Kel 32 (MAD2T*Mlm*15 Ogos*Tahun 1)

Keluaran 32

Penjelasan Singkat
Anak lembu emas ... Loh batu pecah

Isi Pasal
Loh Hukum pecah; Israel menyembah anak lembu emas. Doa syafaat Musa.

Judul Perikop
Anak lembu emas (32:1-35)

Tafsiran: Allah telah mengikat perjanjian dengan Israel. Di atas gunung Sinai, Allah telah memberikan berbagai peraturan dan petunjuk kepada Musa untuk membuat Kemah Suci dan berbagai perkakasnya. Bahkan Allah menuliskan sendiri, sepuluh hukum Allah pada dua loh batu (Kel. 31:18). Kita tahu bahwa dua hukum yang pertama mengharuskan umat Israel untuk mengutamakan Allah dan melarang mereka untuk menyembah ilah lain.

Namun ironis, berada di kaki gunung saat menantikan Musa, ternyata membuat orang Israel tidak sabar. Mereka mengira bahwa Musa sudah binasa dalam api yang terlihat menghanguskan di puncak gunung Sinai. Maka bagai anak ayam kehilangan induk, bangsa Israel terlihat kacau. Lalu mereka mendesak Harun untuk membuat allah lain, yang akan memimpin mereka (Keluaran 32:1). Sayangnya, Harun mengikuti kemauan orang Israel dengan membuat patung lembu emas (Keluaran 32:2-4). Padahal itu dosa di mata Tuhan. Dengan berbuat demikian, mereka menyamakan Allah dengan patung yang tidak memiliki kuasa apa pun.

Mereka melupakan Allah yang masih hadir dalam kemuliaan-Nya di atas gunung Sinai (Kel. 19:17-20; 20:18), Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir dan memelihara hidup mereka. Mereka lebih ingin percaya kepada allah palsu, buatan tangan mereka sendiri. Tidak heran, Allah murka sehingga ingin membinasakan Israel. Namun Musa, sebagai pemimpin yang mengasihi umat, memohon agar Tuhan mengampuni umat-Nya demi nama baik-Nya agar tidak diolok-olok oleh orang Mesir, juga demi perjanjian dengan leluhur Israel. Doa Musa didengar Tuhan, Ia tidak jadi melenyapkan umat-Nya.

Kemarahan Allah memperlihatkan ketidaksukaan-Nya bila umat tidak menjadikan Dia sebagai Allah satu-satunya. Sebab itu mari kita introspeksi, adakah kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya yang kita sembah atau adakah pihak lain yang menjadi sandaran hidup kita? Ingatlah, kita hanya boleh menyembah dan memprioritaskan Allah di atas segala sesuatu karena Dia telah menebus kita di dalam Kristus.

Ditimbang sepintas lalu, Harun lebih mampu memimpin umat Israel daripada Musa. Harun berkarisma dan pandai berbicara (Kel. 4:10-17). Harun memuaskan hati bangsa Israel pada saat mereka gelisah dan meminta allah yang tampak. Sedangkan Musa tidak pandai berbicara. Baik di tanah Mesir, maupun di padang gurun, bangsa Israel menggerutu tentang Musa karena mereka kecewa dengan kepemimpinannya. Dengan ukuran apakah seorang patut dinilai pemimpin yang baik?

Pemimpin yang kuat. Tujuan Musa bukan menyenangkan hati umatnya, melainkan membawa mereka dari Tanah Mesir ke Tanah Perjanjian. Ia menjadi sangat marah melihat orang Israel menyembah anak lembu emas. Kedua loh hukum Allah dipecahkan dan anak lembu dicairkan, lalu disuruhnya orang Israel meminumnya agar mereka sadar akan kemurtadan mereka. Musa menghukum mereka, namun juga mendoakan. Ia menanggung dosa bangsanya di depan Tuhan, sampai ia rela dihapuskan namanya dari "Kitab yang Kau tulis" (ayat 32). Sedangkan Harun menyalahkan bangsanya, dan berbicara seakan-akan anak lembu emas itu membentuk dirinya sendiri. Terbukti kepemimpinan Harun yang banyak kompromi lemah, sehingga mendatangkan dosa besar pada umatnya.

Popular posts from this blog

Efe 5 (MAD2T*Pagi*12 April*Tahun 1)

Kej 32 (MAD2T*12 Juli*Tahun 1)

Kej 44 (MAD2T*24 Juli*Tahun 1)