Posts

Showing posts from June, 2018

Kej 20 (MAD2T*30 Jun*Tahun 1)

Kejadian 20 Penjelasan Singkat Abraham menyangkal Sara Isi Pasal Penyelewengan Abraham di Gerar. Berbohong kepada Abimelekh tentang istrinya. Judul Perikop Abraham dan Abimelekh (20:1-18) Tafsiran: Perikop ini sepintas mirip dengan kisah Abram di 12:10-20. Namun, di sini fokus ada pada perlindungan Tuhan kepada Abraham juga kepada Abimelekh, si raja kafir. Karena Abraham takut dibunuh oleh orang Gerar yang menginginkan istrinya, ia mengaku Sara sebagai saudaranya. Akibatnya Abimelekh merasa bebas mengambil Sara untuk diperistri (ayat 2). Lewat mimpi, Allah mengingatkan Abimelekh bahwa tindakannya salah, dan ia akan dihukum bila tidak melepaskan Sara (ayat 3). Allah mengetahui bahwa Abimelekh tulus hatinya, oleh karena itu sebelum Abimelekh bertindak terlalu jauh, Allah menegurnya (ayat 6). Ini menunjukkan bahwa Allah sebenarnya peduli dan mengasihi Abimelekh, kepada orang-orang kafir yang memelihara hati tulus. Tindakan Allah ini menunjukkan bahwa sejak semula Allah tidak per...

Kej 19 (MAD2T*29 Jun*Tahun 1)

Kejadian 19 Penjelasan Singkat Musnahnya Sodom Isi Pasal Kehancuran Sodom dan Gomora. Lot kembali melakukan perbuatan yang tercela dan melarikan diri. Judul Perikop Sodom dan Gomora dimusnahkanLot diselamatkan (19:1-29) Lot dan kedua anaknya perempuan (19:30-38) Tafsiran: Secara logika seharusnya orang benar jangan hidup bersama-sama dengan orang fasik (bdk. Mzm. 1:1). Kenyataannya, daya pikat dunia dan kehidupan orang fasik begitu menarik sehingga banyak orang benar yang tertarik untuk bergaul dengan mereka. Padahal seharusnya orang benar tidak tahan dengan kejahatan yang mereka lihat setiap hari. Lot adalah orang benar yang hidup di tengah orang fasik, walaupun jiwanya tersiksa (Kejadian 19:2Ptr. 2:6-8). Nas kita dimulai dengan informasi tentang Lot yang duduk di pintu gerbang Sodom. Dalam dunia kuno, kota dikelilingi oleh tembok sehingga ada pintu gerbang. Itu adalah tempat yang paling penting di kota karena semua transaksi biasanya dilakukan di situ. Para penatua juga dudu...

Kej 18 (MAD2T*28 Jun*Tahun 1)

Kejadian 18 Penjelasan Singkat Abraham dan malaikat Isi Pasal Abraham, sahabat Allah. Janji akan keturunan diperbaharui. Doa syafaat untuk Sodom. Judul Perikop Allah mengulangi menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham (18:1-15) Doa syafaat Abraham untuk Sodom (18:16-33) Tafsiran: Kisah ini melanjutkan pasal 17, karena nama Abraham di ayat 1 sebenarnya tidak ada ("kemudian TUHAN menampakkan diri kepadanya."). Jadi TUHAN lebih lanjut melalui tiga tamu Abraham menyatakan berkat-Nya melalui mengunjunginya (ayat 1-2). Betapa pentingnya menjamu tamu dinyatakan oleh Abraham dengan mengolahkan makanan terbaik untuk dihidangkan. Sebelum itu ia membasuh kaki-kaki mereka sebagai sikap tuan rumah yang melayani tamu terhormat (ayat 3-8). Di tengah tradisi saling menghormati itu, para tamu pun menyatakan berkat mereka (ayat 10). Di sini berkat itu tiada lain daripada berkat nubuat seorang putra yang memang sudah sungguh-sungguh dinantikan oleh pasangan Abraham dan Sara. ...

Kej 17 (MAD2T*27 Jun*Tahun 1)

Kejadian 17 Penjelasan Singkat Sunat Isi Pasal Penyataan Allah. Nama Abram diganti. Perjanjian diteguhkan. Sunat dilaksanakan. Janji akan Ishak. Judul Perikop Sunat sebagai tanda perjanjian Allah dengan Abraham (17:1-27) Tafsiran: Tiga belas tahun menunggu, masih belum juga janji keturunan digenapi. Malah TUHAN datang lagi untuk meneguhkan janji-Nya. Kali ini dimulai dengan perintah, "Hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela" (ayat 2). Dalam penantian yang panjang itu Abram sekali lagi men-dapatkan peneguhan dan dituntut merespons dengan tepat. TUHAN mengubah nama Abram menjadi Abraham (= bapak bagi banyak ...; 5), dan Sarai menjadi Sara (= putri bangsawan; 15) sebagai tanda bahwa Abraham akan sungguh-sungguh melahirkan bangsa-bangsa (ayat 6), dan ada ikatan perjanjian kekal antara TUHAN dengan keturunan Abraham yang khusus (ayat 7), dan tanah Perjanjian itu akan menjadi milik mereka selamanya (ayat 8). Dari pihak Abraham diharapkan respons berupa memberi diri dis...

Kej 16 (MAD2T*26 Jun*Tahun 1)

Kejadian 16 Penjelasan Singkat Kepergian Hagar Isi Pasal Kelahiran Ismael. Judul Perikop Hagar dan Ismael (16:1-16) Tafsiran: "Adakah Tuhan peduli kalau saya menderita oleh tekanan-tekanan hidup sekeliling saya, hutang-hutang yang melilit keluarga saya?" keluh seorang bapak. Lanjutnya, "memang sih, saya salah berspekulasi dengan modal dagangan saya. Tetapi, sayakan sudah minta ampun. Apakah Tuhan sedang menghukum kami?" Perasaan yang sama mungkin menghinggapi Sarai, yang merasa bahwa kehamilan Hagar adalah kekeliruan besar yang ia (Sarai) buat. Demikian juga dengan Abram, karena sekarang ia menghadapi dua perempuan yang menuntut perlakuan adil. Jelas, Hagar sendiri tertekan karena diperlakukan tidak adil baik oleh Sarai, maupun Abram (ayat 6). TUHAN peduli. Ia tetap memelihara Abram dan Sarai. Ia secara khusus peduli terhadap hamba yang tertindas, Hagar. Kita dapat melihat hal tersebut dari nama yang diberikan Malaikat TUHAN kepada anak Hagar, Ismael (= All...

Kej 15 (MAD2T*25 Jun*Tahun 1)

Kejadian 15 Penjelasan Singkat Iman Abram Isi Pasal Perjanjian Abraham diteguhkan dan benih rohani dijanjikan. Judul Perikop Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya (15:1-21) Tafsiran: Mengapa setelah menjadi anak Tuhan kita masih bermasalah? Di mana bukti dari janji-janji Allah yang memberikan pengharapan dan berkat-berkat? Apakah kenyataan di atas membuat iman kita ciut? Masihkah kita tetap percaya bahwa Tuhan kita dapat dipercayai? Abram telah menerima janji TUHAN bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar dan keturunannya akan menempati tanah Perjanjian. Namun sampai saat itu, ia belum juga memiliki putra kandung. Kini TUHAN meneguhkan janji-Nya sekali lagi dan Abram percaya akan janji itu (ayat 6). TUHAN meneguhkan janji melalui upacara peneguhan perjanjian (ayat 9-11, 17-19). Upacara serius itu sekaligus 'sumpah' TUHAN sepihak kepada Abram. Melalui lambang "perapian yang berasap dan suluh yang berapi" (ayat 17) yang melewati dan membakar ...

Kej 14 (MAD2T*24 Jun*Tahun 1)

Kejadian 14 Penjelasan Singkat Pertempuran raja-raja Isi Pasal Abram mengantar Lot. Penolakan Abram untuk berkompromi dengan Raja Sodom. Judul Perikop Abram mengalahkan raja-raja di Timur dan menolong Lot (14:1-16) Pertemuan Abram dengan Melkisedek (14:17-24) Tafsiran: Konflik dan kedamaian adalah dua hal yang bertolak belakang. Konflik membuat ikatan kasih menjadi hilang. Ibu Teresa pernah berkata "Jika tidak ada kedamaian di antara kita, itu dikarenakan kita melupakan bahwa kita memiliki satu sama lain." Dalam perikop ini, kita melihat teladan Abram serta mempelajari kekuatan kasih yang tanpa batas dan tidak terhalangi oleh kegagalan sekalipun. Sebenarnya ada dua faktor yang dapat menghalangi Abram untuk menyatakan kasihnya. Pertama, kekuatan para musuh. Di pasal ini, penulis mengisahkan adanya dua kekuatan besar yang bermusuhan, yaitu Kedorlaomer dan sekutunya di satu pihak serta Sodom dan Gomora beserta sekutunya di pihak lain (Kejadian 14:1-7). Kerajaan Kedorlao...

Kej 13 (MAD2T*23 Jun*Tahun 1)

Kejadian 13 Penjelasan Singkat Abram dan Lot Isi Pasal Kembalinya Abram ke negeri dan mezbah. Perpisahan dengan Lot. Lot kembali berbuat jahat dan tanah yang dipilihnya. Judul Perikop Abram dan Lot berpisah (13:1-18) Tafsiran: Setiap orang pasti pernah mengalami konflik, tetapi belum tentu dapat mengambil keputusan yang baik ketika konflik itu datang. Robert Schuller berkata "Kita adalah makhluk pilihan; kita mempunyai kemampuan untuk memilih, bagaimana cara kita bereaksi terhadap keadaan apa saja". Abram berpegang kepada janji Allah dan bahwa Allah akan menepati janji-Nya. Namun seiring berjalannya waktu, kepercayaan itu diuji. Pertama, dengan adanya kelaparan di negeri Kanaan (Kej. 12:10-20). Kedua, perselisihan dengan keponakannya sendiri, Lot. Ia harus menghadapi konflik di mana mereka harus berbagi tempat satu sama lain. Dari sini kita melihat bahwa yang namanya masalah akan selalu ada, tetapi hal yang penting adalah bagaimana kita merespons masalah itu. Abram t...

Kej 12 (MAD2T*22 Jun*Tahun 1)

Kejadian 12 Penjelasan Singkat Pemanggilan Abram Isi Pasal Panggilan Abram. Penyembahannya dan ujiannya. Kengerian di Mesir. Judul Perikop Abram dipanggil Allah (12:1-9) Abram di Mesir (12:10-20) Tafsiran: Dalam kehidupan sebagai orang percaya, kita kerap diperhadapkan pada situasi-situasi yang dilematis, khususnya yang menyangkut masa depan kita. Dalam keadaan seperti itu, keraguan dan kebimbangan akan sering menggelayuti pikiran kita ketika kita harus menentukan pilihan apa yang harus kita ambil atau keputusan apa yang harus kita berikan. Kita bingung karena kita sama sekali tidak memiliki gambaran tentang apa yang akan terjadi ke depan. Di sinilah dibutuhkan kepekaan dan keberanian untuk meminta Tuhan menunjukkan kepada kita apa yang harus kita lakukan. Iman yang besar merupakan pijakan kita untuk meyakini bahwa apapun yang Tuhan putuskan untuk kita lakukan, itu merupakan hal yang terbaik. Abram berasal dari keluarga mapan. Terah, sang ayah, begitu mengayomi keluarganya seh...

Kej 11 (MAD2T*21 Jun*Tahun 1)

Kejadian 11 Penjelasan Singkat Babel dibangun Isi Pasal Kegagalan Perjanjian Nuh. Menara Babel. Berseraknya bangsa-bangsa. Keturunan Abram. Judul Perikop Menara Babel (11:1-9) Keturunan Sem (11:10-26) Daftar keturunan Terah (11:27-32) Tafsiran: Manusia diperlengkapi Tuhan dengan keinginan dan kehendak. Hal ini melahirkan dorongan-dorongan tertentu dalam diri manusia untuk menghendaki dan melakukan sesuatu. Kreativitas juga tercipta melalui keinginan dan kehendak. Tanpa adanya keinginan atau kehendak, manusia tidak punya dorongan untuk melakukan kreasi dan inovasi. Sebagai anugerah dari Tuhan, tentu saja manusia harus menyukuri hal ini. Tidak semestinya manusia menyalahgunakannya untuk hal-hal yang tidak mempermuliakan nama Tuhan, seperti yang ditunjukkan dalam bacaan Alkitab pada hari ini. Sebab apabila hal itu terjadi maka Tuhan sendiri yang akan turun tangan meminta pertanggungjawaban kita. Kisah menara Babel memperingatkan kita agar tidak salah menggunakan keinginan dan k...

Kej 10 (MAD2T*20 Jun*Tahun 1)

Kejadian 10 Penjelasan Singkat Keturunan Nuh Isi Pasal Daftar bangsa-bangsa. Judul Perikop Daftar bangsa-bangsa keturunan Sem, Ham dan Yafet (10:1-32) Tafsiran: Bagian ini kelanjutan dari keturunan Nuh. Perintah Allah untuk beranak cucu dan bertambah banyak terus dipenuhi. Silsilah yang disusun berdasarkan ketiga anak Nuh ini bukan silsilah yang sifatnya rasial, etnis, linguistik, atau teritorial, melainkan politis. Silsilah ini menunjukkan jaringan-jaringan hubungan pada waktu itu. Pertama-tama keluarga Yafet sangat kurang dibahas (ayat 2-5). Kita bisa mengasumsikan bahwa tradisi yang ada pada waktu itu tidak memiliki banyak informasi tentang garis keturunan ini. Kedua adalah keluarga Ham (ayat 6-20). Kanaan memiliki blok yang cukup besar di sini (ayat 15-19). Ada satu tokoh lagi yang perlu diperhatikan di sini, yaitu Nimrod (ayat 8-12). Nimrod adalah orang yang gagah perkasa. Kita memperhatikan bahwa setelah muncul nama ini dalam pasal 6, Allah kemudian menghukum bumi dengan...

Kej 9 (MAD2T*19 Jun*Tahun 1)

Kejadian 9 Penjelasan Singkat Kematian Nuh Isi Pasal Perjanjian Nuh. Aib Nuh dan dosa Ham. Judul Perikop Perjanjian Allah dengan Nuh (9:1-17) Nuh dan anak-anaknya (9:18-29) Tafsiran: Perjanjian yang ada di dalam Alkitab biasanya melibatkan tiga hal: pihak-pihak yang berjanji, isi perjanjian, dan syarat-syarat perjanjian. Isi perjanjian biasanya menyangkut tentang apa yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak. Syarat perjanjian adalah sanksi yang diberlakukan kalau seandainya salah satu pihak tidak setia kepada isi perjanjian yang dibuat. Dalam perjanjian antara Allah dan manusia, tentu saja Allah tidak mungkin tidak setia karena Ia selalu menggenapi janji-Nya kepada umat-Nya. Dalam perjanjian antara Allah dan Nuh, Allah memerintahkan Nuh dan keturunannya untuk beranakcucu, memenuhi bumi, serta menguasainya (Kejadian 9:1-2, 7). Perintah ini sama seperti perintah yang Tuhan telah berikan sebelumnya kepada Adam. Selain perintah tersebut, Tuhan menyatakan pemeliharaan-Nya dengan...

Kej 8 (MAD2T*18 Jun*Tahun 1)

Kejadian 8 Penjelasan Singkat Air bah surut Isi Pasal Air surut, keluar dari bahtera. Mezbah Nuh. Judul Perikop Air bah surut (8:1-22) Tafsiran: Kalimat awal dari perikop ini memberi kesan bahwa Allah "sempat" melupakan keberadaan seluruh isi bahtera. Benarkah demikian? Tidak! Ungkapan bahwa Allah mengingat Nuh ini (ayat 1) justru menegaskan pengalaman Allah yang terus menerus setia menyertai Nuh, menuntaskan rencana penyelamatan-Nya bagi dunia melalui Nuh. Kemarahan Allah ada akhirnya. Allah mengembalikan air ke dalam batasannya. Kisah air bah membukakan dua hal kepada kita. Pertama, kisah itu menyisakan kenangan pahit dan tak terlupakan. Dosa tidak pernah memberikan kebahagiaan dalam hidup dan bagi kondisi dunia ini. Kedua, kisah itu mendatangkan sukacita karena di balik penghukuman Allah, Allah berbelas kasihan kepada umat-Nya. Penyelamatan Nuh dan keluarganya, beserta wakil dari semua makhluk yang bernyawa, menggambarkan pemulihan ciptaan dan penciptaan suatu umat...

Kej 7 (MAD27*17 Jun*Tahun 1)

Kejadian 7 Penjelasan Singkat Air Bah Isi Pasal Air bah datang. Nuh dan keluarganya dipelihara. Judul Perikop Air bah (7:1-24) Tafsiran: Kisah air bah ini mengungkapkan tentang dua hal bertentangan dalam kehidupan manusia. Di satu sisi, Allah menciptakan manusia untuk menjadi partner atau rekan kerja yang setia pada perjanjian-Nya. Allah berharap bahwa dalam kerja sama itu tercipta keharmonisan hubungan antara Pencipta dan ciptaan. Namun, pada pihak manusia, manusia yang sebenarnya adalah ciptaan yang patut taat kepada Allah, menolak untuk bekerja sama. Manusia menolak Allah! Penolakan ini mendatangkan murka Allah. Di tengah-tengah narasi kemurkaan Allah terhadap dunia ciptaan-Nya yang lepas kendali, terselip kisah tentang belas kasihan Allah kepada Nuh dan keluarganya. Allah mempersilakan mereka masuk ke dalam bahtera, karena saat itu tak ada satu lokasi pun yang selamat dari keganasan air bah. Nuh beserta keluarganya harus rela "terkurung" di dalam bahtera bertingka...

Kej 6 (MAD2T*16 Jun*Tahun 1)

Kejadian 6 Penjelasan Singkat Bahtera Isi Pasal Pemberitahuan tentang air bah. Kompromi antara anak-anak Allah dengan anak-anak perempuan manusia. Judul Perikop Kejahatan manusia (6:1-8) Riwayat Nuh (6:9-22) Tafsiran: Seluruh perikop ini sulit kita mengerti dengan jelas, khususnya ayat 1-4. Beberapa penafsir berpendapat bahwa istilah "anak-anak Allah" mengacu pada orang-orang saleh, yang pada waktu itu menikah dengan perempuan dari keturunan orang-orang yang tidak beribadah. Dalam hal ini, para penafsir menekankan bahwa manusia telah melakukan penyelewengan terhadap Allah. Pernikahan yang berhakikatkan kesatuan dari Allah, kini menjadi persatuan dengan pihak yang melawan Allah. Di mata Allah, perbuatan manusia selain telah melampaui batas-batas tatanan yang diciptakan Allah (ayat 3), juga jahat (ayat 5,11), hingga Tuhan harus menyesal telah menjadikan manusia (ayat 6). Dosa tidak hanya melanggar hukum-hukum Allah, tetapi juga mengesampingkan Allah. Dosa tidak berhent...

Kej 5 (MAD2T*15 Jun*Tahun 1)

Kejadian 5 Penjelasan Singkat Keturunan Adam Isi Pasal Keturunan dari Adam hingga Nuh. Judul Perikop Keturunan Adam (5:1-32) Tafsiran: Siapa yang dapat menghentikan lajunya kematian menerabas semua yang hidup di bumi ini? Kematian adalah sesuatu yang menakutkan. Sebisa mungkin -- meskipun sia-sia -- manusia berusaha melawan atau menghindari. Dihadapkan pada fakta yang skematis ini kita bertanya-tanya, apakah ada pengharapan? Bukankah seluruh hidup kita hanya akan dirangkum seperti pasal 5 yang baru saja kita baca: Ketika A hidup x tahun, ia menjadi ayah B. A hidup y tahun setelah melahirkan B, dan dia memiliki anak-anak lelaki dan perempuan. Maka, seluruh hari kehidupan A berjumlah z tahun, dan dia mati. Ada dua tokoh yang paling tidak perlu kita perhatikan di sini. Pertama adalah Lamekh. Lamekh dalam pasal 5 bukanlah Lamekh dalam pasal 4. Lamekh di sini adalah Lamekh yang membawa pengharapan, membawa kemenangan. Tidak demikian dengan Lamekh pencabut nyawa dalam pasal 4. Dalam ...

Kej 4 (MAD2T*14 Jun*Tahun 1)

Kejadian 4 Penjelasan Singkat Kematian Habel Isi Pasal Anak-anak Adam yang pertama, Kain dan Habel. Peradaban yang pertama. Kelahiran Set. Judul Perikop Kain dan Habel (4:1-16) Keturunan Kain, Set dan Enos (4:17-26) Tafsiran: Dosa memang memiliki efek menular. Satu dosa dalam diri seseorang dapat melahirkan dosa lain dalam diri orang tersebut. Satu orang berdosa bisa ditiru orang lain dan mengakibatkan orang yang meniru itu jadi berdosa pula. Apa yang terjadi pada Adam dan Hawa, berdampak lebih dahsyat pada Kain dan Habil. Bila Adam menyalahkan Hawa sebagai penyebab kejatuhan mereka ke dalam dosa, Kain tega membunuh Habil sebab kurban persembahannya tidak diterima oleh Tuhan (Kejadian 4:5, 8). Bila Adam dan Hawa harus terusir dari Taman Eden dan berjuang melawan semak duri dan ketandusan tanah untuk dapat beroleh bahan makanan; Kain harus terusir dari tempat tinggalnya serta menjadi pelarian dan pengembara di bumi (Kejadian 4:14). Puji syukur kepada Tuhan, karena walau manusi...

Kej 3 (MAD2T*13 Jun*Tahun 1)

Kejadian 3 Penjelasan Singkat Kejatuhan Isi Pasal Pencobaan Hawa dan masuknya dosa ke dalam ras/bangsa. Perjanjian Allah dengan manusia yang jatuh dalam dosan dan pengusiran dari Taman Eden. Judul Perikop Manusia jatuh ke dalam dosa (3:1-24) Tafsiran: Kisah yang luar biasa dalam perikop ini menjelaskan bagaimana dosa masuk ke dalam dunia dan merusak tatanan asri dunia ini. Pasangan suami istri (pasutri) pertama jatuh ke dalam dosa karena melanggar perintah Allah yang dengan jelas dan tegas disampaikan (Kej. 2:16-17). Memang ular menjadi gara-gara pasutri pertama jatuh ke dalam dosa, namun tanggung jawab kesalahan itu bukan terutama pada ular melainkan pada diri mereka. Perempuan itu memberi diri meladeni tipu daya ular. Saat firman Tuhan diputarbalikkan, seharusnya ia menolaknya dengan tegas, bukan mendiskusikannya (ayat 2-3). Justru karena perempuan itu membuka ruang diskusi, ular berkesempatan menanamkan keraguan akan iktikad baik Tuhan. Bahwa Tuhan memaksudkan larangan memak...

Kej 2 (MAD2T*12 Jun*Tahun 1)

Kejadian 2 Penjelasan Singkat Terbentuknya manusia Isi Pasal Hari perhentian Sabat Allah. Tindakan penciptaan di Kejadian 1:27 dijelaskan. Perjanjian Taman Eden. Judul Perikop Manusia dan taman Eden (2:8-25) Tafsiran: Kata "istirahat" dimaknai sebagai berhenti sejenak untuk melepaskan lelah. Lalu bila Allah berhenti dari kegiatan penciptaan alam semesta (Kejadian 2:2-3), apakah itu terjadi karena Dia merasa lelah dan perlu berhenti untuk beristirahat? Tentu bukan. Dia berhenti pada hari ketujuh untuk menunjukkan bahwa karya penciptaan-Nya telah selesai. Seolah sesuatu yang memuncak menjadi klimaks, Allah menyebut segala sesuatu yang Dia ciptakan pada hari kesatu sampai hari kelima sebagai sesuatu yang baik, lalu ciptaan pada hari yang keenam Dia sebut sebagai sesuatu yang amat baik. Kemudian Ia memberkati hari yang ketujuh serta menguduskannya. Berhentinya Allah pada hari ketujuh memberikan struktur waktu bagi manusia, yaitu ada tujuh hari dalam seminggu. Selama enam...

Kej 2 (MAD2T*11 Jun*Tahun 1)

Kejadian 2 Penjelasan Singkat Terbentuknya manusia Isi Pasal Hari perhentian Sabat Allah. Tindakan penciptaan di Kejadian 1:27 dijelaskan. Perjanjian Taman Eden. Judul Perikop Manusia dan taman Eden (2:8-25) Tafsiran: Kata "istirahat" dimaknai sebagai berhenti sejenak untuk melepaskan lelah. Lalu bila Allah berhenti dari kegiatan penciptaan alam semesta (Kejadian 2:2-3), apakah itu terjadi karena Dia merasa lelah dan perlu berhenti untuk beristirahat? Tentu bukan. Dia berhenti pada hari ketujuh untuk menunjukkan bahwa karya penciptaan-Nya telah selesai. Seolah sesuatu yang memuncak menjadi klimaks, Allah menyebut segala sesuatu yang Dia ciptakan pada hari kesatu sampai hari kelima sebagai sesuatu yang baik, lalu ciptaan pada hari yang keenam Dia sebut sebagai sesuatu yang amat baik. Kemudian Ia memberkati hari yang ketujuh serta menguduskannya. Berhentinya Allah pada hari ketujuh memberikan struktur waktu bagi manusia, yaitu ada tujuh hari dalam seminggu. Selama enam...

Kej 1 (MAD2T*11 Jun*Tahun 1)

Kejadian 1 Penjelasan Singkat Penciptaan Isi Pasal Awal penciptaan dan pembaharuan bumi untuk tempat tinggal manusia. Penciptaan kehidupan binatang dan manusia. Judul Perikop Allah menciptakan langit dan bumi serta isinya (1:1--2:7) Tafsiran: Keagungan penciptaan terlihat dengan nyata pada sabda pembukanya, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi" (ayat 1). Semua yang ada di bawah kolong langit ini merupakan karya ilmiah dan karya seni Allah yang tiada duanya. Dari ketiadaan, kekosongan, dan ketiadaan bentuk, Allah mencipta, mengisi, dan mengatur alam semesta ini. Seperti seorang maestro karya seni memandang karya-karyanya itu dengan perasaan senang dan puas, demikianlah Sang Pencipta memandang karya akbar-Nya dan mengomentarinya sebagai baik (ayat 4, 10, 12). Betapa brilian pikiran penciptaan yang ada di benak Ilahi, sungguh tidak dapat disamai oleh pikiran-pikiran manusia yang pernah menjejak dan mengukir sejarah dunia ini. Karena semua pikiran manusia hanya...

Wahyu 22 (MAD2T*10 Jun*Tahun 1)

Wahyu 22 Penjelasan Singkat Pohon Kehidupan Isi Pasal Surga baru dan sungai dari air kehidupan. Nasihat terakhir dari Kristus agar siap untuk kedatangan-Nya yang kedua. Judul Perikop Kedatangan Tuhan Yesus (22:6-17) Penutup (22:18-21) Tafsiran: Keadaan Bahagia Berlaku di Dalam Kota Kudus (22:1-5). Aneh bahwa di dalam pasal 21 tidak dijelaskan adanya hal-hal yang alamiah, pohon, sungai, dan lain-lain, sebagaimana kita jumpai di dalam gambaran tentang Firdaus yang terdapat dalam Kejadian 2. Rincian semacam itu kini dikemukakan, mengingatkan kita bukan hanya pada pasal dalam Kitab Kejadian tersebut namun juga pada Yehezkiel 47:1-12. "Dosa membuat manusia terusir dari taman yang satu. Kasih karunia membuat manusia memasuki taman Firdaus abadi." Di dalam pasal ini kita menyaksikan keindahan, kehidupan penuh kelimpahan, kedaulatan Allah , kesehatan bagi bangsa-bangsa di bumi, keadaan di dalam mana tidak ada lagi laknat (ay. 3), baik atas manusia maupun atas bumi di mana...

Wahyu 21 (MAD2T*09 Jun*Tahun 1)

Wahyu 21 Penjelasan Singkat Gambaran tentang Yerusalem yang baru Isi Pasal Tujuh hal baru di masa Kerajaan bumi, orang-orang, Yerusalem, bait suci, cahaya, Surga (Pasal 22.). Judul Perikop Langit yang baru dan bumi yang baru (21:1-8) Yerusalem yang baru (21:9--22:5) Tafsiran: Kemenangan mutlak Kristus yang mengakhiri segala musuh Allah memuncak dalam langit dan bumi yang baru. Bukan sekadar diperbarui, atau edisi baru melainkan baru total. Transformasi total ini meliputi berbagai aspek. Bumi baru berarti kemanusiaan tak lagi dibelenggu dosa, penderitaan, dan maut (Wahyu 21:3-4). Langit baru berarti tak ada lagi penghalang komunikasi umat dan Allah. Yerusalem baru yang turun dari surga adalah umat yang telah ditebus oleh darah Kristus sehingga layak menjadi mempelai perempuan-Nya. Dalam kesempurnaan surgawi, laut yang melambangkan perubahan dan kuasa kekacauan tidak akan ada lagi. Dengan dikalahkannya semua kuasa kekacauan itu, laut yang di dalam penglihatan Yohanes ini ada...

Wahyu 20 (MAD2T*08 Jun*Tahun 1)

Wahyu 20 Penjelasan Singkat Kebangkitan pertama Isi Pasal Setan menuju masa Kerajaan. Kebangkitan pertama. Setan kalah pada akhir milenium, dan ajal terakhirnya. Penghakiman besar Tahta Putih. Judul Perikop Kerajaan seribu tahun (20:1-6) Iblis dihukum (20:7-10) Hukuman yang terakhir (20:11-15) Tafsiran: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit (Luk. 10:18). Nubuat ini menunjuk kekalahan Iblis pada momen kematian dan kebangkitan Kristus. Wahyu 20 menegaskan kekalahan total Iblis melalui salib dan kebangkitan Yesus dengan berbagai simbol: mengikat, membuang naga (ular tua/Iblis/Setan selama 1000 tahun). Seperti halnya nama-nama ular tua, naga, dll. bersifat simbolis, 1000 tahun pun adalah lambang kemenangan panjang umat sesudah sekejap (Wahyu 20:10 hari - Why. 2:10) menderita karena iman. Wahyu 20 adalah gambaran sejak kehadiran Yesus dalam Inkarnasi-Nya, sampai kedatangan-Nya kelak untuk menjadi hakim atas dunia ini (Wahyu 20:11-15). Bila perikop sebelumnya meng...

Wahyu 19 (MAD2T*07 Jun*Tahun 1)

Wahyu 19 Penjelasan Singkat Perjamuan Kawin Anak Domba Isi Pasal Pasal yang disisipkan tentang apa yang sedang terjadi di surga sementara Kesengsaraan mengamuk. Haleluya, perkawinan Anak Domba, kedatangan kedua dalam kemuliaan, Armageddon, akhir dari binatang, Nabi Palsu, dan raja-raja. Judul Perikop Nyanyian atas jatuhnya Babel (19:1-5) Perjamuan kawin Anak Domba (19:6-10) Firman Allah (19:11-16) Binatang serta nabinya dikalahkan (19:17-21) Tafsiran: Bila di bumi, ketakutan dan kengerian menimpa semua orang yang tertuduh bersekongkol dengan Babel durjana, maka di surga sebaliknya. Di surga, yang terdengar adalah mazmur pujian melimpah dengan sukacita dan syukur. Hanya di perikop inilah di PB, ungkapan "haleluya" membahana memenuhi tingkap-tingkap langit surgawi, memuja-muja Allah (Wahyu 19:1, 3, 4, 6). Tindakan Allah menghukum pelacur besar itu adalah tindakan keadilan dan keselamatan. Keadilan adalah bagi para martir, yang telah menjadi korban kekejian Babel (Wah...

Wahyu 18 (MAD2T*06 Jun*Tahun 1)

Wahyu 18 Penjelasan Singkat Jatuhnya Babel Isi Pasal Bentuk terakhir dari kemurtadan umat Kristen dan peringatan bagi umat Allah. Pandangan manusia dan malaikat tentang Babel. Judul Perikop Jatuhnya Babel (18:1-20) Babel tidak akan bangkit lagi (18:21-24) Tafsiran: Segenap unsur yang bersekongkol tersistem melawan Allah dilukiskan dalam Why ps. 17 sebagai Babel, pelacur besar, Roma. Gambaran kehancuran mereka akibat murka Allah dalam ps. 17 kini dibentangkan secara gamblang dan rinci. Murka Allah yang menghancurkan dunia yang jahat ini kini menjadi alasan untuk umat Allah menjaga kekudusan (Wahyu 18:4) dan bersukacita! (Wahyu 18:20). Sementara itu semua yang tertarik dan berkompromi dengan dunia (Babel), akan meratapi kengerian dan kemalangan besar mereka (Wahyu 18:11-19). Di hadapan kemuliaan Allah (Wahyu 18:1), semua kemegahan, kemewahan dunia yang menjadi magnet mengecoh orang terlibat dalam pesta dosa (bdk. ps. 17) tak lebih hanyalah tempat kediaman roh-roh jahat dan najis...