dilakukan di depan kemah pertemuan (ayat 4, 10), tempat Allah hadir sebab mereka akan bekerja bagi Allah. Harun dan keturunannya disahkan sebagai imam-iman Israel dengan mengenakan baju efod. Ketiga, menyembelih lembu dan domba jantan sebagai korban bakaran, korban penghapus dosa, dan korban pengudusan, suatu persembahan yang menyenangkan hati Tuhan, tanda Tuhan berkenan kepada Harun dan anak-anaknya (ayat 10-27).
Sebagaimana Musa mempersiapkan Harun dan keturunannya menjadi imam-imam Israel. Demikian pula dalam mempersiapkan para pelayan Tuhan kadang Tuhan memakai hamba-Nya secara khusus. Mungkin sebagai Musa, atau sebagai Harun, berbahagialah orang-orang yang Tuhan pilih untuk melayani-Nya. Yang penting, setia dan taat kepada kehendak Tuhan, ikuti cara-cara-Nya dengan tepat, dan jadilah alat anugerah-Nya!
Renungkan: Jika Tuhan memilih Anda jadi hamba Tuhan maka persiapkanlah diri Anda. Jika Tuhan meminta Anda untuk mempersiapkan pekerja-Nya maka lakukanlah itu dengan tulus hati.
Tujuan Allah memerintahkan pembangunan kemah suci dan berbagai peralatannya adalah Dia ingin hadir di tengah umat-Nya. Segala peraturan mengenai persembahan kurban adalah cara-cara yang berkenan kepada Allah agar umat-Nya dikuduskan dan layak menghampiri-Nya.
Allah telah memberi petunjuk kepada umat Israel melalui Musa tentang berbagai hal mengenai pembangunan kemah suci dan berbagai peralatan di dalamnya (ayat 25:10-27:21). Dia juga sudah menetapkan peraturan bagi orang-orang yang ditetapkan untuk melayani dalam rumah-Nya (ayat 28:1-29:37). Kini, Allah menetapkan syarat bagi kehadiran-Nya di kemah pertemuan itu, yaitu kurban-kurban pagi dan sore yang terus menerus harus dipersembahkan kepada-Nya. Kurban-kurban ini adalah kurban bakaran (Im. 1:1-17) dan kurban sajian dan curahan (Im. 2:1-16). Kurban-kurban ini merupakan kurban-kurban pengucapan syukur karena kasih dan pemeliharaan Tuhan atas mereka. Ucapan syukur yang terus-menerus dipanjatkan akan membawa dampak rohani yang dahsyat. Pertama, umat Israel akan menyadari bahwa Allah mereka adalah Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir (Kel. 29:46). Manusia gampang melupakan kebaikan Tuhan, oleh karena itu ritual seperti ini menolong mereka untuk terus mengingatnya. Kedua, umat Israel akan terus memelihara hidup kudus karena Allah yang mereka sembah adalah kudus (ayat 43-45). Tanpa kekudusan, Allah tidak akan berkenan hadir di tengah-tengah umat-Nya.
Umat Allah yang sudah ditebus oleh darah Kristus, dapat menghampiri Allah dengan membawa kurban syukur berupa hidup yang kudus dan hati yang penuh pujian dan syukur. Gereja boleh sederhana bahkan fasilitasnya tidak memadai. Asalkan hati para warga gerejanya tulus mengucap syukur dan memelihara hidup kudus, Allah pasti berkenan memberkati mereka.
Renungkan: Bersyukur dan hidup kudus adalah dua syarat Tuhan hadir dalam hidup Anda!