Kel 30 (MAD2T*Mlm*14 Ogos*Tahun 1)

Keluaran 30

Penjelasan Singkat
Tebusan jiwa

Isi Pasal
Mezbah pembakaran ukupan dan bejana pembasuhan.

Judul Perikop
Mengenai mezbah pembakaran ukupan (30:1-10)
Mengenai persembahan khusus pada waktu pendaftaran orang Israel (30:11-16)
Mengenai bejana pembasuhan (30:17-21)
Mengenai minyak urapan yang kudus (30:22-33)
Mengenai ukupan yang kudus (30:34-38)

Tafsiran: Mezbah ini dibuat dari kayu penaga. Hanya bila mezbah korban bakaran dilapis tembaga, mezbah ukupan dilapis emas. Mezbah ini diletakkan di dalam ruang kudus, di depan pintu masuk ke dalam ruang maha kudus. Ketika sedang berdoa di depan mezbah inilah, Zakharia ditemui malaikat (Luk. 1:8-9,11). Bara yang menyucikan bibir Yesaya dalam penglihatannya di Yesay. 6, juga adalah bara yang diambil dari mezbah ukupan ini.

Dupa yang berbau harum. Bau harum dupa di atas mezbah ukupan itu pastilah menutupi bau darah yang keluar dari mezbah korban bakaran. Tuhan menginginkan agar dupa harum itu terus ada sepanjang hari, pagi dan petang. Dupa harum itu melambangkan doa-doa yang senantiasa dipanjatkan kepada Allah. Doa, baik doa syukur maupun doa permohonan dan syafaat, adalah bagaikan dupa harum yang menyukakan hati Allah. Dengan doa, umat belajar mengutamakan dan mengandalkan Allah dalam segala sesuatu. Seperti halnya nafas, doa harus berlangsung terus menerus sepanjang hari. Setahun sekali tanduk-tanduk mezbah itu harus diolesi dengan darah korban penghapus dosa oleh Harun. Jelas, doa yang diterima Allah dilandaskan atas darah perjanjian, bukan kebaikan kita.

Doa: Dalam doa aku makin merasakan kehadiran-Mu, Tuhan.

Menurut Anda, seharusnya bagaimana bentuk tempat pertemuan untuk menerima kehadiran Allah? Siapakah yang tepat menjawab pertanyaan ini? Nas ini menjawabnya dengan rincian mendetail sesuai kehendak Allah.

Tempat pertemuan itu disebut mezbah ukupan (ayat 1). Tujuan mezbah ini dibuat ada dua, yakni tempat Allah bertemu dengan hamba-Nya dan tempat para imam membakar ukupan dari wangi-wangian (ayat 6b-7). Mezbah ini diletakkan di ruang kudus di hadapan ruang mahakudus (ayat 6). Dalam Alkitab, persembahan ukupan melambangkan doa-doa umat Allah (Mzm. 141:2). Jadi, mezbah ukupan melambangkan doa-doa umat yang diwakili oleh para imam untuk mohon pengampunan dosa. Bersama dengan mezbah kurban bakaran (lih. Kel. 27:1-8), kedua mezbah ini mewakili berbagai upacara persembahan kurban agar umat dikuduskan dan dilayakkan menghampiri Allah yang kudus.

Tanduk-tanduk mezbah yang menempel di kedua bidang sisi mezbah ukupan ini melambangkan perlindungan bagi setiap orang yang memegangnya. Demikianlah yang terjadi pada Adonia saat ia mencari perlindungan dari kejaran orang-orang yang memihak Salomo (lih. 1Raj. 1:50). Setahun sekali imam besar mengadakan pendamaian dengan menggunakan tanduk-tanduk mezbah ukupan itu agar umat dikuduskan dan doa-doa mereka layak diterima Allah (Kel. 30:10). Peraturan berikut (ayat 11-16) adalah mengenai persembahan wajib sebagai bentuk pengakuan bahwa mereka milik Allah (pendamaian bagi nyawa; 12, 16). Uang itu dipakai untuk membiayai berbagai kebutuhan ibadah di kemah suci.

Pada zaman PL, imam menjadi pengantara bagi doa umat. Sekarang Tuhan Yesuslah yang menjadi pengantara kita kepada Allah Bapa karena Dialah satu-satunya jalan kepada-Nya. Sebab itu, setiap kali kita menaikkan doa-doa kita, kita berdoa dalam nama Tuhan Yesus.

Renungkan: Kristus adalah Pendoa syafaat kita kepada Bapa. Biarlah kita rela menjadi pendoa-pendoa bagi sesama kita!

"Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya" (Mzm. 24:3-4). Dengan membasuh tangan dan kaki, Harun dan anak-anaknya secara simbolis membersihkan diri dari dosa., juga menghilangkan noda segala urusan sehari-hari yang tidak layak dibawa masuk ke dalam tempat suci.

Acara pembasuhan tangan sebelum masuk tempat beribadah masih tetap diteruskan umat Yahudi dan umat Islam. Kita orang Kristen tidak mencuci tangan sebelum masuk ke dalam gereja. Namun pembersihan yang dilambangkan itu patut dilaksanakan. Alangkah baiknya jikalau sebelum kebaktian mulai, kita mengambil waktu untuk berdiam diri di hadapan Tuhan, mengakui dosa dan menyerahkan segala kesibukan dan pergumulan kepada Tuhan. Arahkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan saja.

Persembahan yang harum. Baik para imam maupun kemah pertemuan dan alat-alat kudus diurapi dengan minyak harum, sedang kemenyan wangi diletakkan di tempat suci. Kemenyan (Why. 5:8) merupakan suatu persembahan harum yang berkenan kepada Tuhan.

Renungkan: Persembahan terpenting yang harus kita bawa untuk Tuhan ialah hidup yang dikuduskan oleh dan bagi-Nya.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)